|15| Peri Kecil Ayah

3.1K 230 3
                                        

Sepulang sekolah, keadaan rumah terlihat sangat sepi. Christy ke atas masuk ke dalam kamarnya. Setelah mandi dia hanya bersantai di atas kasur. Tidak melakukan kegiatan apapun cuma termenung sendirian.

"Pada kemana ya kok sepi, bang Sean juga kenapa jadi berpihak ke kak Adel sih," ucap Christy kesal. "Mau bagaimana pun caranya, aku harus rebut bang Sean biar ada dipihakku lagi," ucapnya bersmirk.

"Daripada dirumah sendirian mending keluar sebentar. Mumpung belum hujan, harus cepat nih," ucapnya.

Mengambil HP dan tasnya lalu berlari turun. Tidak lupa mengambil kunci mobil di lemari bawah tangga. Kemudian berjalan tergesa-gesa ke garasi dan masuk ke dalam mobilnya.

Perjalanan yang dia tempuh hanya memerlukan sekitar 45 menit. Dan sekarang dia telah tiba disebuah bangunan hotel mewah. Christy pun keluar dari mobilnya lalu berjalan menuju lift. Menekan angka 10 agar sampai ke lantai yang dia tuju. Mengetuknya terlebih dahulu, setelah mendapat sahutan barulah dia masuk.

"Baby.."

"Hai sayangku, gimana kamu ketagihan nggak?" ucap Christy menaik turunkan alisnya.

"Saking enaknya sampai bengkak"

"Hahaha ada ada saja," ucap Christy lalu tertawa.

"Tumben, biasanya cuma malam minggu doang"

"Lagi gak ada orang di rumah jadi aku bisa bebas. Tapi aku nggak bisa lama yang, sebelum hujan aku harus udah ada di rumah. Biar nggak ada yang curiga," ucap Christy yang duduk dipinggir ranjangnya.

"Yahh nggak bisa main dulu dong," ucapnya mendadak lesu dengan bibir manyun.

"Kok cemberut sihh, malming nanti aku kesini. Kamu bisa main sepuasnya," balas Christy yang tidak ingin membuatnya bersedih.

"Yaudah deh sana buruan balik," ucapnya yang masih merajuk.

"Jangan gitulah nanti aku pulang nggak tenang. Gini aja, kamu mau apa nanti aku beliin," ujar Christy dengan tatapan teduhnya.

"Makanan, aku males masak"

Christy mengangguk sembari memesankan makanan untuknya. "Udah aku pesenin kamu tinggal ambil. Kalo gitu aku pulang ya, bentar lagi mau hujan."

"Hati-hati di jalan kabarin kalo udah nyampe. Kurang nggak transferannya? Baby kiss dulu.."

"Ini banyak banget makasih ya," ucap Christy lalu meraka pun berciuman sebentar. Setelah itu dia pergi dari hotel tersebut.

Skip rumah...

"Huft untungnya belum ada yang pulang," monolognya.

"Bibi kemana ya kok nggak ada dirumah. Mana aku laper banget lagi. Tapi kalo ayah nanti pulang bawa makanan gimana? Alah buodo amat," ucapnya.

Kemudian berselancar diponselnya untuk membeli beberapa makanan yang dia inginkan. Sembari menunggu, dia bersantai di ruang tengah sambil menonton TV. Setelah beberapa menit menunggu, terdengar suara ketukan diluar. Christy pun beranjak ke depan dan ternyata itu kurir yang mengantarkan makanannya.

"Yuhuuu, akhirnya makan jugaaa"

Sekarang dia asik melahap makanannya. Tidak peduli jika TV-nya saat ini malah berbalik menontonnya. Christy menegakkan tubuhnya setelah menyelesaikan sesi makan dan tak tersisa sedikitpun. Padahal tadi dia pesan 4 porsi makanan. Apakah perutnya tidak kekenyangan?

Ceklek!

"Hai dedek, habis makan apa? Maaf ya ayah baru pulang tadi ada beberapa kerjaan yang harus diurus," ujar Kenzie mengusap lembut kepala si bontot.

TAKDIR?! | END✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang