Selesai + belom direvisi
"Gue mohon sama lo! batalin pernikahan ini! gue gak kenal sama lo, begitupun lo gak kenal sama gue." Tegas Arzen kepada Clazoora.
"Idihh, gue juga gak mau kali nikah sama lo! mending gua gak nikah seumur hidup daripada haru...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
43. Bahagia sesungguhnya
——
Anak adalah sebuah anugrah terindah yang paling ditunggu dalam sebuah pernikahan. Setiap pasangan pasti sangat mengharapkan hadirnya malaikat kecil itu. Mesti terkadang ada pasangan yang tidak dipercaya untuk memiliki keturunan.
Tapi, terkadang ada juga yang sudah diberi kepercayaan untuk merawat, membesarkan, serta mengajarkan hal-hal baik kepada malaikat kecil itu. Justru, hanya dibuang sia-sia.
Jika ada anak yang diharapkan dalam keluarganya. Maka, ada juga anak yang tak diharapkan kehadirannya.
Sakit.
Anak yang tidak bersalah, tapi selalu disalahkan kehadirannya. Tapi tetap bertahan. Mereka, termasuk ke dalam golongan anak-anak hebat.
Zoora menatap orang-orang didepanya dengan pandangan haru. Keluarga Alexander dan Xavier sekarang, sedang diterjang rasa bahagia.
Setelah ia dan Arzen menyampaikan kabar gembira tadi, dua keluarga itu langsung heboh. Kehadiran anaknya, membuat senyum dua keluarga itu mengembang dengan manis.
Zoora menoleh dengan alis terangkat. "Kenapa, Mom?"
"Inget apa kata Mommy tadi. Jangan ngelakuin hal-hal yang berat, jangan banyak pikiran, mendam semuanya sendiri apalagi. Kalo kamu pengen sesuatu, suami kamu ada. Arzen bisa menuhin kemauan kamu, kalo dia nggak mau, paksa aja. Atau nggak, lapor sama Mommy, biar Mommy gedeg itu anak," kata Vanya pada Zoora.
Zoora hanya menanggapinya dengan senyuman. Sedangkan Arzen yang kebetulan berada disamping Zoora, hanya bisa merengut. Tega sekali Mommy-nya itu.
Arzen menoleh kearah Vanya sekilas, setelah itu ia kembali melanjutkan memakan kue kering yang berada didalam toples itu.
Vanya sama sekali tidak tersinggung dengan perilaku anaknya barusan. Malahan ia gemas sendiri dengan tingkah anak tunggalnya itu.
Arzen Lexio Alexander. Nama itu. Nama yang membuat Vanya dan Chandra resmi menjadi orang tua yang sesungguhnya. Anak laki-laki pertama yang mereka ajarkan cara berjalan, berbicara, bersikap sopan, dan banyak hal positif lainnya.
Kenapa Vanya dan Chandra hanya memiliki satu anak? Padahal usia mereka masih terbilang muda. Lagian, kalau misal Vanya mengandung lagi, itu tidak akan membuat mereka miskin karena biaya persalinan. Jawabannya, karena Arzen.
Arzen yang meminta mereka untuk tidak membuatkan nya seorang adik. Arzen merasa, jika suatu saat nanti, ia memiliki adik, pasti kasih sayang orang tuanya pasti akan terbagi dengan adiknya. Dan Arzen nggak mau terjadi hal itu terjadi.