BAB 48 || Tragedi

181 12 4
                                        

48

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

48. Tragedi

———

"Kok lewat sini, Pa? Ini 'kan jalan mau ke rumah Zoora."

"Papa lagi kangen sama putri dan cucu Papa. Udah lama juga kita nggak kesana, seharusnya tadi ajak Mama sama istri kamu," kata Marvel.

Zeo menganggukkan kepalanya. "Iya juga, sih. Seharusnya tadi kita pulang dulu buat ajak Mama sama Yola. Tapi nggak papa, lain kali kita ajak mereka buat ke rumah Zoora," ujar Zeo.

Marvel tak lagi menyahuti ucapan Zeo, pria itu kembali fokus menyeter mobil.

Zeo melihat pemandangan Jakarta dipagi hari yang padat ini melalui jendela mobil, tanpa sengaja matanya melihat sebuah kerumunan.

"Pa, itu kenapa? Kok rame?" heran Zeo.

Marvel mengikuti arah yang ditunjuk oleh Zeo. Dan benar, disana ada sebuah keramaian.

"Mungkin itu lagi ada kecelakaan, Ze. Udah, nggak usah kamu pikirin," ucap Marvel kembali fokus menyetir.

Zeo pun menuruti apa kata Marvel—mencoba untuk abai—ia kembali melihat-lihat pemandangan. Tapi, entah kenapa, batinnya seakan menyuruh untuk melihat keramaian tadi. Seakan ada sesuatu yang menariknya paksa untuk melihat.

Jantungnya berdegup kencang dari biasanya, pikirannya berkelana entah kemana. Zeo seperti merasakan kecemasan yang mendalam, tapi tidak diketahui sebabnya.

Marvel menoleh kesamping, melihat Zeo yang tampak gelisah ditempatnya.

"Kamu kenapa, Ze? Kok kayak gelisah gitu? Ada masalah?" Marvel bertanya.

"Nggak tau, Pa. Zeo ngerasa aneh aja sama perasaan Zeo sekarang. Ada yang bikin Zeo cemas, tapi Zeo nggak tau apa," ungkap Zeo.

"Pa, bisa kita lihat dulu kecelakaan tadi? Zeo ngerasa ada yang aneh sama mobil tadi," pinta Zeo.

Bisa Marvel lihat pancaran kekhawatiran dari mata anak sulungnya itu. Marvel mengangguk, setelah itu ia kembali memutar stir, dan menjalankan mobil menuju kerumunan tadi.

Zeo langsung turun saat sudah sampai ditempat kejadian. Ia berlari kearah kerumunan orang yang hanya menatap sebuah mobil yang sudah dipenuhi dengan kepulan asap tanpa berniat untuk membantu orang didalamnya.

"Maaf, ini ada apa sebelumnya?" tanya Marvel saat sudah berada didekat Zeo.

"Ini, Pak, kecelakaan. Parah banget," jawab salah satu warga.

"Kenapa nggak kalian bantu? Didalam mobil itu masih ada orang, 'kan?" desak Zeo.

"Kami tidak berani mendekat. Apalagi mobil sudah dipenuhi dengan asap, sepertinya sebentar lagi mobilnya akan meledak."

Kecemasan Zeo semakin menjadi. Dengan bermodalkan feeling, Zeo berlari kearah mobil yang menjadi titik kecemasannya itu.

Tapi sebuah tangan lebih dulu mencekalnya dari arah belakang.

ARZOO || PERJODOHAN || [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang