Selesai + belom direvisi
"Gue mohon sama lo! batalin pernikahan ini! gue gak kenal sama lo, begitupun lo gak kenal sama gue." Tegas Arzen kepada Clazoora.
"Idihh, gue juga gak mau kali nikah sama lo! mending gua gak nikah seumur hidup daripada haru...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
29. Semua tau
--
Saat ini didalam ruangan, hanya ada dua orang berbeda gender. Setelah tadi masing-masing orang tua dan sahabat mereka izin untuk kembali kerumah, karena jam sudah menunjukkan pukul 23.59 WIB.
Keadaan disana sangat terasa canggung.
Arzen yang duduk disofa sedang berusaha untuk menahan rasa kantuk yang mulai menyerangnya.
Zoora yang berada diatas brankar belum sepenuhnya tidur, ia melihat kearah Arzen yang duduk disofa.
"Xio...," panggil Zoora.
Arzen yang merasa terpanggil, mendongakkan kepalanya.
"Kenapa? Ada yang sakit? Mau aku panggilin dokter?" Zoora menggeleng.
Arzen mengerutkan dahinya. "Terus?"
"Sini," ajak Zoora.
Dengan langkah ragu, Arzen berjalan kearah brankar Zoora.
"Kenapa?" tanya Arzen saat sudah berada disamping brankar Zoora.
"Tidur disini aja, nanti kalo tidur disofa badan k-kamu sakit."
Deg.
A-apa tadi?
"Nggak usah. Kamu aja yang tidur dikasur, kalo aku ikut tidur disana, takutnya kena infus kamu."
"Nggak akan. Lagian Papa sengaja pilih kasur yang besar, jadi masih muat kok kalo kamu ikut tidur disini. Ayo, daripada kamu tiduran disofa." Bibir Zoora terangkat membentuk senyum tipis.
"Beneran, nggak papa?" tanya Arzen lagi.
Zoora mengangguk mantap. "Nggak. Ayo cepetan." Zoora menggeser posisinya agar Arzen bisa berbaring.
Pada akhirnya Arzen menuruti permintaan Zoora agar ikut tidur diatas brankar.
Arzen sedikit memiringkan tubuhnya, sehingga ia dan Zoora berhadapan.
"Kenapa natap aku gitu?" tanya Zoora.
"Terpesona sama ciptaan Allah yang satu ini," ungkap Arzen.
"Apa jangan-jangan pas Allah nyiptain kamu, Allah lagi bahagia ya? Makanya bisa secantik ini."
Bibir Zoora berkedut menahan senyum. Tidak, ia tidak boleh tergoda oleh omongan buaya disampingnya ini.