Selamat Membaca!
.
.
.
.
.
Keenan melihat sekelebat Christy masuk ke basement dengan cepat, dan tanpa ragu ia mengejarnya. Ia tahu dia butuh seseorang untuk membantunya keluar dari permasalahan ini, seseorang yang bisa diajak bicara, seseorang untuk menjadi sandaran.
Setelah menangkap tubuhnya agar tidak terus berlari dan membawanya masuk ke dalam mobil, Keenan berusaha menenangkan gadis itu yang tengah menangis sesegukan.
Hatinya perih melihatnya seperti ini, rapuh dan terluka. Ia pun memeluk tubuhnya dengan erat dan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Keenan mengusap lembut punggungnya, berharap sentuhannya bisa sedikit meredakan rasa sakit yang sedang dia rasakan.
"Udah ya nangisnya kasihan debaynya," ucap Keenan mengusap bekas air matanya. "Mau pulang sekarang?" tanyanya dan dibalas gelengan.
Keenan mengangguk mengerti. Mobil melaju meninggalkan basement hotel, meninggalkan hiruk pikuk kota yang terasa begitu menyesakkan. Ia akan membawa Christy untuk pergi ke suatu tempat yang cocok untuk menenangkan diri, sebuah tempat yang tenang dan damai, jauh dari keramaian. Perjalanan lumayan jauh, harus menempuh sekitar 2 jam-an, dan sekarang mereka baru saja sampai.
Keenan melirik Christy yang masih tertidur lelap di sampingnya, wajahnya terlihat lebih tenang, dan untuk sesaat, rasa khawatir di hatinya sedikit mereda. Ia berharap tempat yang mereka tuju bisa benar-benar membantu Christy untuk melupakan semua beban yang sedang dia pikul.
"Hei Christy bangun yuk, kita udah sampai," ucap Keenan membangunkan dengan suara lembut.
Christy menggeliat, mengerjapkan matanya beberapa kali dan perlahan kesadarannya kembali. Ia melihat sekitar, banyak pohon-pohon menjulang tinggi, daun-daunnya rimbun, dan udara terasa begitu segar. Ia terperanjat kaget.
"Kok bisa sampai sini?" gumamnya.
Ingatannya masih samar-samar, terakhir kali dia ingat, dia sedang menangis di dalam basement hotel dan sekarang dia berada di tempat yang asing, di tengah hutan yang tenang dan damai.
Keenan tersenyum lembut, "Ini tempat yang bagus untuk menenangkan diri?" ucapnya, suaranya lembut dan menenangkan. Christy hanya mengangguk pelan, rasa penasaran dan sedikit ketakutan masih terbersit di hatinya.
"Ayo ikut, disana ada tempat yang lebih indah," ajaknya.
Keenan menggandeng tangan Christy, mengajaknya masuk ke dalam hutan. Mereka berjalan kaki sekitar 5 menit, udara sejuk dan aroma tanah basah tercium lembut. Di balik rimbunnya pepohonan, terlihat sebuah danau yang sangat cantik dan indah. Airnya jernih, mencerminkan langit biru yang cerah dan di sekelilingnya tumbuh bunga-bunga liar yang berwarna-warni.
Di tepi danau terdapat sebuah rumah pohon yang menghadap ke danau, terlihat begitu nyaman dan menawan. Keenan tersenyum, "Ini tempat favoritku. Semoga kamu juga menyukainya."
Christy tertegun, keindahan tempat ini membuatnya lupa sejenak akan beban yang sedang dia pikul. Ia merasa tenang dan damai, seolah-olah semua masalahnya lenyap seketika.
"Mau naik ke rumah pohon?"
"Emang boleh? Nanti kalo tiba-tiba ada yang punya terus marah gimana?" ucap Christy bergidik ngeri.
"Tenang saja ini punya saya kok, sana kamu naik duluan habis itu baru saya"
Christy pun naik ke atas rumah pohon, disusul Keenan yang ikut naik di belakangnya. Gadis itu hanya berdiri di pembatas pagar sambil merentangkan tangan, menatap takjub keindahan danau yang terbentang di balik hutan lebat.
Keenan yang memperhatikannya dari belakang ikut tersenyum. Rasa bahagia terpancar di wajahnya saat melihat Christy begitu menikmati pemandangan. Kemudian, ia masuk ke dalam rumah, berniat membuatkan cemilan untuknya.
Christy menyadari bahwa ia sendirian, tak seorang pun di sekitarnya. Ia memutuskan untuk menaiki tangga dan masuk ke dalam rumah pohon. Saat pintu kayu berderit terbuka, ia tercengang. Di dalam, ia mendapati ruangan yang luas, jauh melebihi ekspektasinya. Terdapat sofa empuk, televisi layar datar, kulkas mungil, dan bahkan dua kamar tidur. Christy tak menyangka bakal menemukan fasilitas selengkap itu di dalam rumah pohon.
"Kak Keenan dimana?"
"Di dapur, lurus aja terus belok kanan"
Christy mengikuti arahan darinya. Saat tiba di dapur, ia mendekat berdiri di sampingnya. "Mau buat apa kak?"
"Bolu, mau dibuatin yang rasa apa?"
"Kebetulan aku juga lagi pengen, apa aja terserah kakak"
"Bolu pandan aja ya, ini adonannya udah selesai tinggal dikukus"
Christy mengangguk dan hanya menonton Keenan dengan senyum geli. Ia tak berniat membantu, malah sesekali tertawa saat melihat wajah Keenan penuh dengan tepung. Tak cukup dengan menonton, Christy bahkan menguyel-uyel pipi Keenan dengan kedua tangannya yang sudah penuh tepung, menambah kekacauan pada wajah Keenan yang sudah mirip badut.
"Christy kamu ngapain sih, awas ya saya bales"
Akhirnya keduanya pun bermain tepung. Saling mencolek satu sama lain, mereka tertawa lepas hingga lantai pun tak luput dari serbuan tepung yang berserakan. Namun, tawa mereka terhenti saat Christy hampir terpeleset di atas lantai yang licin. Dengan sigap, Keenan langsung bereaksi, melempar wadah berisi tepung ke atas dan menahan tubuh Christy agar tidak jatuh.
Tepung yang terbang tadi berjatuhan seperti salju, menambah kesan romantis antara mereka. Jarak wajah mereka yang sangat dekat hingga nafas keduanya terasa. Keenan yang ingin berdiri tegak malah kakinya tergelincir dan jatuh, Christy pun ikut jatuh menimpa tubuhnya.
Tanpa sengaja, bibir keduanya menempel. Entah siapa yang memulai, lumatan itu terjadi, namun hanya sebentar karena keduanya tersadar. Wajah mereka memerah, keheningan menyelimuti mereka seolah waktu berhenti sejenak.
"Aku mau ke toilet," ucapnya beranjak pergi dari hadapan Keenan yang masih mematung.
"Tadi gue ngapain sih, nanti kalo kak Keenan mikir aneh-aneh gimana.." gerutunya saat sudah di dalam toilet.
"Udah syukur kak Keenan mau nurutin apa yang gue mau, malah banyak tingkah," monolognya.
"Christy kamu ngapain sih ngomong sendiri di toilet? Masih lama ta, soalnya saya juga mau pake toiletnya," ujar Keenan yang ternyata mendengar semua ucapannya.
"Iya kak sebentar," ucapnya. "Sumpah malu banget, mau ditaruh mana muka gue," gerutunya dalam hati.
Christy keluar dengan senyum cengengesan. "Maaf soal yang tadi, aku nggak bermaksud. Kakak gak akan ninggalin aku karena kejadian tadi kan?" ucapnya takut.
"Kamu mikirin apa sih, ya nggak mungkin lah saya ninggalin kamu sendirian. Udah deh nggak usah mikir yang macem-macem," ucap Keenan lalu menggeser tubuh Christy yang menghalanginya untuk masuk toilet.
Sebelum menutup pintunya, "Oh ya bolu pandannya udah jadi, saya taruh di meja dekat sofa. Kamu makan duluan aja, saya mau bersih-bersih sebentar," katanya lalu menutup pintu tersebut.
TBC.
Jangan lupa vote dan komen
See you next chapter!
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR?! | END✅
Ficção Adolescente"Suatu saat nanti jika aku udah gak bisa bertahan lebih lama, bunda tolong jemput aku ya" Natasha Adelia Hapsari. Start: 25 Mei 2024 End: 04 September 2024 *** #1 in adeljkt48 (12-09-2024) #3 in ferrel (12-02-2025) #2 in kenzie (15-02-2025) #1 in se...
