Selesai + belom direvisi
"Gue mohon sama lo! batalin pernikahan ini! gue gak kenal sama lo, begitupun lo gak kenal sama gue." Tegas Arzen kepada Clazoora.
"Idihh, gue juga gak mau kali nikah sama lo! mending gua gak nikah seumur hidup daripada haru...
FOLLOW AKUN-AKUN DIBAWAH INI‼️ Wp: -Minnions Ig: wp.minnions_ Tiktok: agustia_manoban
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
38. Jarvis ngambek
——
"Vis, udah dong, jangan ngambek terus. Lagian gue juga nggak tau kalo tutup kecapnya nggak ketutup rapet. Maafin gue, ya? Sumpah, gue bener-bener nggak sengaja."
Sedari tadi Bian terus saja bergelayut manja dilengan Jarvis, tapi sang empu hanya biasa-biasa saja akan hal itu—seakan kehadiran Bian ia anggap tidak ada.
Sekarang hanya mereka berdua di kelas, jam istirahat belum berakhir, jadi mungkin siswa-siswi masih berada dikantin.
Dan untuk baju Jarvis yang kena kotoran kecap, itu sudah beres. Baju yang Jarvis pakai sekarang sudah ganti, mungkin ia tadi sempat membeli di Koperasi yang menjual perlengkapan sekolah.
"Vis, Lo kalo diem aja kayak gitu mirip banget sama hantu Valak." Bego! Bukannya merayu, Bian malah semakin membuat Jarvis marah.
Jarvis menoleh kearah Bian dengan tatapan datar. Dan Bian hanya menyengir.
"Pergi Lo," usir Jarvis.
"Nggak mau. Gue nggak akan pergi sebelum Lo maafin gue," keukuh Bian.
"Terserah," jengah Jarvis.
"Vis, gue cuma bercanda soal tadi. Jangan dianggap serius lah. Maafin gue, ya? Ya, ya? Please..." Mau sampai mulut Bian berbusa pun, Jarvis akan cuek akan kehadiran Bian.
"Becanda Lo nggak lucu."
Saat Bian masih merayu Jarvis, bel tanda istirahat selesai telah berbunyi. Semua murid mulai masuk kedalam kelas masing-masing.
Begitupun dengan sahabat Jarvis dan Bian, mereka sudah masuk beserta murid kelas 12 IPA 2 lainnya. Hanya beberapa, soalnya sisanya masih ada yang berada di Kokpis.
Tadi mereka mendengar jika guru sedang mengadakan rapat. Jadi daripada mereka bosan didalam kelas, mending mereka bersantai saja disini.
"Balik ke meja Lo sana. Bentar lagi guru masuk," ucap Jarvis.
Bian menggeleng. "Orang nggak mau, ya nggak mau."
"Terus mau Lo apa setan?!" teriak Jarvis sehingga mengundang tatapan dari siswa-siswi di sana.
Arzen, Zeo, dan Galaksi langsung menghampiri Jarvis dan Bian yang masih ribut.
Zeo segera menjauhkan Bian dari Jarvis dan mengajaknya duduk dimeja sebelah.
"Lo kenapa? Tumben-tumbenan emosi Lo tinggi. Ada masalah?" tanya Arzen.
Jarvis menggeleng. "Nggak ada."
"Kalo nggak ada masalah, kenapa sampe teriak-teriak sama Bian kayak gitu?"
"Dia ngeselin. Disuruh pergi dia nggak mau pergi," sela Jarvis.