19.Kembali

53 18 0
                                        

Kejadian yang benar-benar sadis di mana tubuh Felisa terkena gergaji mesin hingga terpotong-potong tak utuh sama seperti mayat di lantai membuat yang melihat terdiam seribu bahasa, mereka yang melihat kejadian ini terdiam tak bisa berkata apa-apa ...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kejadian yang benar-benar sadis di mana tubuh Felisa terkena gergaji mesin hingga terpotong-potong tak utuh sama seperti mayat di lantai membuat yang melihat terdiam seribu bahasa, mereka yang melihat kejadian ini terdiam tak bisa berkata apa-apa hingga seseorang mendobrak pintu depan.

Terlihat viona,Garvin, Alfereo membawa polisi ke tempat kejadian dan nyatanya terasa sudah terlambat karena pertumpahan darah sudah terjadi, ketika Felisa tiada di tempat arwah Chika menghilang tanpa jejak yang padahal baru saja mereka lihat seperti mimpi belaka.

Violetta,Revan,Renata,zayyan di larikan ke rumah sakit secara langsung karena luka mereka setelah mendapatkan perawatan dan pengobatan medis tangan Sheyril dan verla di perban.

Sheyril dan verla yang duduk di depan ruangan di mana beberapa dari merela di rawat mereka tak bisa menghilangkan pikiran tentang sosok menyeramkan tak lain arwah Chika yang tiba-tiba menyelamatkan mereka di tempat kejadian.

Skip tiga Minggu setelah di rawat.

Mereka semua membawa koper pergi ke bandara untuk ke Indonesia, setelah semua sembuh dan keadaan membaik.

"Hhhh.......kita rasanya harus kembali ke Indonesia sekarang dan sekolah" ucap Renata.

"Iya masa liburan kita udah habis" ucap verla.

"Liburan penuh darah" ucap Sheyril.

"Ya begitulah, gue ga bisa ngelupain di mana Felisa mati dengan sadis dihadapan kita sendiri, bahkan ada arwah Chika yang udah mati" ucap verla.

"Udah ga usah bahas itu" ucap zayyan.

"Gue ada urusan bentar kalian duluan aja" ucap violetta.

"Urusan? Urusan apa?" Ucap Sheyril.

"Bentar aja kok ga lama nanti kalau aku belum balik langsung ke pesawat nya aja ya ga usah nungguin ntar kalau gue ketinggalan pesawat gue masih bisa kesana besok" ucap violetta.

"Tapi kan?-" ucapan Sheyril terpotong ketika violetta memotong omongannya.

"Udah gapapa kok" ucapnya.

Sheyril menghela nafas dan mengangguk "mau gue temenin ga?" Ucap Revan.

Violetta menggelengkan kepalanya "ga usah" setelah itu violetta dan viona menyeret koper mereka dan pergi ke arah lain.

"Ya udah mungkin mereka masih ada urusan, kita masuk ke pesawat nya aja langsung daripada ketinggalan" ucap Alfereo.

"Ya udah ayok" ucap Renata.

Akhirnya mereka semua masuk ke pesawat, di dalam posisinya Sheyril duduk dengan kakaknya bersebelahan, verla duduk di samping Garvin, sedangkan Renata di samping Alfereo, Revan duduk dengan viorela yang tiba-tiba muncul di pesawat juga.

"Lo kok ikut ke indo sih?" Ucap Revan menatap viorela.

"Kan aku mau pindah ke Indonesia sekolah yang sama kayak kamu........" Ucap viorela tersenyum ke arah Revan.

Tragedi Masa lalu [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang