¦13¦

198 29 2
                                        

Glacier menatap rumah Gentar yang tampak begitu mewah. Sepertinya ia masih belum melihat rumah Supra dan Frostfire yang besarnya lebih dari ini.

"Welcome to my house!" Seru Gentar berjalan mundur sembari merentangkan tangannya menunjukkan rumahnya kepada teman-temannya.

Glacier dan Sori menatap rumah itu dengan tatapan kagum saat melihatnya. Frostfire, Api, juga Sopan tampak biasa saja. Berbeda dengan Supra yang menatap rumah itu dengan tatapan tak percaya.

"Lu yakin ini rumah lu?" Tanya Supra tak percaya. Gentar mengangguk antusias menanggapinya. "Iya dong! Ini rumah ku. Dari kecil aku besar di sini." Jawab Gentar.

"Artinya, lu Adik tiri Bang Petir?" Supra mendelik tak percaya. Ia mengikis jarak antara wajahnya dan wajah Gentar demi menatap manik perpaduan warna ruby dan emas itu untuk mencari kebohongan disana.

Gentar mengedip beberapa kali lalu menyeringai. Ia bersedekap dada dan memajukan wajahnya membuat jaraknya semakin terkikis.

"Menurut lu?" Tanya Gentar memanas-manasi Supra. Gigi Supra bergemelatuk kesal. Ia membenci keluarga Ibu tirinya. Dada Supra kembang kempis menahan emosi. Ia tak percaya anak yang ia anggap sebagai teman dekatnya ternyata adalah anak dari Ibu tirinya.

"Lu!" Supra menunjuk bahu Gentar kesal. Sampai akhirnya adu tatap itu ia putuskan lebih dulu sebelum dirinya keluar batas.

Gentar terkekeh kecil menertawai Supra. "Tenang, gue ga suka Bapak lu. Lu juga ga suka Ibu gue. Jadi impas," kata Gentar. Mereka berlima saling tatap bingung. Apa maksud Supra dan Gentar?

Gentar berjalan masuk ke dalam rumahnya. Mempersilahkan mereka untuk duduk dan menghabiskan waktu nongkrong mereka sebelum waktunya salat Jum'at. Sopan juga sudah izin ada kerja kelompok dengan temannya, jadi ia diperbolehkan pulang sedikit terlambat.

"Kenapa kalian malah berantem tadi?" Tanya Sori bingung. Supra membuang muka enggan menjawab pertanyaan Sori.

"Oh, itu, selama ini gue itu Adik tiri Supra."

Mereka semua menganga tak percaya.

"Really?" Tanya mereka bersamaan. Gentar mengangguk kecil mendengarnya.

"Bapak kandung gue udah koid dari 5 tahun lalu. Ibu gue jadi janda. Tapi tiba-tiba bapaknya Supra dateng terus malah pepetin Ibu gue sampe kepincut." Jelas Gentar.

"Papa gue ga bakal nikah lagi kecuali Ibu lu yang ngedeketin Papa." Sanggah Supra.

"Hey! Kenyataannya Bapak lu dulu yang dateng!"

"Ibu lu yang kecentilan!"

"Bapak lu yang ganjen!"

Glacier menatap jengah pertengkaran ini. Ia sudah pernah merasakan saat Ayahnya selingkuh saat ia masih kecil. Dia benci harus berhadapan dengan kasus ini.

Sori mengerutkan bibirnya bingung. Ia tidak berani jika melihat temannya berdebat dihadapannya. Api dan Frostfire menatap tidak enak. Pasalnya ortu mereka selalu adem ayem ga ada masalah kaya gini. Sedangkan Sopan menggigit bibirnya merasa kasihan dengan mereka.

"Kalian jangan berdebat!" Seru Sopan dengan nada yang sedikit bergetar. Supra melempar bantal sofa ke muka Gentar membuat mereka semua terkejut begitu juga Gentar.

"Gue mau pulang aja," katanya lalu keluar sembari mengambil kunci mobilnya. Gentar mengendikkan bahu tak peduli walaupun dalam hati kecilnya ia sedikit menyesal.

Belum Supra keluar dari pintu rumah Gentar, mereka mendapati seorang laki-laki berbadan tegap sembari membawa tas dengan baju santai seperti anak kuliahan.

Human Sides [Tamat] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang