Selesai + belom direvisi
"Gue mohon sama lo! batalin pernikahan ini! gue gak kenal sama lo, begitupun lo gak kenal sama gue." Tegas Arzen kepada Clazoora.
"Idihh, gue juga gak mau kali nikah sama lo! mending gua gak nikah seumur hidup daripada haru...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
22. Teman masa kecil
───
Sudah satu minggu Arzen dirawat, dan satu minggu pula Zoora tak menampakkan dirinya, baik disekolah maupun sekedar menemui orang tuanya. Entah kemana Alexa membawa Zoora.
Hari ini Arzen sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Dokter mengatakan jika tidak terdapat cedera parah, itulah Arzen diperbolehkan pulang dengan catatan meminum obat dengan teratur dan jangan terlalu melakukan aktivitas yang berat-berat.
"Gimana? Udah semua?" tanya Chandra.
Arzen mengangguk. "Kek 'nya udah semua, Pa. Nggak ada yang ketinggalan."
"Yaudah, ayok, kita keluar. Semua udah nunggu. Oh iya, kamu mau jalan atau pakai kursi roda?"
"Jalan aja, Pa." Chandra mengangguk lalu mereka mulai keluar dari ruang rawat.
"Udah mendingan, Zen?" tanya Tasya saat Arzen dan Chandra sudah berada diluar rumah sakit.
"Udah, Ma. Arzen udah mendingan kok, kata dokter tinggal tahap pemulihan aja." jawab Arzen.
"Ini kita mau kerumah Arzen dan Zoora atau kerumah mu Chandra?" tanya Marvel.
"Kita kerumah Arzen dan Zoora." jawab Chandra.
Arzen menatap Chandra. "Nggak! Arzen mau kerumah Papa aja, nggak mau kerumah Arzen." tolak Arzen.
"Arzen... Papa memberikan jawaban bukan pertanyaan. Jadi, ikuti saja." tegas Chandra dan Arzen hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar; tidak bisa menolak ucapan Papa 'nya.
Sekitar setengah jam perjalanan, akhirnya sekarang dua keluarga itu telah sampai dikediaman Arzen. Mereka masuk kedalam rumah dan mendudukkan diri dikursi ruang tamu.
"Pa, Mom, Ma, Pa, Arzen langsung kekamar aja, ya, mau istirahat. Kalian kalo mau cemilan ada didalam kulkas." ucap Arzen dan diangguki oleh mereka.
"Apakah kalian sudah menemukan dimana Zoora sekarang?" tanya Vanya ketika Arzen sudh masuk kedalam kamar.
Tasya menggeleng, "belum. Bahkan Zeo mencoba untuk menelpon Zoora, tapi nomor Zoora tidak aktif selama seminggu ini."
Mereka menghembuskan nafas secara kasar. Kemana Alexa membawa Zoora pergi?
Sedangkan posisi Arzen.
Ia menatap kamar yang selama seminggu tidak ia tempati. Kamar yang biasanya tempat ia dan Zoora tiduri, mengerjakan tugas kantor Arzen, atau bersantai, dan sebagiannya. Tapi hari ini sangat berbeda, karena hilangnya satu orang, yaitu─Zoora─perempuan pemilik manik berwarna cokla gelap yang Arzen sukai.
Arzen berjalan kearah meja yang biasanya tempat Zoora mengerjakan tugas sekolah atau sekedar membaca buku novel.
Ia mendudukkan dirinya dikursi dan membuka sebuah laci kecil. Arzen mengambil sebuah gelang manik-manik berwarna pink dan berbandul bulan sabit warna merah dan sebuah foto polaroid yang berisi anak laki-laki dan perempuan yang tersenyum bahagia.