BAB 46 || Dibawah Langit Senja

144 9 0
                                        

46

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

46. Dibawah Langit Senja

——

"Non, ini susu jahe nya." Bik Yumi meletakkan secangkir susu jahe ke atas meja dihadapan Zoora yang masih fokus menonton siaran di TV.

Bik Yumi berniat akan kembali ke dapur. Namun, suara Zoora memberhentikan langkahnya.

"Bibik duduk sini aja, temenin Zoora nonton," pinta Zoora.

Bik Yumi mengangguk, setelah itu ia duduk di samping Zoora.

Dua orang wanita berbeda usia itu terlihat sa at fokus menonton film yang disiarkan.

"Ceweknya bego banget nggak, sih, Bik? Masa udah diselingkuhi gitu, tapi tetep ngejar cowoknya. Kayak nggak ada harga diri aja," hina Zoora ikut kesal dengan apa yang ia lihat.

"Kalo Zoora yang ada diposisi itu, udah Zoora bunuh aja sekalian itu cowoknya."

Bik Yumi hanya bisa menggeleng.

"Awh!" ringis Zoora tiba-tiba.

Bik Yumi spontan menoleh. "Kenapa, Non? Ada yang sakit? Perlu Bibik panggilkan dokter?" Zoora menggeleng.

"Nggak perlu, Bik. Tapi baby twins nya cuma nendang, kenceng lagi. Akhir-akhir ini mereka aktif emang banget dalem perut aku. Zoora kadang lumayan kesusahan," kata Zoora.

Bik Yumi tersenyum simpul. "Itu biasa, Non. Apalagi Non nggak lama lagi lahiran, kan?" Zoora mengangguk. "Nah itu makanya. Bayi Non, pasti udah nggak sabar liat dunia," jelas Bik Yumi.

Zoora terkekeh. "Bibik bisa aja."

Setelah itu keheningan kembali melanda. Dua wanita berbeda usia itu kembali memfokuskan diri pada siaran TV.

"Assalamualaikum!"

"Waalaikumsalam!" sahut Zoora dan Bik Yumi serempak.

Zoora beranjak dari duduknya, dan menghampiri sang suami yang baru saja pulang kerja. Zoora mengambil tas kantor dari tangan Arzen tanpa persetujuan sang pemilik.

Arzen hanya bisa menggeleng melihat tingkah istrinya.

"Kenapa nggak istirahat aja di kamar, hm? Sekarang udah masuk waktu kamu sana Dedek bayi tidur padahal," kata Arzen seraya mengusap surai istrinya.

"Aku belum ngantuk, sayang. Aku masih nonton sama Bik Yumi," balas Zoora.

Arzen menghembuskan nafasnya. Setelah itu kembali berucap, "udah minum susu jahenya belom?" Zoora menggeleng.

"Kenapa belom?"

"Mau disuapin sama kamu," pintanya sembari memamerkan deretan gigi rapinya.

Arzen mencubit hidung mancung istrinya. "Manja banget, sih."

Zoora merengut. "Ini juga permintaan anak kamu. Jangan aku doang yang dikatain manja," gerutunya.

Arzen tersenyum, ia mencium puncak kepala Zoora. "Iya, iya, baby-nya juga manja. Udah, ayo sekarang kita ke kamar. Kamu harus minum susu, habis itu bobo. Oke?" Zoora mengangguk patuh.

ARZOO || PERJODOHAN || [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang