BAB 32 || Makam Leo

456 12 0
                                        

What's up brohhh🤙
Welcome 2025‼️
Semoga ditahun yang baru ini, kebahagiaan akan selalu menyertai kalian, Aamiin...🤲

‼️ Don't siders, vote dan komen kalian bakal jadi semangat nulis aku‼️

"Aku mencintainya, tapi sikapnya seakan membuatku untuk mundur sebelum berjuang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Aku mencintainya, tapi sikapnya seakan membuatku untuk mundur sebelum berjuang."

-Galaksi Putra Lionard-

32. Makam Leo

--

"Yang, seriusan udah mau sekolah? Kamu baru pulang kemarin, masa udah mau sekolah. Gimana nanti kalo kamu kenapa-napa? Kita kan nggak satu kelas. Nggak sekolah aja, ya, aku takut kamu kenapa-napa." Sedari tadi Arzen terus membujuk Zoora agar tidak sekolah.

Zoora tetap kukuh pada pendiriannya. "Aku udah nggak papa, Zen. Kamu nggak liat keadaan aku ini? Aku udah sehat. Apa mau aku buktiin? Ayo gelut! Sini! Kutonjok kamu."

"Boleh, ya? Aku udah bosen dirumah terus, mau rasain suasana sekolah lagi... Boleh ya? Ya? Ya?" mohon Zoora.

Arzen menghembuskan nafasnya, lalu mengangguk. "Yaudah. Tapi kalo sampai kamu kenapa-napa, aku nggak bakal izinin kamu sekolah selama seminggu." ucap Arzen tegas.

Zoora bersorak, ia memeluk Arzen dengan erat. "Makasihhhhh, aku pasti bakal jaga diri baik-baik. Kamu nggak perlu khawatir." yakin Zoora.

Arzen tersenyum menanggapi Zoora. Suatu kebahagiaan yang sederhana, jika melihat Zoora tersenyum karenanya.

"Udah, yuk. Kita siap-siap, bentar lagi telat ini." Zoora mengangguk.

"Aku kekamar dulu, mau ngambil tas aku sama punya kamu. Kamu duluan aja ke meja makannya, nanti aku nyusul." ucap Zoora setelah itu ia berjalan kearah kamar.

Arzen memandangi punggung Zoora sampai tak terlihat lagi. Setelah itu ia berjalan kearah meja makan.

Sekitar 5 menit Arzen menunggu, akhirnya Zoora kembali dengan menenteng tasdan juga milik Zoora.

"Belum makan?" tanya Zoora.

"Nungguin kamu," balas Arzen.

Zoora menahan kedutan dibibirnya. Ia berdehem, menetralkan detak jantungnya yang berdegup. Padahal hanya dua kata, tapi kenapa seperti ada kupu-kupu yang berterbangan didalam perutnya?

"Ehm, kamu mau makan apa? Biar aku siapin."

"Roti, slay cokelat."

Zoora mengambil dua lembar roti lalu mengoleskannya dengan slay cokelat dan strawberry.

"Nih,"

Setelah itu mereka mulai memakan roti mereka masing-masing, hanya ada keheningan yang mengisi.

ARZOO || PERJODOHAN || [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang