Selesai + belom direvisi
"Gue mohon sama lo! batalin pernikahan ini! gue gak kenal sama lo, begitupun lo gak kenal sama gue." Tegas Arzen kepada Clazoora.
"Idihh, gue juga gak mau kali nikah sama lo! mending gua gak nikah seumur hidup daripada haru...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
43. Zoora versi ngidam
——
"Nghh."
Zoora menggeliat dalam tidurnya, saat merasakan ada sesuatu yang menimpa perutnya. Sebuah tangan seseorang yang sudah Zoora ketahui milik siapa, dengan hati-hati ia menyingkirkan tangan Arzen dari atas perutnya.
Zoora menengok kearah nakas.
23.45
"Pengen mie ayam..." gumam Zoora.
Ia menoleh kearah suaminya yang terlihat lelap dalam tidurnya. Ingin membangunkan, tapi ia tidak tega. Tapi, ini juga demi kemauan anaknya.
Baiklah. Demi anaknya.
"Zen," panggil Zoora. Ia menepuk-nepuk pipi Arzen; berharap suaminya itu terbangun.
"Arzen... bangun. Aku pengen sesuatu."
Tidak ada sahutan.
"Arzen! Bangun, ih! Aku kayaknya ngidam, deh. Bangun dulu...," rengeknya.
Dengan rasa kantuk yang masih dominan, Arzen dengan perlahan membuka kedua kelopak matanya.
"Kenapa, hm?"
"Aku pengen mie ayam....," ucap Zoora.
"Ngidam?" Zoora mengangguk.
Arzen mengusap matanya, lalu mengambil ponsel untuk melihat jam.
"Udah malem. Nggak bisa besok?"
"Tapi aku mau sekarang... mau sekarang," pinta Zoora.
"Udah malem gini, mau cari kemana?" tanya Arzen.
"Ya, cari lah! Pokoknya aku mau sekarang! Kalo kamu nggak mau nyariin, tidur di luar! Jangan tidur disini!" marah Zoora.
Arzen yang mendengar ucapan Zoora barusan jadi gelagapan sendiri. Bisa uring-uringan dia, kalau ia benar-benar tidur di luar.
Tidak. Tidak bisa.
Arzen mengangguk, ia menyingkap selimutnya dan berjalan kearah kamar mandi untuk membasuh muka terlebih dahulu.
Sekitar lima menit, Arzen keluar dengan jaket yang sudah membungkus tubuh atasnya.
"Mau berapa porsi?" tanya Arzen.
"Satu porsi aja. Sama martabaknya juga, kalo ada." Arzen mengangguk. Setelah itu ia mengambil kunci mobil diatas meja, lalu ia berjalan kearah istrinya yang masih duduk diatas tempat tidur.
Arzen mengecup pucuk kepala Zoora lama.
"Aku beli makanan dulu. Kamu jangan kemana-mana, mantep disini aja. Pintu aku kunci dari luar, oke?"