5.cctv sekolah

89 18 0
                                        

Tepat di jam 20

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tepat di jam 20.21 Sheyril,verla,Renata berdiri di depan gerbang sekolah dengan menatap sekolahan itu yang sepi, sunyi,juga gelap.

"Lo siap masuk kan?" Tanya Renata menatap sekolah itu.

"Iya gue siap" balas Sheyril dan verla.

Mereka perlahan lompat pagar gerbang dan berjalan memasuki sekolah, sampai di dalam mereka berjalan di lorong lantai satu sekolah yang gelap dan sepi.

"Kok hawa nya serem njir" ucap Renata tiba-tiba.

Verla dan Sheyril menoleh ke arah Renata "namanya juga malem hari ren" balas Sheyril menatap waspada lorong gelap.

"Keluarin senter cepet kita naik ke lantai 2 biar cepet!" Desak verla juga yang langsung mengambil senter dan menyalakan nya diikuti oleh Sheyril dan Renata.

Akhirnya mereka naik ke lantai 2 dan berjalan menuju pojok tepat di ruangan cctv sekolah tapi secara tiba-tiba mereka merasakan ada yang lewat di belakang membuat nya menoleh tapi ga ada siapa-siapa.

"Tadi siapa anjir?" Tanya verla yang langsung menoleh dan waspada.

"Gue ga tau sumpah makin lama ni tempat makin-makin!" Balas Renata yang ketakutan juga.

"Udah kalian ga usah ngebac*t soal setan! Lanjut aja biar cepet selesai!" Bentak Sheyril ya walau dia merasa takut.

Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mereka ke lorong ujung ke ruang cctv nya.

Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mereka ke lorong ujung ke ruang cctv nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ilustrasi ruangan nya.

"Lo ada mikir buat naik ke lantai 3 terus masuk ke ruang seni nya ga sih?" Tanya Renata membuat kedua temannya membeku sejenak.

"Lo gila? Kita kesini cuma buat ngecek cctv soal kejadian rooftop kemarin anjir ngapain jadi ke ruang seni?" Balas verla.

"Tapi tindakan kayak gini juga gila anjg!" Balas Renata.

"Emang kalau ngecek ruang seni ada apanya sih?" Tanya Sheyril.

"Ga tau sih" balas Renata.

"Sejujurnya gue juga penasaran, gimana kalau kalian berdua aja cek ruang seni gue ke ruang cctv cek rekaman gimana?" Tanya Sheyril ke teman-temannya.

"Lah? Lo juga tambah gila-" ucapan verla terhenti oleh bentakan Sheyril.

"Stop ngajak debat ver! Ga ada waktu! Apa Lo ga penasaran sama ruang seni? Lo juga penasaran kan? Kita usah bagi tugas ga usah protes!" Bentak Sheyril

"Tapi kita kesini bareng Shey dan kita ga bisa ninggalin Lo sendiri ke ruang cctv" ucap verla.

"Ver Lo percaya sama gue kan? Gue baik-baik aja" jawab Sheyril.

Akhirnya verla menghela nafas panjang dan menyetujui itu "oke fine tapi Lo jaga diri kita ketemu nanti lagi"

Sheyril mengangguk dan akhirnya verla dan Renata meninggalkan Sheyril di lantai 2 dan mereka lari ke tangga menuju lantai 3.

Sheyril yang masih di tinggal sendiri di lorong itu dia langsung melanjutkan berjalan ke arah ruang cctv.

Sementara verla dan Renata.

Mereka sampai di lantai 3 dan langsung membuka pintu tepat di ruang seni yang pintunya serat mereka masuk dan melihat gelap tempat itu dan kotor banyak sarang laba-laba dan debu.

"Gelap anjir" ucap verla.

Renata menyenter tempat dan melihat beberapa sarang dan debu tanpa sengaja Renata mengambil foto jatuh di bawah dan melihat seorang gadis cantik di foto itu.

Renata menyenter tempat dan melihat beberapa sarang dan debu tanpa sengaja Renata mengambil foto jatuh di bawah dan melihat seorang gadis cantik di foto itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Foto gadis yang ditemukan.

Renata menatap lama foto itu dan mencoba mengenali orang itu walau wajahnya terasa familiar tapi entah dia ga kenal cewek itu.

Seketika seperti ada seseorang misterius datang dengan lari membawa senjata membuat keduanya kaget verla langsung lari ketakutan meninggalkan Renata di atas.

Sementara Sheyril juga sama dia ketemu seseorang yang sama dengan Hoodie hitam misterius mengejarnya.

Sementara Sheyril juga sama dia ketemu seseorang yang sama dengan Hoodie hitam misterius mengejarnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ilustrasi orangnya.

Sheyril yang lari hampir bertabrakan dengan verla tapi mereka bertemu dan lari bersama dengan ketakutan masih dikejar orang itu mereka berhasil keluar dari gedung dan dengan cepat lompat pagar gerbang verla langsung terjatuh kakinya terluka membuatnya susah berdiri Sheyril mencoba membantu verla tapi Seseorang menepuk pundak belakang nya yang membuat Sheyril kaget dan berteriak.

"Heh Lo kenapa? Gue bukan orang jahat"
Suara seorang gadis membuat Sheyril menoleh melihat gadis berambut panjang dan menatapnya dengan bingung Sheyril menatap ke gedung sekolah lagi dan melihat tak ada orang yang mengejar meteka agak lega.

"G-gak kita gapapa" jawab verla yang masih kesakitan karena kakinya.

"Lo siapa?" Tanya Sheyril.

"Gue? Gue Violetta kalau kalian siapa? Dan kalian ngapain disini malem-malem?" Ucap Violetta rosanna anindra.

"Gue Sheyril dia verla dan kami gapapa panjang ceritanya" jawab Sheyril.

"Ya udah gue bantu" ucap Violetta yang berlari ke arah mobilnya mengambil kotak P3K dia kembali dan mencoba mengobati kaki verla yang menggerang kesakitan.

Setelah selesai verla agak pincang dan seketika Sheyril langsung ngomong "Ver!!!! Renata mana?!!"

Sontak pertanyaan itu langsung mengingatkan verla ke Renata yang ia tinggal di lantai 3 tepat di ruang seni.

End

Makasih yang udah baca maaf kalau ada kata-kata kasar dan jangan lupa vote😊.

Tragedi Masa lalu [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang