Setelah kebingungan beberapa menit, akhirnya Kevin mengangguk.
"Ada yang mau gue ceritain tentang Alam, lebih tepatnya curhat," ucap Kevin dengan ragu. Sejujurnya ia masih takut untuk membuka rahasia ini kepada orang lain. Namun, Jovano meyakinkannya lewat telepon hingga ia memberanikan diri untuk datang ke sana. "Tapi sebelum itu, kalian beneran mata-mata BEM?" tanya Kevin sembari menatap orang-orang yang ada di sana.
Yang lain juga saling melempar tatap, ragu untuk menjawab. Hingga akhirnya Kara bersuara, "nggak adil kalau cuma dia yang cerita. Kita juga harus berbagi informasi ke dia, kan?" tanyanya, lebih seperti meyakinkan.
"Kara bener." Arsen melangkah ke hadapan Kevin, "Vin, kenalin, kami Tim Netra, mata-mata BEM. Tugas kami melapor ke BEM kalau ada yang melanggar aturan."
Kevin terkesima, "ternyata bukan cuma rumor, ya," gumamnya. Ia tersenyum canggung, "senang bisa kenal kalian. Dan maaf atas apa yang DPM lakukan ke kalian." Suaranya semakin mengecil, perasaan bersalah menyeruak hingga ke dada.
"Kami nggak akan maafin DPM, sih," celetuk Adrian, membuat Jio yang di sebelahnya spontan menyenggol lengannya. Yang lain juga menatapnya dengan terkejut, tidak menyangka Adrian seberani itu mengatakannya langsung pada orang yang cukup berpengaruh di DPM.
Kevin juga sempat terkejut, tapi dengan cepat terkekeh melihat reaksi yang lainnya. "Wajar, kok. Gue sendiri nggak bisa maafin DPM yang sekarang." Kevin menghela napasnya sebelum mengutarakan maksud kedatangannya.
"Sebenarnya jabatan awal gue bukan sekretaris komisi internal, tapi sekretaris utama." Sempat bingung harus memulai dari mana, akhirnya Kevin memilih cerita tentang dirinya. Yang mendengar tidak memotong ceritanya, hingga Kevin leluasa melanjutkan. "Gue kenal Alam sebagai mahasiswa yang punya jiwa kepemimpinan tinggi. Ketika dia nunjuk gue sebagai sekretaris di bawah arahannya langsung, gue jelas senang karena dipercaya. Tapi tiba-tiba, gue diturunkan ke sekretaris komisi internal dengan alasan yang nggak masuk akal."
"Lo mau, 'kan, pindah ke komisi internal?"
Kevin terdiam sejenak. "Hah?"
"Lo jadi sekre di komisi internal aja, ya. Posisi sekre di sana masih kosong," ucap Alam dengan santai, mengabaikan wajah bingung Kevin.
"Kalau gue pindah, posisi sekre utama bakal kosong, dong?" tanya Kevin dengan wajah bingungnya.
"Sudah ada kandidatnya, kok. Aman." Alam tersenyum tanpa dosa, lagi-lagi bersikap acuh dengan ekspresi Kevin.
"Tapi kenapa, Lam? Gue masih nggak ngerti kenapa gue yang dipindahkan, bukan orang lain yang mengisi posisi itu." Kevin jelas tak terima. Bahkan sebelum dilantik, ia sudah mengerjakan tugas sekretaris yang Alam minta. Wajar jika ia mengharapkan posisi tetap sebagai sekretaris utama.
"Gue lebih suka ditemani cewek cantik, Vin."
Yang mendengar cerita Kevin hanya bisa terdiam saking terkejutnya. Mereka tidak menyangka akan seperti itu alasan yang Alam berikan. Sama sekali tidak masuk akal.
"Dia beneran hebat pura-pura baik." Setelah beberapa menit terdiam, Jelila bersuara.
"Bajingan," umpat Jio. Yang lain tak menghentikan karena sama kesalnya dengan cerita Kevin.
"Setelah beberapa waktu, akhirnya gue menerima kenyataan untuk bekerja sebagai sekretaris Komisi Internal DPM. Tapi gue merasa nggak adil waktu harus ngerjain tugas sekretaris utama juga." Pernyataan Kevin semakin membuat semua orang geram. Mereka ikut tak terima mengetahui Kevin diperlakukan seenaknya oleh Alam. "Makanya gue mulai meragukan Alam dan nentang banyak hal yang dia mau, tapi gue nggak bisa ninggalin DPM... karena cuma di sana gue bisa membantu mahasiswa lainnya." Kevin menghela napas kemudian mengulum senyumnya, "gue suka organisasi DPM andai organisasi ini bergerak sesuai visi misi yang ada. 'Perwakilan Mahasiswa', gue merasa itu tugas yang penting dan keren. Makanya gue masih di sana."
KAMU SEDANG MEMBACA
Ice Cream; Jaemin & Jeno
Mystery / Thriller"Peduli dan ikut campur itu beda tipis, terlalu membuang tenaga. Kita cuma perlu menghindar tanpa berbuat onar." Demi menyelamatkan UKM Literatur yang nyaris bubar, Jovano Abidzar meminta Jevian Abrizam untuk bergabung ke UKM itu. Jevian tak punya p...
