BAB 30 || Kembali kerumah

621 15 0
                                        

Malming gengssss💫

Wihhh, ga nyangka udh bab 30 aja, moga2 cerita ini bisa sampe end

Vote brow, jangan pelit2 🙊

“Jika ada yang lebih indah dari sunset, berarti itu adalah matamu yang membentuk bulan sabit ketika tersenyum

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jika ada yang lebih indah dari sunset, berarti itu adalah matamu yang membentuk bulan sabit ketika tersenyum.”

—Arzen Lexio Alexander —

30. Kembali kerumah

——

Saat ini; didalam ruangan Zoora. Dipenuhi oleh rengekan, siapa? Zoora sendiri. Dari tadi pagi, Zoora terus merengek ingin dipulangkan. Para orang tua dan Arzen sudah kuwalahan membujuk Zoora.

"Ayolahh... Zoora mau pulang... Zoora udah bosen dirumah sakit terus. Zoora mau ngerasain suasana rumah lagi."

"Sabar, sayang. Kita tunggu dokter cek keadaan kamu dulu. Kalo dokter ngebolehin kamu pulang, baru kita pulang."

"Zoora mau sekarang, Ma. Zoora mau sekarang! Kalo nggak, Zoora cabut infusnya." ancam Zoora.

Semua jadi panik melihat Zoora bersiap-siap akan mencabut infusnya.

Arzen mencegah. "Jangan dilepas. Kalo kamu lepas infusnya, kamu nggak akan diizinin pulang sama dokter. Mau kamu nggak diizinin pulang? Mau dibius kayak waktu itu lagi?" Zoora menggeleng. "Makanya, jangan dilepas, ya. Kita tungguin dokter. Nih, kita nonton film kesukaan aku aja. Aku udah download banyak."

"Rainbow Ruby?" Telinga Arzen memerah mendengar Zoora menyebut film kesukaannya secara terang-terangan.

"Masih suka film itu, Zen? Papi kira kamu nggak suka lagi," kekeh Chandra.

Tolong! Siapapun tolong Arzen! Ia sungguh malu sekarang!

Arzen berdehem, mencoba untuk menghilangkan rasa malunya.

"Suka-suka Arzen lah. Nonton juga pake kuota sama ponsel Arzen. Ayo, Zoor, kita nonton. Jangan dengerin orang tua ngomong, nanti kita ikutan jokes mereka."

Para orang tua terkekeh mendengar ucapan Arzen, walau Arzen sedang mengejek mereka, tapi mereka tau bahwa Arzen hanya bercanda.

Ditengah kesibukan mereka, tiba-tiba pintu ruangan Zoora terbuka dan menampilkan seorang wanita paruh baya.

"Assalamualaikum..."

"Waalaikumsalam," sahut mereka.

"Bunda?"

Bunda? Siapa?

"Ngapain Bunda kesini? Leo mana?" tanya Zoora.

Ya. Yang datang adalah Bunda dari Leo.

ARZOO || PERJODOHAN || [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang