Rasanya baru saja ia merasa harinya penuh dengan kebahagiaan. Sesaat ia benar-benar dibuat lupa akan segala permasalahan yang ia miliki. Namun nyatanya, ia tidak bisa menjauh dari rasa sakit itu.
Tangannya terasa begitu dingin, Kinara merasa gelisah setelah pertemuan pertama nya dengan Sean beberapa saat lalu. Sosok lelaki yang selama ini selalu ia rindukan, dan tak pernah sedikitpun luput dari ingatannya. Kini ia datang dan berada tepat di hadapannya, namun sosok itu terasa begitu asing. Tak ada sapaan hangat nan rindu yang selama ini ia harapkan. Lelaki itu bahkan tidak memanggil namanya, tak juga menghampirinya.
Perasaannya teriris setiap kali ia mengingat wajah Sean yang hanya berdiam diri menatapnya dari jauh.
Jean menyadari Kinara yang mulai gelisah pun perlahan menggenggam tangan Kinara dengan lembut.
"Mau pulang aja?" tanya Jean dengan lembut bersamaan dengan jemarinya yang mengelus punggung tangan Kinara.
"Sella..gw mau ke sella.." ucap Kinara sedikit terbata-bata. Jean pun hanya mengangguk pasrah dan sedikit mempercepat laju mobilnya untuk segera sampai di rumah Jason.
Tak lama kemudian keduanya sampai di bangunan mewah milik keluarga Jason. Bapak penjaga yang sudah familiar dengan mobil Jean pun bergegas membuka gerbang dan tersenyum ramah mempersilakan keduanya untuk masuk.
Kinara berusaha untuk tetap berdiri tegak meski tubuhnya sudah terasa lemas. Sementara Jean terus menggenggam tangannya saat masuk ke dalam rumah tersebut menemui Jason dan teman-temannya yang sudah lama menunggu kedatangan mereka.
"Bagus ya lu bedua malah sibuk nge-date.. ditungguin dari tadi juga.." sindir Jason saat melirik sekilas pada Jean dan Kinara yang baru saja datang menghampiri mereka. Disaat semua sedang fokus memperhatikan layar home theater milik Jason dan sibuk memperdebatkan film yang hendak mereka tonton, Sella menyadari ada sesuatu yang aneh pada Kinara.
Perlahan Sella menghampiri Kinara, "Ra?" tak mendapat respon dari Kinara, Sella pun segera menarik Kinara dalam pelukannya.
Detik itu juga tangis Kinara pecah, ia meremas kuat pakaian Sella menyalurkan rasa sesak yang sejak tadi ia rasakan.
Sella berusaha menenangkan Kinara dengan mengelus lembut punggungnya. Saat isak tangis Kinara semakin terdengar jelas, semua pasang mata menoleh dan menatap bingung sekaligus khawatir.
"Hey, breath ra.." Sella dibuat panik saat Kinara semakin terisak, tubuhnya bergetar bersamaan dengan nafasnya yang mulai tak teratur. Kinara kesulitan untuk bernafas.
"Je tas Kinara mana?" tanya Sella dengan raut wajah panik.
"Ketinggalan di mobil kayanya.. kenapa?" Jean sendiri belum menyadari bahwa Kinara sedang kesulitan bernafas dalam pelukan Sella.
"Ambil tasnya cepet!!" sentak Sella saat ia merasa tubuh Kinara terasa berat menandakan ia mulai kehilangan kesadaran. Jean pun bergegas menuju mobilnya dan mengambil tas Kinara.
"Kinara liat gw.. take a breath..." sebisa mungkin Sella berusaha untuk terlihat tenang dihadapan Kinara meskipun dalam hatinya ia sudah sangat panik dan gelisah.
"Sell.." Kinara tak sanggup menuntaskan ucapannya akibat rasa sesak yang mendera tubuhnya. Tak lama kemudian Jean datang membawa tas Kinara dan langsung dibuka dengan terburu-buru oleh Sella. Sementara Kinara sudah beralih dalam dekapan Jean.
Sella mengeluarkan sebuah botol kecil berisikan beberapa pil dan diberikannya pada Kinara bersamaan dengan air minum yang sebelumnya telah Valen siapkan.
"Thanks.." ucap Sella saat Valen menyodorkan segelas air putih untuk Kinara. Sella pun menuntun Kinara untuk meminum obat tersebut. Setelah itu Jean mengangkat tubuh Kinara dan membaringkannya di salah satu kamar tamu, atas izin sang pemilik rumah tentunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
INEFABLE
Teen FictionJean dan Kinara akan memperkenalkan kalian pada sebuah takdir yang begitu kejamnya merusak kebahagiaan dua orang remaja yang hanya ingin bahagia bersama.
