¦8¦

224 31 0
                                        

"ANNYEONG GUYS!" Teriak Gentar histeris. Saat ini sudah masuk waktu makan siang di sekolah. Gentar saat ini tidak masuk dengan alasan sakit.

Mereka semua menatap Gentar yang tengah video call dengan Sopan. Sopan terkekeh menyandarkan Hp-nya dibotol minum miliknya agar ia bisa makan, tangan kirinya masih sakit akibat keseleo kemarin, jadinya ia taruh aja Hp-nya.

"Weh! Katanya lu sakit? Kenapa semangat sekali, hah?" Tanya Sori dengan tatapan anehnya melihat Gentar yang begitu semangat sekali.

"Sakit harusnya itu lemes, ga semangat kek lu," kata Api dengan dahi mengkerut.

Iya, Api. Api sepupunya Frostfire. Anak itu bersekolah ditempat yang sama dengan Frostfire. Hanya beda kelas saja. Jika Frostfire di kelas IPS 3, maka Api di IPS 2. Berbeda dengan Glacier di IPS 1. Anak pinter si Glace.

"Kalian, ya! Gentar itu wonderman, dia itu kuat tau!" Bela Sopan. Gentar mengangguk menyetujui ucapan Sopan. "Cepet sembuh, Gen!" Glacier tersenyum kecil menyemangati Gentar. Gentar mengangguk lalu terisak kecil menanggapi ucapan Glacier.

"Jadi gini, ya, diperhatikan sama Glace. Biasanya cuek," celetuk Gentar membuat Glacier menatap kesal Gentar. Mereka semua terkekeh melihat itu.

"Sakit apa, Gen?" Tanya Frostfire. Pasalnya, Frostfire baru mendengar kabar Gentar sakit sampai tidak masuk sekolah, baru kali ini, kelas 12 ini, dia baru mendengar kalau Gentar izin sakit.

"Demam biasa. Tadi Dokter cek sudah membaik. Sekarang lagi masa pemulihan, besok paling masuk," kata Gentar menjawab pertanyaan Frostfire. Frostfire mengangguk mengerti.

"Pertama kali dengar Gentar sakit, sampe kasih surat izin dokter." Frostfire memanyunkan bibirnya ke depan, menatap polos temannya itu. "Ya, gitu lah." Balas Gentar.

"Udah, Gen. Kamu istirahat aja udah. Biar besok bisa sekolah lagi," ucap Sopan.

"Tangan mu sakit, ya, Pan?" Tanya Gentar saat melihat pergerakan tangan kiri Sopan yang kaku. Sopan menatap pergelangan tangannya lalu mengangguk.

"Habis keseleo kemarin."

"Emang Adudu minta dibaku hantam! Sakit banget kah?"

"Lu sepertinya yang minta dihantam, Gen. Sudah tau sakit masih ditanya lagi! Ya, sakit banget lah!" Bukan, bukan Sopan yang marah, tapi Api. Gentar tersenyum miris.

"Memang gimana rasanya sakit?" Gentar terkekeh. Sedari kecil ia selalu bertanya tentang itu. Bagaimana rasanya sakit? Rasanya panas? Rasanya dingin?

"Lu_"

"Udah, Bang! Kita matikan dulu telfonnya, ya, Gen? Sebentar lagi bel masuk bunyi," Sopan mematikan telefonnya secara sepihak setelah melihat Gentar mengangguk pelan. Sopan menatap khawatir teman-temannya.

"Di-dia, maksudnya apa?" Tanya Api yang tampak membeku dengan pertanyaan Gentar.

"Eh, dia istimewa, Bang. Kaya Hulk. Dia ga bisa ngerasain sakit, atau panas dan dingin." Jawab Sopan lirih. Mereka semua mengedip bingung. Dia baru menemukan orang yang seperti itu.

"Terus dia izin sakit," Tanya Sori. Sopan menggeleng. "Dia memang sakit. Tapi dia ga bisa ngerasain rasa sakitnya." Jawab Sopan lagi. Sopan menatap seluruh temannya. Ia pikir mereka berlima bisa menjaga hal ini.

"Karena itu dia selalu pergi ke Dokter buat cek kondisi tubuh setiap hari. Dari fisik luar sampe organnya dicek semua sama dokter." Jelas Sopan. Mereka melongo tak percaya.

"Ja-jadi, dia hari itu ada luka di pipinya. Ta-tapi sama dia malah ga sengaja digesek," kata Sori terbata-bata. Sopan mengangguk.

"Dia ga tau kalo itu bahaya. Hidupnya cuma berputar disana. Tugasnya hanya bertahan hidup selama mungkin."

–––

"Gentar kesayangan kelen udah combek nih!" Seruan Gentar menggema keseluruh penjuru lorong. Memilukan telinga mereka dengan suaranya yang sedikit, PD.

Kelima, eh, maksudnya keenam makhluk yang berkumpul dilorong IPA menatap Gentar, temannya, yang baru saja.

"Lihat, kan. Hari ini guweh sekolah lagi. Welcombek Babang juragan ayam!" Gentar melambaikan tangannya kearah Api yang melihatnya tidak senang. Juragan ayam katanya? Ya, memang benar si dia juragan ayam, tapi ga usah diperjelas juga dong!

"Lu iri, ye, gue jadi jurangan ayam? Pasti lu juga mau, kan?" Julid Api yang membuat Gentar shick shack shock dengarnya.

"Istighfar, Bang! Jangan sombong! Sombong itu termasuk penyakit hati. Istighfar Bang, biar terhindar dari penyakit hati!" Seru Sopan dengan senyuman mematikan khasnya.

Cewe-cewe yang lihat senyuman Sopan langsung tepar dilorong.

"Astagfirullah! Maafkan hamba Ya Allah." Api menengadahkan tangannya meminta maaf. Ya, sengaja sama dia dilebih-lebihkan.

"Kalau bisa istighfarnya berkali-kali."

"Panggilan kepada Bang Supra. Tadi dicari pak Kepsek di depan. Katanya disuruh langsung keruangannya." Ujar salah satu murid yang tidak Supra ketahui setelahnya memberikan kedipan manja ke arah Supra. Supra yang diperlakukan begitu hanya menerobos murid perempuan itu dengan wajah datar tak memperdulikan anak itu.

"Wedeh! Supra dingin amatz gengs!" Celetuk Frostfire yang membuat mereka geleng-geleng kepala.

Urusan dipanggil ke ruang Kepsek tidak terjadi hal heboh. Karena seantero sekolah tau, jika Supra adalah anak dari Bapak kepala sekolah.

–––

"Kenapa Papa panggil aku?" Tanya Supra menatap datar sang Papa. Papanya adalah seorang kepala sekolah dari tempatnya bersekolah.

Kedua orang tua Supra sudah cerai dari 5 tahun lamanya. Dan sang Papa memilih menikahi orang yang Supra anggap sebagai selingkuhan Papanya lalu meninggalkan mamanya yang masih bucin dengannya.

"Begini, Papa ingin kamu ikut tinggal bersama dengan Papa. Kamu pasti merindukan Petir, kan?" Tanya sang Papa menatap Supra berusaha membawa anaknya itu kedalam keluarga barunya.

"Supra tidak akan pernah meninggalkan Mama, Pa." Setelahnya Supra memilih berjalan keluar dari ruang kepala sekolah dan meninggalkan Papanya. Selalu saja pertanyaan itu yang ditanyakan oleh Papanya.

"Eh, ngapain dari ruang Kepsek? Apa kata bokap lu?" Seseorang menghadang jalannya untuk pergi dari area Kepsek.

"Ga ada urusannya sama lu," Setelahnya Supra meninggalkan orang yang berdiri didekat pintu ruang kepala sekolah.

"Padahal, kan, cuma tanya."

Tring!

"Iya, Kak Petir? Gue masih di sekolah, ntar tar lagi pulang." Setelahnya orang tersebut berjalan meninggalakan ruang kepala sekolah.

...

Kalo ada yang ngeh, pasti tau siapa orang yang ngehadang Supra waktu baru keluar dari ruang Kepsek.

Human Sides [Tamat] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang