Selesai + belom direvisi
"Gue mohon sama lo! batalin pernikahan ini! gue gak kenal sama lo, begitupun lo gak kenal sama gue." Tegas Arzen kepada Clazoora.
"Idihh, gue juga gak mau kali nikah sama lo! mending gua gak nikah seumur hidup daripada haru...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Dia, perempuan masa kecil itu. Jika memang perpisahan kami berujung kematian, aku mengikhlaskan nya.”
—Arzen Lexio Alexander
49. Taburan bunga
———
Ceklek!
Arzen keluar dari dalam ruang operasi, dengan pandangan kosong. Tangannya masih setia memegang bunga Edelweis tadi, menggenggamnya erat.
Brugh!
Tubuh Arzen luruh ke lantai. Air matanya tanpa permisi berlabuhan, membentuk air terjun kecil di pipinya.
Sedangkan keluarga yang tadinya sedang menunggu, dengan segera menghampiri Arzen yang tampak hancur itu. Bahkan Opa dan Oma Zoora dari ke-dua orang tua mereka juga ikut hadir saat mendengar jika cucu kesayangan mereka mengalami kecelakaan.
Vanya langsung mendekap anak semata wayangnya. Air matanya juga ikut luruh. "Arzen, hey, kamu jangan gini, Nak. Kamu yang tenang," tutur Vanya.
"Arzen gagal, Mom. Arzen gagal jadi suami yang baik. Zoora, Zoora pergi, dia pergi ninggalin Arzen. Arzen bodoh! Arzen bodoh, Mom! Harusnya tadi Arzen nggak perlu pergi kerja! Harusnya nggak perlu! Arzen bodoh! Arzen bodoh!" racau Arzen.
Ceklek!
Pintu ruang operasi terbuka, dan menampilkan dokter Yola yang masih memakai jas dokternya. Ia menatap kearah suaminya yang juga menatapnya dengan ekspresi yang sulit diartikan.
Yola menggeleng pelan.
"Yola, Gimana keadaan Zoora? Dia baik-baik aja, 'kan? Terus bayinya juga selamat, 'kan? Mereka baik-baik aja, 'kan? Please, jawab Mama, Yola. Kamu jangan diem aja. Jawab, Mama." Tasya berdiri di hadapan menantunya itu dengan pandangan memohon.
"Maaf," ucap Yola dengan nada lirih.
Yola menggeleng. "Yola gagal, Ma. Maafin Yola. Yola nggak bisa selamatin Zoora, Yola gagal." Yola langsung memeluk Tasya dengan erat.
Deg!
Seperti ada hantaman badai yang kuat menerjang. Semua yang berada di sana membeku seketika. Apa yang dikatakan Yola sudah menjadi petunjuk bagaimana keadaan Zoora sekarang.
Tasya menggeleng. "Nggak! Kamu pasti bohong, 'kan! Jawab yang jujur! Kamu jangan bikin Mama takut! Yola, Zoora baik-baik aja, 'kan! Ini bukan waktu yang tepat untuk bercanda. Kamu pasti bohong... Mama yakin Zoora pasti baik-baik aja, Ma—"
Brugh!
"Tasya!"
"Mama!"
Tubuh Tasya hampir saja ambruk ke lantai, jika saja Zeo tidak dengan sigap menahannya.