BAB 39 || Perkara Durian

338 8 0
                                        

VOTE DAN KOMEN MAS BROHHH

VOTE DAN KOMEN MAS BROHHH

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

39. Perkara Durian

——

"BIAN! ITU MAKANAN GUE SETAN! JANGAN LO AMBIL!"

"TINGGAL AMBIL LAGI DIDALAM KULKAS! SUSAH AMAT IDUP LO!"

Ingin rasanya Jarvis menjedotkan kepala Bian ke tembok dirumah Arzen.

Bagaimana Jarvis tidak kesal coba? Ia sudah capek-capek buat mie dengan telor mata sapi diatasnya, dan dengan entengnya Bian membawa mangkok bersisi mie itu keruang tengah, dimana disana sudah ada para sahabatnya dan juga sahabat Zoora, mines Zeo. Ia tidak ikut kerumah Arzen karena ada pekerjaan yang mengharuskan ia ikut dengan Papa-nya kekantor.

Oh iya, satu lagi. Zico, Zei dan Zio juga ikut meramaikan rumah Arzen.

Zico yang kemarin ada dirumah Oma-Opanya, sudah dikembalikan kepada Jarvis, karena Oma-Opanya ada kerjaan yang mendadak, dan mengharuskan mereka kembali ke Surabaya.

"Abang! Danan teliak-teliak! Tuping Dito adi atit!"

[Abang! Jangan teriak-teriak! Kuping Zico jadi sakit!]

Jarvis menatap Adiknya dengan cengiran.

"Maapin Abang atuh, Dek. Lagian itu Abang Bian main comot aja makanan Abang," adunya pada Zico yang duduk anteng dipangkuan Arzen.

Zico menatap Bian yang berada didepannya dengan mata yang menyipit. "Abang Ian! Ndak bole ambil matanan Abang Avis! Tata duru dicekolah Dito, talo ambil matanan olang tapa ijin itu, utumnya dosa. Emang Abang Ian mau dapet dosa? Talo Abang banak dosa, bisa macuk nerata," celoteh Zico dengan gaya cadelnya.

[Abang Bian! Nggak boleh ngambil makanan Abang Jarvis! Kata guru disekolah Zico, kalo ngambil makanan orang tanpa izin itu, hukumnya dosa. Emang Abang Bian mau dapet dosa? Kalo Abang banyak dosa, bisa masuk neraka.]

Sebenarnya Bian sedikit tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Adiknya Jarvis. Zei dan Zio tertawa melihat wajah bingung Abang mereka.

"Muka Abang lucu! Masa Abang nggak ngerti sama omongan Zico? Dodol!" sindir Zio. Setelah itu ia tertawa bersama kembarannya.

Bian mengumpat dalam hati. Adik-adik lucnut memang.

Bian beranjak; menjauh dari kedua Adik kembarnya. Ia duduk disamping Galaksi yang sedang menyuapi Letta dengan puding buatan Zoora.

Ya, Letta sedang ngidam. Dia ngidam sama puding susu buatan asli dari Zoora, dan dengan senang hati Zoora membuatkan sahabatnya yang sedang mengidam buat keponakannya itu.

Setelah itu Bian memakan mie hasil nyolong nya dengan khidmat, tanpa memikirkan Jarvis yang sudah susah payah membuat mie itu.

"Zico suka film itu?" tanya Arzen pada Zico yang masih duduk anteng diatas pahanya.

ARZOO || PERJODOHAN || [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang