BAB 45 || USG

179 7 0
                                        

45

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

45. USG

——

6 Bulan kemudian....

Saat ini usia kandungan Zoora sudah menginjak bulan ke-tujuh, dan beberapa bulan lagi akan melahirkan buah hati mereka.

Arzen sebagai suami dan juga calon Ayah, sangat protektif akan kehamilan Zoora. Ia sudah memperkejakan pelayan dan supir untuk istrinya.

"Bik, Bibik lagi masak apa?"

"Eh, Non, kenapa ke dapur? Nanti kalau Non kenapa-napa, gimana?"

Zoora tersenyum melihat kekhawatiran Bibik Yumi. "Nggak papa, Bik. Lagian Zoora bosen di kamar terus."

Bik Yumi hanya bisa menggelengkan kepalanya, majikannya satu ini memang sangat keras kepala.

"Eh, Non, Non hari ini ada jadwal cek kandungan, kan?" tanya Bik Yumi.

Zoora mengangguk. "Iya, Bik. Nanti jam 11, sekalian nunggu Arzen pulang."

"Bibik doa kan, kalau bayi dalam perut Non sehat selalu sampai lahiran," ujar Bik Yumi.

"Aamiin... makasih doanya."

Zoora tersenyum. Ia dan Arzen sudah menganggap Bik Yumi dan juga Pak Jeji sebagai orang tua angkat mereka. Setiap pernikahan Arzen dan Zoora sedang dilanda masalah kecil, Bik Yumi dan Pak Jeji selalu memberikan mereka wejangan.

"Assalamualaikum!"

"Waalaikumsalam!" sahut Zoora dan Bik Yumi.

Bik Yumi dan Zoora berjalan kearah pintu utama.

Zoora menyalami tangan Arzen.

Arzen menunduk, dan mensejajarkan kepalanya didepan perut buncit Zoora.

"Hallo anak Appa, apa kabar? Sehat selalu, ya. Appa sama Amma selalu tunggu kehadiran kamu." Setelah itu ia mengecup perut Zoora.

Bik Yumi yang menyaksikan kejadian didepannya, ikut merasakan kebahagiaan. "Yaallah lindungilah keluarga kecil ini," batin Bik Yumi.

🎀🗯️

"Kandungannya sehat, begitupun dengan Ibunya. Nanti saya akan menuliskan vitamin buat Ibu dan juga Bayinya," ucap Dokter perempuan yang memeriksa kandungan Zoora.

"Dok, boleh saya dengan detak jantungnya?" tanya Zoora.

Dokter itu mengangguk. "Tentu saja boleh. Sebentar saya siapkan dulu."

Arzen dan Zoora menunggu Dokter menyiapkan perlengkapan.

"Dok, apakah saya boleh minta hasil USG nya?" tanya Arzen.

ARZOO || PERJODOHAN || [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang