Selesai + belom direvisi
"Gue mohon sama lo! batalin pernikahan ini! gue gak kenal sama lo, begitupun lo gak kenal sama gue." Tegas Arzen kepada Clazoora.
"Idihh, gue juga gak mau kali nikah sama lo! mending gua gak nikah seumur hidup daripada haru...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
26. Hampir pergi
───
Tepat pada hari ini; satu bulan sudah Zoora kecelakaan dan mengalami koma. Selama sebulan tidak ada kemajuan sama sekali dengan keadaan Zoora, masih sama seperti sebulan lalu.
Seluruh anggota keluarga Zoora dan Arzen, juga sahabat mereka semuanya berkumpul didepan ruangan Zoora berada. Tuan Gara dan Nyonya Tyas juga belum pulang, mereka benar-benar menunggu cucu kesayangan mereka sadar dari komanya.
Satu bulan Zoora dirawat dirumah sakit, maka satu bulan juga Arzen tidak masuk sekolah. Kedua orang tuanya sudah berusaha keras untuk menyuruh Arzen kembali bersekolah, namun Arzen menolak keras, ia berjanji tidak akan sekolah sebelum Zoora sadar.
Keadaan Arzen sekarang jauh dari kata baik, sangat berantakan dan tak terawat. Rambut yang mulai memanjang, tatapan sayu seperti banyak beban, otot-otot badannya yang mulai menghilang. Sungguh bukan Arzen saat baru pertama kali ada didalam cerita bukan?
Untuk soal Dina? Mereka belum mengurus itu, mereka masih membiarkan Dina berkeliaran dengan bebas sampai akhirnya mendekam dibalik jeruji besi.
Ceklek...
Dokter yang baru saja selesai memperiksa keadaan Zoora keluar dari dalam ruangan diikuti oleh seorang Suster dibelakangnya.
"Gimana keadaan anak saya, Dok? Apakah ada perkembangan?" tanya Marvel.
Dokter Dion menggeleng pelan. "Tidak ada, Tuan. Keadaan Nona Zoora masih sama seperti sebulan terakhir."
Arzen yang mendengar hal itu menggeram marah, ia menarik kerah baju dokter Dion dengan kuat.
"Lo niat jadi dokter nggak sih?! Masa selama sebulan ini tidak ada perkembangan sama keadaan Zoora! Berenti aja lo jadi dokter!!"
Para sahabat Arzen langsung menjauhkan Arzen dari dokter Dion sebelum keadaan semakin kacau.
"Tenangin diri lo, Zen. Kita dengerin dulu penjelasan dari dokter Dion. Jangan langsung emosi 'kek gini, gue tau lo khawatir sama keadaan Zoora, kita semua khawatir. Tapi apa dengan lo emosian kayak gini bisa buat Zoora sadar? Nggak 'kan? Jadi gue mohon, tenangin diri lo." ujar Zeo.
Arzen menarik nafasnya perlahan; mencoba untuk mengatur emosinya.
"Udah tenang?" Arzen mengangguk.
"Jadi gimana keadaan menantu saya, dokter?" tanya Chandra.
"Seperti yang saya bilang kepada Tuan Marvel tadi, Tuan Chandra. Bahwa keadaan Nona Zoora masih sama seperti sebulan terakhir. Tidak ada perkembangan sama sekali dengan keadaan Nona Zoora." ulang dokter Dion.
"Apakah harus saya gusur rumah sakit ini? Saya pikir rumah sakit ini adalah rumah sakit terbaik, yang ada diIndonesia. Perlu saya pindahkan cucu saya kerumah sakit lain? Kerumah sakit yang lebih lengkap?" Tuan Gara menatap tajam dokter Dion.