tentang dia season 2 chap 1

196 14 6
                                        

" bunna... Boleh ya, ya ya... Papah jeno aja bolehin ko andy ke kota... Ayo lah bun, andy ingin kerja, andy sudah kelas 3 bun, andy sebentar lagi lulus sekolah SMA... Ya bunna, boleh ya... " Ucap andy merengek kepada bunna nya...

Yap andy adalah anak jisung dan jaemin, terhitung sudah 16 tahun jisung pergi dari jaemin, benar - benar tidak menunjukan sama sekali kepada jaemin,

Jisung tinggal di sebuah desa, bersama mark, haechan dan jeno, mark dan haechan juga sudah menikah, tapi sayang nya haechan dan mark belum punya keturunan,

Mark juga membangun panti asuhan, jadi anak - anak panti yang ikut bersama mark dan jisung juga sama, mreka sudah besar, tapi mark, dan yang lain juga tetap menampung anak - anak yatim yang tidak punya orang tua, dan ada juga bayi yang di simpan begitu saja di depan rumah panti mark...

Jadi mark dan jisung membeli rumah dan merenopasi nya menjadi rumah panti, beberapa anak panti yang sudah besar sebagian ada yang masih tinggal disitu. Karena mark juga dia berjualan makanan. Di bantu haechan...

Sementara jisung dia sesekali membantu mark dan haechan mengelola cafe itu, juga jeno yang membuka toko sembako, yang juga sering di bantu jisung, lebih tepat nya jisung sering membantu jeno...

Lalu kenapa andy memanggil jeno dengan sebutan papah, jadi jeno disini sudah menganggap jisung adalah adik nya, berkali - kali jisung mengatakan agar jeno menikah dengan nya, tapi jeno selalu menolak dengan alasan jisung itu menginginkan jaemin, jadi buat apa dia bersama jisung, jika jisung masih memikirkan jaemin, lagipula andy juga berhak tahu siapa ayah nya...

Dan karena andy sejak lahir dan besar di asuh jisung dan jeno, jadi lah andy memanggil jeno dengan sebutan papah.

Tidak ada paksaan atau keberatan dari mereka, karena jeno juga sayang andy seperti anak dia sendiri...

Lalu bagaimana dengan jaemin, jaemin masih belum menikah, dia terus mencari jisung, jaemin juga berkali - kali menolak pertunangan, karena dia ingin mencari jisung...

" Tidak andy, kamu ini lebih baik cari fakultas disini saja, dan tidak perlu kerja, bunna masih bisa nafkahin kamu... " Jawab jisung

" Bunna ga asik, papah... Papah... Lihat bunna masa larang andy untuk kuliah dan bekerja di kota, padahal andy dapat kesempatan bagus kan pah... " Adu andy kepada jeno

Jisung hanya melihat tajam kepada jeno dan andy... " Papah tidak berani andy, lihat bunna mu, mata nya melotot papah takut... " Jawab jeno pelan

Andy yang melihat itu sedikit tertawa karena melihat bunna nya yang memang melototi mereka dan jeno yang ga berani, tapi langsung kesal dan pergi gitu saja dengan wajah sebal nya...

" Kamu itu sebenar nya kenapa si larang andy untuk kuliah disana, ya kalo pun kamu tidak izinin andy untuk kerja, paling tidak biarkan dia kuliah disana, ini kesempatan bagus loh jie buat andy... " Ucap jeno

Jisung terdiam sebentar, menatap jeno... " Jeno, kamu paham kan apa yang aku takutin, percuma aku jaga andy dari jaemin jika sekarang dia pergi begitu saja ke kota, bagaimana kalo dia nanti bertemu dengan... " Ucap jisung menggantung

" Dengan jaemin, kamu takut mreka bertemu dan jaemin mengakui andy,
Jie kamu tidak bisa egois, bagaimana pun, dia anak jaemin, dan tolong lihat dari sisi andy, paling tidak biarkan dia kuliah... Kamu tidak kasian melihat andy yang sudah memimpikan semua nya... " Jawab jeno

Jisung hanya diam, dia juga kasian melihat andy yang sudah memimpikan untuk kuliah di kota, dan mendapat kesempatan untuk magang juga di sana, tapi jisung takut jika andy bertemu dengan jaemin...

Jadi andy mendapat kan kesempatan untuk berkuliah di kota, dan dia juga mendapat kesempatan untuk magang di perusahaan di sana, lewat ujian dulu tentu nya, karena andy pintar jadi dia mendapat kan kesempatan untuk ikut test tersebut...  hanya saja baik andy atau jisung tidak ada yang tahu di mana dia akan magang nanti, magang itu hanya beberapa bulan, karena hanya untuk mendapat sertifikat saja dan bisa membuat kuliah andy lebih mudah dengan beasiswa itu...

Sementara itu andy sedang cemberut di cafe mark... Bahkan dari tadi mark tanya pun dia tidak menjawab...

" Astaga, itu bibir ampe bisa di ikat... Sini biar mamah ikat... " Ucap haechan yang melihat andy cemberut di cafe nya...

" Apa si mamah echan sama papah mark jangan ikut campur, andy lagi sebel... " Jawab andy

" Loh ko marah, papah mark kena juga, orang mamah echan yang ngomong... " Jawab mark

" Ya kan sama aja, papah mark sama mamah echan kan pasti satu genk, jadi pasti sama, udah ah andy mau es strawberry boleh... " Jawab andy yang menjadi semangat...

" Big no... " Jawab mark dan haechan bersama... Itu membuat andy kembali  cemberut...

" Ihh, sebel andy sebel sama papah mark sama mamah echan... " Ucap andy...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~🌼🌼🌼🌼🌼🌼~~~~~~~~~
~~~~~~🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼~~~~~~
~~~🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼~~~
Hay.... Selamat siank... Ma'af aku baru aktif lagi, aku tidak tahu apa masih banyak yang suka atau tidak sama book ini, ma'af jika banyak kurang nya. Semoga masih ada yang suka dan bisa kasih vote, aku juga berdo'a semoga siapa saja yang membaca book ini kalian selalu bahagia dan sehat... Amiin...

Tentang diaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang