¦10¦

244 31 0
                                        

"Assalamualaikum anak-anak." Sapa guru mata pelajaran bahasa Inggris yang bernama Pak Ais. Seluruh anak kelas IPS 3 saat itu menoleh dan langsung kalang kabut kembali ke tempat duduk masing-masing.

"Waalaikumsalam, Pak!" Seru mereka.

"Kalian ini! Sekarang ada jam saya, kan?" Tanya Pak Ais yang hanya bertanya di depan pintu kelas. "Iya Pak!"

Setelah mendengar itu Pak Ais langsung masuk ke dalam. "Hari ini kita uh, kan?" Tanya Pak Ais sembari membuka bukunya.

"Loh, Pak! Bapak ga bilang kalo bakal ada uh?!" Seluruh murid was-was termasuk Frostfire.

"Oh gitu, ya? Ya sudah, hari ini tetap uh tapi kalian boleh tanya kemana aja. Asalkan kalian ga keluar dari kelas," kata Pak Ais. Mata seluruh murid IPS 3 tampak segar mendengar itu.

"Oke, Pak!" Mereka bergegas mengerjakan soal Ulangan Harian yang sudah Pak Ais beri. "Setelah selesai kalian boleh beli-beli, tapi setelah itu harus balik ke kelas."

Setelah mengatakan itu, Pak Ais kembali ke mejanya melakukan aktivitasnya yaitu—tidur.

Setelah melalui beberapa kali jam pelajaran, bel pulang berbunyi. Seluruh murid di SMA 1 Monsta Bangsa bergegas pulang karena lelah.

Eh, apa aku pernah bilang nama SMA mereka? Nah, itu sudah ku kasih tau. Ingat ya, ga ada 'Negeri' nya.

Frostfire duduk sembari memainkan Hp-nya menunggu jemputan. Ditemani Glacier dan Api. Yah, Frostfire cuma jadi nyamuk, ditengah-tengah Api dengan Glacier yang banyak ngomongnya.

Setelah Glacier dijemput, Api kembali diam ikut menunggu jemputan. Mereka ni sepupu tapi serasa saudara yang pulangnya selalu bareng.

"Itu mobilnya!" Seru Api menarik tangan Frostfire yang belum siap berdiri. Jadilah Hp Frostfire jatuh sampai kacanya pecah.

"A-Api, Hp ku ...." Frostfire tergagap. Sebenarnya ia bisa beli lagi, tapi dia sedang berbincang dengan salah satu orang yang berusaha menghancurkan perusahaan ayahnya.

"Ma-maaf," kata Api yang juga ikut kaget. Frostfire menekuk mukanya kesal. "Maaf," kata Api lagi. Frostfire mengangguk kecil, tapi dalam hati dia masih kesal.

"Frostfire!" Teriak seseorang padanya. Frostfire yang sedang melihat-lihat Hp-nya dikejutkan dengan suara teriakan. "Apa Yah?" Tanya Frostfire saat melihat siluet manusia diambang pintu.

"Sini kamu! Ayah dengar kamu akhir-akhir ini jarang masuk les memanah, apa kau sudah tidak ingin mengikuti les itu? Apa kau tau, diluar sana kamu dikenal dengan keunikan mu saat memanah." Ayah Frostfire menatap garang Frostfire.

Frostfire pikir Ayahnya aneh. Ibu dan Ayahnya memiliki standart tinggi di dunia pendidikan. Mereka tak pernah melarang Frostfire untuk mengikuti les apa pun, kegiatan apa pun itu selama itu memberi nilai tambahan dalam penilaian orang lain. Seperti halnya les memanah, mereka tak rela sebenarnya, biar Frostfire fokus dengan pendidikannya. Tapi seiring waktu berjalan, Frostfire dikenal dengan kelihaiannya dalam memanah.

Frostfire menatap polos Ayahnya, "Em, Frostfire hanya lelah sedikit, Ayah. Frostfire sudah minta cuti sebulan, kok, sama pelatihnya. Ayah bisa kasih tau ke orang-orang kalo Frostfire sekarang lagi sibuk dan sudah minta cuti sama pelatihnya." Jawab Frostfire.

Sang Ayah mengangguk lalu pergi meninggalkan anaknya sendiri di dalam kamar. Frostfire menghela nafas lelah, dia henar-benar lelah menjalani hidup sekarang. Ditambah lagi dia harus mengejar rangking eligible dan juga belajar untuk UTBK.

BRAKK!!

"FROST! API KUMAT LAGI!"

–––

Human Sides [Tamat] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang