Selesai + belom direvisi
"Gue mohon sama lo! batalin pernikahan ini! gue gak kenal sama lo, begitupun lo gak kenal sama gue." Tegas Arzen kepada Clazoora.
"Idihh, gue juga gak mau kali nikah sama lo! mending gua gak nikah seumur hidup daripada haru...
🎙alangkah baiknya sebelum skrol kebawah, para readers menekan tanda bintang di pojok bagian kiri🎙
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
23. Kecelakaan
───
"Assalamu'alaikum! Ma! Zoora pulang!"
"Ma! Mama! Mama dimana!"
"Mam─"
"Apasih, Zoor? Teriak-teriak kek orang utan aja." tegur Zeo dari arah tangga.
"Mama mana, Bang?" tanya Zoora.
"Kenapa? Kok tiba-tiba nanyain Mama?"
"Jawab aja!"
"Mama sama Papa lagi di rumah om Chandra." Zoora mengangguk.
Ia berjalan kearah sofa panjang dan duduk samping Zeo. Lalu ia menyenderkan kepalanya dibahu Zeo.
"Tau nggak, Bang."
"Enggak,"
Zoora berdecih. "Belum Zoora kasih tau." Zeo terkekeh, ia mematikan terlebih dahulu ponselnya, lalu menghadap sepenuhnya kearah Zoora.
Zeo menangkup kedua pipi Zoora. "Adik kecil Abang kenapa hm? Ada masalah?"
Zoora menggeleng.
Zeo mengerutkan dahinya, "ngomong aja sama, Abang. Lo ada masalah? Jangan dipendem, nanti jadi penyakit. Ayo sini cerita."
"Zoora cuma kangen sama Abang, mau peluk lama-lama, boleh?" Zeo mengangguk, melihat Zeo mengangguk Zoora langsung masuk kedalam pelukan Zeo.
Zeo membalas pelukan Zoora dengan erat. "Masih belum mau cerita?" Zoora mendongak.
"Zoora ngerasa kalo besok bakal terjadi sesuatu, dan itu terjadi sama Zoora. Dan nanti Opa sama Oma bakal ke Indonesia buat bawa Zoora kembali ke Jerman. Zoora takut, Zoora nggak mau balik ke Jerman." ucap Zoora mulai bercerita. Zeo masih diam; menunggu ucapan Zoora selanjutnya.
"Nanti besok kalian semua bakal nangis, dan juga fitnah tentang Zoora bakal terungkap. Terus nanti Arzen minta maaf sama Zoora." tungkas Zoora.
"Kenapa bisa ngomong kayak gitu?"
"Gatau. Zoora cuma ungkapin apa yang ada dikepala, Zoora." Zeo mengusap surai hitam Zoora dengan lembut, ia tak membalas ucapan Zoora. Entah kenapa perasaannya sekarang juga ikut merasakan apa yang Zoora rasakan.
"Udah nggak usah dipikirin. Mungkin itu cuma perasaan lo doang."
"Eh ini kenapa? Ada acara peluk-pelukan."
Zoora dan Zeo dikejutkan dengan suara dari arah pintu masuk. Mereka mengurai pelukannya dan melihat siapa yang baru saja datang.