Selesai + belom direvisi
"Gue mohon sama lo! batalin pernikahan ini! gue gak kenal sama lo, begitupun lo gak kenal sama gue." Tegas Arzen kepada Clazoora.
"Idihh, gue juga gak mau kali nikah sama lo! mending gua gak nikah seumur hidup daripada haru...
Vote nya dong, cantikkk/gantenggg😘 Kusumpahi yg ga vote, eeq nya kangkung😘
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
21. Sisi lain Zoora
───
Zoora berjalan dikoridor AHS dengan pandangan yang menyorot tajam kearah depan, seakan akan membunuh orang yang berani menyentuh walau seujung kuku pun.
Ia tidak berangkat bersama Arzen karena masalah kemarin, bahkan Zoora tidak pulang kerumah 'nya dengan Arzen. Ia malah menginap diapart miliknya.
Samar-samar Zoora mendengarkan bisikan-bisikan dari gerombolan siswi yang menatap Zoora dengan pandangan jijik.
Baru tau gue kalau disekolah kita Ada jalang
Percuma cantik, kalo udah dicicipin
Kira-kira apa yang dilakukan Arzen saat mengetahui Pacarnya gitu ya?
Iyuhhh, enyah lo jalang!
Jijik gue liat tubuh dia, kek pengen muntah
Pasti itu didikan ibu-nya, kan biasanya anak akan menurut apa yang dilakukan oleh orang tuanya
Dan banyak lagi...
Zoora tidak menghiraukan itu, namun saat mendengar kata 'didikan ibu-nya' membuat Zoora mengepalkan tangannya.
Ia berbalik dan menatap siswi tadi. "Ulangi,"
"Lo tuli? Mau gue ulangi? Pasti didikan ibu-nya, kan biasanya anak akan men─"
Plakk!!
Kepala perempuan itu tertoleh kesamping saat tangan lentik Zoora menyentuh pipinya.
"Jangan. Pernah. Lo ucapin. Kata. Itu. Lagi. Didepan gue. Paham?" Zoora menekan setiap kata yang keluar dari mulutnya. Setelah itu ia pergi meninggalkan perempuan yang sudah menghinanya tadi.
Saat akan berbelok menuju kelas, jalan Zoora terhalang oleh banyaknya siswa/i yang berdiri didepan mading sekolah.
Zoora mengerutkan dahinya, tumben pagi-pagi begini sudah banyak yang berdiri didepan mading? -batin Zoora.
Karena penasaran 'pun Zoora mendekat kearah kerumunan untuk melihat apa yang membuat seluruh siswa/i berkerumun didepan mading.
Saat sudah berada didepan mading dan melihat apa yang membuat heboh seluruh siswa/i AHS, Zoora mengepalkan tangannya. Siapa yang membuat semua ini?!
Tangan Zoora akan mengambil kertas yang tertempel di mading, tetapi ucapan seseorang membuat Zoora menghentikan tangannya diudara.
"Buat apa lo singkirin kertas itu, Zoora? Semua orang sudah lihat tubuh lo. Kok lo masih malu sih?"