11; Bukan Joki

532 60 1
                                        

Setelah diskusi menegangkan kemarin, hari ini BEM langsung bergerak untuk menangkap Chalova

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah diskusi menegangkan kemarin, hari ini BEM langsung bergerak untuk menangkap Chalova. Jevian juga kembali dijelaskan bahwa tugas Tim Netra hanya sebatas memata-matai dan menyerahkan bukti, sedangkan yang menangkap pelaku tetaplah BEM. Bagaimana pun Tim Netra merupakan tim rahasia, sehingga pelaku tidak boleh mengetahui identitas mereka.

Saat ini, hanya ada anggota Tim Netra di ruang UKM. Mereka bisa bebas membahas Antologi Es Krim dan menunggu kabar terbaru dari Agas terkait penangkapan Chalova. Karena bosan, Jevian memilih membaca novel yang menjadi koleksi anggota UKM. Namun, di tengah bacaannya, Jevian tiba-tiba terpikirkan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan yang ia baca. Ia memperhatikan Arsen yang sibuk menonton anime kesukaannya.

"Gue ada pertanyaan." Suara Jevian membuat semuanya teralihkan padanya, termasuk Arsen yang segera menghentikan video yang dia tonton. Jevian menatap Arsen, "kenapa lo jadi ketua Tim Netra?" entah mengapa, pertanyaannya itu membuat suasana menjadi hening. "Maksud gue, kenapa bukan Damian atau Kara yang juga sebagai ketua UKM? Kenapa malah lo?"

Arsen lantas menoleh pada Kara, "lo nggak jelasin soal itu ya?" gadis itu malah terkekeh bodoh. Arsen menghela napasnya sebelum menjelaskan sesuatu yang mungkin akan panjang. Ia juga sudah meletakkan ponselnya agar fokus dengan pembahasan ini. "Yang kami takuti sudah terjadi, Jev."

Jevian mengernyit. Melihat ekspresi itu, Arsen menatapnya dengan serius.

"Damian hilang, dan dugaan kami dia hilang karena dicurigai sebagai ketua dari tim mata-mata BEM. Itu yang kami takuti kalau sampai ketua Tim Netra adalah Ketua UKM juga, karena terlalu mencolok. Semisal ketuanya tertangkap, alhasil kami nggak akan bergerak lagi, dan semuanya akan terbongkar. Sebisa mungkin Agas memilih anggota yang jarang hadir di UKM ini, tapi masih memiliki identitas anggota. Dan itu gue."

Jevian mengangguk pelan. Jika ia ingat-ingat lagi, dibanding anggota lain, Arsen memang cukup jarang terlihat di ruangan-kecuali akhir-akhir ini karena masalah yang terjadi dalam UKM. Hal itu tentu karena Arsen memiliki kesibukan sebagai BA kampus.

"Tapi lo terkenal. Memangnya nggak bahaya buat lo?"

Arsen terkekeh, "justru karena gue dikenal sebagai orang yang sibuk, orang-orang nggak akan curiga orang kayak gue jadi ketua Tim Netra." Arsen menyandarkan punggungnya di sofa. Tampaknya percakapan mereka jadi cukup menarik hingga membuat Jio, Adrian, dan Arsha ikut bergabung. "Tapi, bukan cuma itu yang buat gue dipilih." Arsen melirik Jio. Sesuai dugaannya, Jio sedang menunduk dengan wajah serius.

Jevian menyadarinya, ikut memperhatikan Jio dan menunggu laki-laki itu mengatakan sesuatu.

"Agas itu licik." Jio bersuara, kini menatap Jevian dengan tegas. "Dia nggak sebaik yang lo pikir."

Gadis itu terkejut kala melihat siapa yang berada di hadapannya. Bukan hanya Presiden Mahasiswa, melainkan beberapa anggota inti BEM seakan mengepungnya. Ia tahu, ini bukan hal baik.

Ice Cream; Jaemin & JenoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang