19. Pergi Bersama

3.4K 190 31
                                        

Selesai memakaian Rion baju Yara membawa anak itu ke lantai bawah. Niat nya ia ingin memberikan es krim, sebagai permintaan maaf karena anak itu masih terlihat marah padanya.

Terbukti dari raut wajah nya yang masih di tekuk kesal. Rion tidak mau melihat Yara.

Sesampainya di bawa Yara menaruh Rion di atas kursi dan pergi meninggalkan nya ia akan mengambil es krim untuk Rion.

"Kamu masih marah? Aku kasih es krim sebagai permintaan maaf" Yara meletakan satu mangkuk es krim di hadapan anak itu tangan nya mengusap bagian belakang kepala Rion.

Tidak ada jawaban anak itu hanya diam, Yara berinisiatif untuk mencium kedua pipi dan ujung hidung anak itu tanpa henti.

Ia tahu biasanya jika ia kecup seperti ini Rion akan tertawa.

Rion sudah tidak bisa menahan senyum lagi bibir pink gadis itu terus mengenai permulaan kulit wajah nya. Ia merasa senang sekaligus geli.

"Udah Yara" Rion tertawa dan berusaha menjauhkan wajah gadis itu.

"Maaf ya, ini es krim nya dimakan" Yara menyudahi kegiatan nya dan mendekat kan semangkuk es krim pada Rion.

Anak itu memakan es krim rasa stroberi dengan perasaan berbunga-bunga dan detak jantung yang menggila. Senyum di wajah nya tidak luntur sedikit pun.

 Senyum di wajah nya tidak luntur sedikit pun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Malam ini Rion merasa aneh dengan Yara tidak biasanya gadis itu menidurkan nya di waktu yang masih dini seperti ini.

Sekarang jam masih menunjukkan pukul 06:08 tapi sekarang dirinya sudah berada di dalam kamar bersama gadis ini yang sedang berusaha membuat nya tertidur.

Mencoba mengikuti alur, ia akan berpura-pura untuk tertidur dan melihat apa yang gadis ini lakukan.

Yara menunduk melihat Rion yang sudah menutup mata nya, senyum tipis terukir di bibir nya. Ia merasa bersalah dengan Rion tapi tidak ada cara lain.

Dia akan kembali setelah menyelesaikan urusan nya.

Yara baru saja mendapatkan pesan dari Roy sore tadi, pria itu memberitahunya bahwa dia belum bisa pulang ke rumah karena pekerjaan di kantor sangat-sangat menumpuk dan meminta Yara untuk menginap lagi malam ini.

Aska mengajak nya bertemu dan pergi ke suatu tempat. Yara sudah memberi alasan tapi Aska tetap memaksanya, jadi lah malam ini Yara memutuskan untuk menidurkan Rion lebi awal agar ia bisa pergi dan kembali tidak larut malam.

Dengan perlahan-lahan Yara bangkit dari ranjang dan pergi menuju kamar mandi dia akan berganti baju dan bersiap karena Aska sedang dalam perjalanan menuju kesini.

Rion membuka mata nya saat mendengar pintu kamar mandi di tutup. Dengan cepat anak itu bergerak menuju sisi ranjang dan melihat ponsel milik gadis itu. Ia akan memeriksa nya sendiri.

CrazyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang