22. Berpelukkan

4.6K 256 59
                                        

Pria itu terus mendekat dengan langkah perlahan. Mengabaikan teriakan gadis itu.

"Kamu bawa Rion kemana?!" Yara berteriak dengan sangat kencang.

Setelah nya gadis itu jatuh meluruh ke lantai dengan tangis. "Kamu bawa Rion kemana? Jangan bawa dia pergi, Rion lagi sakit" gadis itu berucap dengan pilu dan penuh keputus asa'an.

Pria itu ikut menduduki dirinya di lantai, dengan perlahan membawa tubuh rapuh itu kedalam pelukan nya.

Untuk pertama kali nya ia mendengar gadis ini menangis, rasa nya setiap suara tangis yang keluar dari bibir gadis ini membuat hati nya tersayat.

Tangan besar miliknya mengusap lembut kepala gadis ini penuh dengan kasih sayang seperti yang biasa gadis itu lakukan padanya.

"Aku.. mohon.. balikin Rion dia lagi sakit" gadis itu berucap berucap di sela-sela tangis nya.

"Sst.. Rara ini aku" dengan suara lembut Pria itu berucap, tanpa menghentikan usapan tangan nya di kepala gadis itu.

"Aku.. mohon.." Yara menjauhkan dirinya dari pelukan Pria itu.

Kedua Mata yang basah karena air mata itu memandang nya dengan tatapan memohon, membuat dirinya merasa bersalah.

"Dengerin aku Rara, ini aku Rion, aku Rion Rara" Tangan besar nya menagkup wajah gadis itu.

Kepala gadis itu menggeleng air mata nya kembali jatuh membasahi pipi dan tangan yang berada di wajah nya. "Enggak.. kamu bukan Rion.."

"Tenangin diri kamu dulu ya, nanti aku ceritain semuanya" pria menatap gadis di depan nya dengan penuh kelembutan. Tatapan yang belum pernah ia berikan pada siapa pun, gadis inilah yang pertama mendapatkan nya.

"Enggak. Aku mau cari Rion, kasian dia lagi sakit dia pasti takut sendirian nanti dia nangis, dia biasanya nangis kalo jauh dari aku" Yara menepis tangan besar yang berada di wajah nya, ia bangkit dan menyeka air matanya.

Saat hendak melangkah keluar, tubuh nya sudah lebih dulu di angkat oleh pria itu dan membawa nya ke dalam kamar.

Pria itu juga menutup pintu kamar nya. "Rara dengerin aku, tenangin diri kamu"

"Enggak! Aku gak kenal kamu lepasin aku!"

"Aku mau cari Rion!"

"Rara kamu gak perlu cari Rion. Ini aku Rara! Aku Rion!" Tanpa sadar ia menaikkan nada suara nya.

Yara terkejut karena pria itu berteriak tepat di depan nya. Tanpa bisa di cegah air mata nya kembali turun.

"Maaf.. tapi ini beneran aku Rara. Aku Rion" Rion menatap Yara sendu sudah ia duga gadis nya tidak akan mengenalinya dalam wujud seperti ini.

"Tenangin diri kamu, aku bakal cerita semua nya dari awal" suara itu penuh dengan kelembutan bersamanya dengan tangan nya yang mengusap air mata gadis itu.

Yara memilih diam ia merasa takut dengan pria asing di depan nya. Kepala itu perlahan menunduk matanya yang bergetar hanya bisa mentap kedua kaki nya saja.

"Maaf Rara, maaf aku buat kamu takut" Rion menarik Yara ke dalam pelukan nya, ia juga mengecup puncak kepala gadis itu.

Yara hanya bisa pasrah tubuh nya sudah terasa sangat lemas dan tidak bertenaga.

Dengan perlahan Rion mengangkat tubuh gadis itu dan membawa nya ke atas ranjang. Di baringkan nya tubuh yang sudah tidak bertenaga itu di atas ranjang milik nya.

Rion ikut berbaring di samping gadis yang masih terdiam, di bawa nya tubuh rapuh itu kedalam pelukanya.

"Tidur ya, kamu perlu istirahat" Rion mengusap rambut gadis itu penuh kelembutan.

CrazyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang