Selesai + belom direvisi
"Gue mohon sama lo! batalin pernikahan ini! gue gak kenal sama lo, begitupun lo gak kenal sama gue." Tegas Arzen kepada Clazoora.
"Idihh, gue juga gak mau kali nikah sama lo! mending gua gak nikah seumur hidup daripada haru...
Utamakan Vote sebelum membaca, karena satu vote kalian berharga buat aku! Jangan siders! Gak baik!
Follow wattpad me!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
13. Supermarket
───
Matahari sudah menampakkan dirinya dari beberapa manit lalu, tapi dua orang yang masih setia menutup kedua mata mereka belum ada tanda-tanda untuk bangun.
Sampai satu orang diantara mereka mulai terusik dengan sinar matahari yang mulai masuk melalui selah-selah gorden kamar.
"Eughh," Zoora mengerjap-ngerjapkan matanya demi menghalau rasa silau yang dihasilkan oleh sinar matahari.
"Jam berapa sekarang?" ia menoleh kearah jamweker yang berada diatas nakas, jam itu menunjukan pukul 07.23 yang artinya Zoora sudah terlambat bangun. Untuk saja hari ini hari Sabtu, kalau tidak pasti mereka sudah terlambat berangkat sekolah.
Zoora menoleh kesamping dan mendapati Arzen yang masih tidur tanpa atasan, entahlah Zoora juga tidak tau kenapa setiap kali Arzen tidur pasti ia tidak akan memakai bajunya.
Arzen terlonjak kaget saat mendengar teriakan Zoora yang tepat berada disamping telinganya, hingga tanpa sengaja ia melempar guling yang ia peluk ke muka Zoora dan membuat sang empu mengaduh.
Arzen menoleh kesamping untuk melihat keadaan muka Zoora yang baru saja ia timpuk pakai bantal.
"Lo gak papa?" Arzen berusaha menyingkirkan tangan Zoora yang menutupi wajahnya sendiri.
"Sini coba gue liat," Zoora menuruti perkataan Arzen.
"Sampai merah gini," Arzen menekan hidung Zoora yang tampak sangat merah.
PLAK...
Zoora memukul kepala Arzen dengan kuat. "Sakit anjing!"
Arzen meringis, ternyata pukulan Zoora bukan maen euyy. "Shhh, ya maaf. Tapi gak usah mukul juga kali Zoor,"