28. rencana Rion

543 61 38
                                        

Tidak tahu berapa lama ia tertidur yang jelas saat terbangun, Rion merasa tubuh nya jauh lebih baik. Terasa ringan dan tidak lemah seperti sebelum nya.

Senyum dibibir nya terukir saat pandangan mata nya menatap wajah polos yang tertidur lelap di samping nya, dengan mulut yang sedikit terbuka dan dengkuran halus yang keluar dari dalam nya.

Rion mengubah posisi nya menjadi menghadap gadis itu, sebelah tangan menopang kepala. Menatap penuh cinta pada Yara yang saat ini masih terlelap pulas. Sebelah tangan nya terangkat mengusap wajah gadis itu dengan sangat pelan dan hati-hati, tidak ingin pergerakan nya membuat gadis itu terbangun.

Rion menggit bibir bawah nya, menahan senyuman yang semakin lebar lantaran gemas melihat wajah Yara. Rasanya dia ingin mencium seluruh permukaan wajah ini.

Rion mengepalkan tangan nya di udara dan tersenyum lebar, berusaha sekuat tenaga untuk tidak menimbulkan suara dan pergerakan yang berlebihan. Sungguh rasa nya saat ini ia ingin mencium gadis ini sampai sesak nafas, merengkuh tubuh kecil yang penuh harum manis ini ke dalam dekapan nya, menyentuh semua yang ada pada gadis ini dan merasakan kenikmatan duniawi tanpa akhir.

"Hahh.." Rion menghela nafas nya dan berbaring terlentang menghadap langit-langit, menoleh ke samping dan kembali tersenyum lebar.

Dia persis seperti orang gila kan.

Rencana nya berhasil, semua yang terjadi pada nya hari ini itu ulah nya sendiri. Dia sendiri yang menyuntikkan cairan yang membuatnya sakit seperti ini. Obat khusus yang ia minta oleh para Ilmuwan di laboratorium nya.

Waktunya sangat pas setelah Yara pulang obat itu sampai kerumah nya. Dan dengan senang hati Rion menerima itu. Tapi ia tidak langsung menggunkan obat itu, saat jam 4 pagi barulah dirinya terbangun untuk menyuntikkan obat itu pada tubuh nya.

Semua nya sesuai rencana, ia mendapatkan apa yang ia inginkan dari Yara. Simpati, perhatian dan kasih sayang.

Licik memang, tapi apa boleh buat ia akan melakukan apapun demi mendapatkan Yara.

Tidak menyangka kedatangan gadis ini akan menimbulkan dampak besar dalam dirinya. Rion menyadari dengan jelas perubahan yang terjadi pada dirinya dari cara berfikir dan perasaan aneh yang timbul dalam hati nya.

Dan Rion dengan senang hati membiarkan perasaan aneh yang menjalar keseluruhan tubuh nya.

Rion kembali menghadap Yara dengan satu tangan menahan kepala nya. Gadis itu menggeliat dan bergerak mengubah posisnya menjadi miring, mendekat kan diri ke arah Rion.

Dengan perasaan senang Rion menjadikan sebelah tangan nya sebagai bantalan kepala gadis itu, dan membawa tubuh Yara kedalam dekapan nya.

Keduanya melanjutkan kegiatan tidur mereka hingga siang hari, tidak lebih tepat nya Rion yang ikut memejakan matanya dan kembali tertidur.

***

Yara membuka mata nya, mengumpulkan seluruh kesadaran yang ia punya untuk memahami situasi nya saat ini. Gadis itu membekap mulut nya dengan kedua tangan saat menyadari posisi nya sekarang.

Berada di dalam pelukan Rion.

Dengan perlahan Yara bangkit dan berusha melepaskan diri dari dekapan hangat pria di samping nya.

Langkah nya penuh kehati-hatian mendekat ke arah pintu kamar. Berjalan keluar dan menutup nya dengan perlahan. Sial sekali kerana kecerobohan ia malah tertidur di samping pria yang saat ini sangat ingin ia hindari.

Yara menghembuskan nafas lega setelah berhasil keluar kamar tanpa membangunkan pria itu, jika saja bukan karena pekerjaan mungkin ia sudah pergi jauh dan melarikan diri dari pria itu. Jujur saja berdekatan dengan Rion menbuat Yara tidak nyaman.

CrazyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang