BAB 41 || Kabar gembira

325 10 0
                                        

*JANGAN MALAS UNTUK VOTE DAN KOMEN, KARENA VOTE DAN KOMEN BERPERAN PENTING JALANNYA SEBUAH CERITA*

PART PANJANG. MOGA GAK BOSEN*

 MOGA GAK BOSEN*

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

41. Kabar gembira

——

"Kandungan istrinya tolong dijaga ya, Zen. Karena usia kandungannya masih terlalu rentan untuk mengalami keguguran. Apalagi, ini hamil anak pertama. Jadi, tolong untuk lebih diperhatikan." Arzen dengan seksama memperhatikan dan mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan oleh dokter kandungan yang menangani istrinya saat ini.

"Tante akan menuliskan resep obat dan vitamin, kalian bisa menebuskan di klinik setelah keluar dari sini. Ini, Zen, resep obat dan vitaminnya." Dokter itu menyerahkan secarik kertas, dan langsung diterima oleh Arzen.

"Makasih, Tan." Dokter yang dipanggil dengan sebutan 'Tan' itu mengangguk.

"Kalau begitu, Tante permisi, masih ada pasien yang harus saya periksa. Zoora, kamu jaga kesehatan, ya. Jangan terlalu sering melakukan aktivitas yang berat-berat. Kalau boleh, sering-sering lah meminta bantuan pada suamimu itu. Dan untuk kamu, Arzen, jaga kandungan istri kamu. Tante tau, pasti kamu sudah bisa menjaga istri kamu. Jangan sampai lengah," ujar dokter Sonya panjang lebar.

Dokter Sonya sudah akrab dengan pasien didepannya ini. Apalagi dengan Arzen. Sonya itu Adik sepupu Chandra—Ayah Arzen.

Arzen mengangguk mantap. "Siap laksanakan, Tante."

Dokter Sonya terkekeh. Setelah itu ia keluar dari ruangan, dan meninggalkan dua sejoli yang baru saja dikaruniai seorang janin.

Setelah kepergian dokter Sonya, Arzen langsung memeluk Zoora yang masih berada di bad rumah sakit. Membuat sang empu terlonjak bukan main.

"Arzen! Ngagetin, ih!" kesalnya.

Setelah puas memeluk Zoora, Arzen turun ke perut sang istri. Ditatapnya lamat-lamat.

"Hallo, jagoan Appa. Kalian baik-baik, ya, dalam perut Amma. Jangan nakal, jangan suka nendang-nendang. Appa nggak mau liat nanti Amma kesakitan gara-gara kalian." Arzen berbicara dihadapan perut Zoora yang mulai sedikit membuncit itu.

"Siap, Appa. Aku nggak akan buat Amma sakit. Janji." Zoora menyahut dengan nada imut seolah suara itu benar-benar berasal dari sang anak.

Arzen tertawa. Ia mencubit kedua pipi Zoora. "Lucu banget, sih. Istri siapa coba?"

"Istrinya Arzen Lexio, dong!" seru Zoora.

ARZOO || PERJODOHAN || [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang