"Gw anter lo pulang, Li", kata Jeno merangkul tubuh Lia.
Lia mengangguk lemas, "tapi yang jagain siapa?"
Lia menatap Jeno, dan Jeno menatap Lia balik.
"Aku yang akan jaga istriku sendiri, kalian pulanglah".
Mereka pun mematuhi perintah Taemin.
Akhirnya mereka pun balik dengan saling terdiam di mobil. Jeno terus fokus di jalan, sedangkan Lia menatap jendela sambil termenung.
"Gw turut bersedih atas yang menimpa kakak ipar gw Li, ada Hyung gw. Pasti akan baik-baik aja", kata Jeno.
"Hm", jawab Lia singkat.
Mereka terdiam kembali, dan sesampainya di depan rumah Lia, Jeno membuka pintu mobil agar Lia keluar.
Yamada yang melihat dari ujung pintu langsung berlari untuk membopong Lia agar tidak tersungkur.
"Gw perintahin lo buat jaga cewek gw, kalau ada apa-apa langsung hubungin gw"
Yamada mengangguk paham dan membawa Lia masuk ke dalam untuk di istirahatkan.
"Lia, istirahat yang penuh. Aku akan disini, kalau ada apa-apa panggil aku saja ya".
Lia tak berkutik, dia mulai menitikkan air mata. Tak sanggup melihat kakaknya terbaring lemah di rumah sakit.
Sempat Yamada ingin keluar dari kamar Lia, Lia mulai berbicara, "gw gak tau harus gimana lagi Mada. Gw sebagai adek gak becus. Gw terlalu fokus sama pekerjaan gw"
Lia mulai menangis kencang, Yamada yang melihatnya langsung memeluk erat.
Yamada menepuk pelan pundak atasannya, "kamu bukan gak becus Li, tapi itu sebuah kewajiban suaminya yang harus menanggung semuanya".
"Gw yang terlalu ngasih kepercayaan semuanya ke kakak ipar gw, seharusnya dari dulu kakak gw gak usah nikah sama dia".
Yamada hanya mendengar ocehan si Lia tanpa membalas perkataannya.
Tak selang lama, akhirnya Lia pun tertidur di dekapan Yamada.
Yamada pun menidurkan kembali Lia dan menyelimuti nya.
"Lia udah tidur?"
Dari bilik pintu, Jeno datang dan mengamati Yamada yang tengah menyelimuti Lia sang kekasihnya.
"Iya tuan, nona Lia sudah tertidur pulas. Karena dia terlalu lelah menangis".
"Kenapa lo tidak menghubungi gw?"
"Aku mau menghubungi tuan, tetapi tidak di perbolehkan nona. Maaf tuan".
Jeno menghela nafas, "yasudah, lo kembali ke kamar lo. Gw yang akan jaga cewek gw".
Yamada mengangguk dan kembali ke ruangan dia sendiri.
Jeno pun duduk di samping Lia yang tengah tertidur pulas, "sorry Li, gw akan terus mengamati Hyung gw".
Jeno mengecup pelan kening Lia, dan akhirnya mereka pun tidur bersama.
.............
Matahari menerangi mereka berdua. Lia terbangun, dia melihat Jeno tidur di sisinya.
Lia membuka tirai dan keluar ke balkon untuk menghirup udara segar di pagi hari.
"Hhaahh, mata gw pasti sembab".
Jeno tiba-tiba memeluk Lia dari belakang, "morning sayang".
Lia hanya diam, dia terus melihat ke arah depan tanpa menyapa ucapan Jeno sangat kekasihnya.
"Kenapa nggak bales ucapan gw? Nggak suka ya?" tanya Jeno.
Lia menggeleng, "geli aja, baru kali ini lo kayak gini ke gw. Dan gw baru pertama kali di giniin sama lo".
"Ck", Jeno membalikkan badan Lia agar mereka saling bertatapan.
"Gw bakal memberikan ucapan seperti itu setiap hari".
KAMU SEDANG MEMBACA
Ipar || Lee Jeno (END)
Novela JuvenilBagaimana rasanya ketika seorang musuh merupakan saudara ipar sendiri dan menjadi seorang kekasih pada waktunya?
