19

925 94 4
                                        

🌌 Sky and Ocean 🌊

.
.

"MAWARRR!!" Dua gadis yang datang menghampiri Mawar dengan tergesa gesa itu lalu menyodorkan ponsel salah satu milik mereka kepada Mawar.

"Kenapa lo pada?? Pasti berita ter hot lagi kan??" Tebak Mawar.

Jennie dan Ishara mengangguk sepakat, kemudian keduanya saling bertatapan sekilas.

"Tapi, lo jangan teriak teriak ataupun nangis kejer ya, War." Kata Ishara sembari mengipasi gadis itu.

Mawar mengerutkan keningnya heran. "Maksud?? OHH gue tau! PASTI ADA HUBUNGANNYA KAN SAMA GIBRAN??!"

Kedua gadis itu mengangguk sepakat. Jennie kemudian menyalakan layar ponselnya, dan memberikan handphone itu pada Mawar.

"AAA!! INI KAN MOBIL GIBRAN?? TRUS KENAPA ADA CEWEK YANG MASUK KESANA??" Teriak gadis itu heboh.

Keduanya yang sudah tau akan serangan teriakan maut itu telah siaga menutup kedua telinga mereka.

"POKOKNYA, BERITA INI HARUS TERSEBAR! GUE MAU JAMBAK CEWEK ITU KALAU GUE TAU DIA SIAPA!"

"Iya, itu makanya sekarang juga kita harus masukin berita ini ke Tweet sama Instagram!" Imbuh Jennie.

"Gue yakin seratus persen, berita ini bakalan jadi rating teratas di SMA kita!" Tambah Ishara meyakinkan.

"Benar! Gue juga mau ngasih pelajaran ke cewek itu!" Mawar menepiskan anak anak rambutnya dengan kasar. "Tapi, gue liat liat, semua yang dia pakai warnanya biru semua. Adara, ga sih??" Tebak Mawar, gadis itu kembali melihat dengan teliti semua yang di kenakan gadis itu.

Ishara berdecak. "Ga mungkin. Lo ingat, kemarin itu dia di tolak mentah mentah sama Gibran, sampai di permalukan lagi di depan umum. Lo yakin itu Adara??" Cicit Ishara.

"Kalau gue sih enggak." Tambah Jennie.

Mawar semakin yakin dengan perkataan kedua sahabatnya itu. "Iya juga,"

***

Adara dan kedua sahabatnya itu tengah asik berada di salon. Adara yang tengah sibuk dengan kukunya, Vio dengan wajahnya, dan Naura dengan rambutnya.

Seperti yang di katakan ketiganya, mereka sekarang tengah me time ke salon langgganan mereka bertiga.

"Lo beneran, Dar??"

Adara mengangguk menyetujuinya. "Iya, dia tadi ngajakin gue ke Mall, tapi gue tolak." Setelahnya Adara terkekeh kecil.

Naura menutup mulutnya tak percaya. "Demi apapun?? Gue baru dengar kalau Gibran se-asik itu sampai sampai diajak jalan." Gadis itu menggeleng tak percaya.

"Sumpil?? Omoo!! Kalau gue jadi lo, pasti gue iya-in aja." Sambung Vio. Meskipun dia berbicara susah karena masker yang ia pakai akan retak, tapi dia akan tetap berbicara. Vio tetaplah Vio, gadis dengan sejuta kalimat yang tak berguna.

"Itu lo, gue enggak! Oh ya, tadi gue kenalan sama salah satu temennya Gibran. Ganteng tau!" Ungkap gadis itu malu.

Vio membelakkan matanya. "Bukan Irsyad, kan?!" Heboh gadis itu. Dia takut saingannya akan bertambah lagi.

Adara merotasikan bola matanya malas. "Engga, ogeb! Ga mungkin gue suka sama crush temen gue sendiri."

"Ntah, lo gaje banget Vi. Ambil noh si Irsyad! Ambil!" Tukas Naura, gadis itu melirik Vio dari cermin besar yang berada di depannya.

Vio menyengir kuda, "Siapa dong?? Lo tau namanya??"

Adara mengerutkan alisnya, berfikir keras. "Kalau ga salah, namanya Dika. Ah, iya! Dika! Ganteng banget tau, gue jadi suka sama dia." Adara berkhayal, dia kembali mengingat wajah laki laki itu saat tersenyum, sangat manis. Ah! Adara tak mau membayangkannya.

"Whatt?? Dika? Si mantan wakil p.mading? Kok bisa??" Tanya Naura menggebu gebu.

"Jadi, tadi gue ga sengaja nabrak dia. Ya gitu deh, dia minta maaf, terus kenalan, dan akhirnya kenal." Jelas Adara singkat padat tak jelas.

"Keren! Pepet aja, Dar. Bikin Gibran cemburu." Usul Naura.

"Nggak," ucap gadis itu sedikit berteriak.

"Terserah, lo terserah." Naura lalu mengambil ponselnya dan memainkannya karena bosan. Sama seperti Vio, dia juga memainkan ponselnya.

Tapi, tidak dengan Adara. Bagaimana bisa dia menggunakan ponsel? Sedangkan kedua tangannya tengah di nail art.

"Alamak!" Gumam Naura sembari membekap mulutnya.

Gadis yang tengah selesai dengan urusan rambutnya itu kini berjalan mendekati Adara.

Adara menaikkan kedua alisnya saat melihat gadis itu jalan mendekatinya. "Napa, lu??"

Naura menyodorkan handphonenya itu pada Adara, untuk gadis itu lihat layarnya. "Berita trending di SMA Andromeda. Lo lihat sendiri."

Vio, yang tengah membaca berita itu pun ikut ikutan mengacir kearah Adara. Untungnya rutinitasnya sudah selesai.

"Omo?! Itukan.. gue anjir!" Tukas Adara.

"Nembus satu juta viewers, Dar!" Ucap Vio menimbrung. Gadis itu lalu menatap caption yang berada diatas tangkapan paparazi itu. "Heboh! Seorang gadis dengan tas biru berhasil menakhlukkan hati seorang Gibran, Adara nangis kejar melihat ini!" Ujar Vio sembari memperhatikan emoji yang tercetak disana.

Ketiga gadis itu serempak saling menatap. Tak lama, ketiganya terkikik mendengar kalimat yang dibacakan oleh Vio.

"Pfftt, mereka gatau aja kalau itu Adara!" Ucap Vio di sela sela tertawanya.

"Pasti yang nulis Mawar sama dua dayangnya nih." Tebak Naura.

Keduanya berhenti tertawa, "Siapa lagi coba?? Kan memang mereka biangnya gosip."

Sky And Ocean (GIDARA)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang