Selesai + belom direvisi
"Gue mohon sama lo! batalin pernikahan ini! gue gak kenal sama lo, begitupun lo gak kenal sama gue." Tegas Arzen kepada Clazoora.
"Idihh, gue juga gak mau kali nikah sama lo! mending gua gak nikah seumur hidup daripada haru...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
17. Acara sekolah
───
"Zen, udah belum?" tanya Zoora.
"Bentar! Lagi masang dasi!" teriak Arzen karena posisinya Arzen sedang berada dikamar dan Aurora berada di lantai bawah.
"Cepetan! Kita udah mau telat! Kata temen-temen aku mereka udah nyampe!"
"Iya sayang! Bentar lagi!"
Tunggu!
Seperti ada yang aneh, tapi apa ya?
Aku?
Sayang?
Tadi Zoora memakai kata 'aku' dan Arzen memanggil Zoora dengan sebutan 'sayang', pertanda apa ini?
Terdengar suara langkah yang menuruni tangga dengan terburu-buru.
"Ayo. Aku udah selesai,"
Zoora mendongak, "lama tau gak aku nunggunya. Emang kamu ngapain aja didalam kamar? Semedi?"
Arzen terkekeh lalu berjalan kearah dimana Zoora duduk, Arzen merangkul bahu Zoora.
Semenjak kejadian dimana Arzen mengungkapkan perasaannya kemarin tidak ada lagi rasa canggung diantara mereka. Dan mereka juga mulai menggunakan kosa-kata 'aku-kamu'.
Kalo kata Arzen gini "Mulai sekarang kita harus manggil dengan sebutan 'aku-kamu' ya, biar sopan dan enak didengar. Biar juga aku makin sayang sama kamu,"
Jadi gitu ceritanya.
"Jangan marah dong, nanti cantiknya ilang loh. Nanti kalo cantiknya ilang, aku cari yang lain. Gimana?" goda Arzen.
Zoora yang mendengar perkataan Arzen membulatkan matanya, lalu ia berdiri dari duduknya dan menatap tajam Arzen.
"Cari aja sana! Nanti malam kalo mau tidur, tidur sendiri. Jangan minta peluk, peluk aja guling." setelah mengatakan itu Zoora berjalan keluar dari rumah.
Arzen menjadi panik sendiri sekarang, bagaimana bisa ia tidur kalo tidak dipeluk dengan pelukan hangat Zoora.
Ia berlari mengejar Zoora yang pasti sudah menunggu dirinya dimobil.
•••
Mobil Lamborghini berwarna hitam memasuki area sekolah AHS, para siswa/i yang berada di sekitaran parkir tidak dapat mengalihkan pandangan mereka dari mobil tadi.
Sedangkan didalam pemilik mobil mereka hanya acuh.
"Mereka pada liatin kita," ucap Zoora.
Arzen mengangguk, "biarin aja lah. Ayo keluar." Arzen keluar terlebih dahulu lalu mengitari mobil dan membuka pintu sebelah kiri.