9

131 11 3
                                        

Mark sedang bersama jeno, sedangkan jisung, haechan dan andy sedang di ruang makan...

Mark hanya menatap jeno entah apa yang ada di pikiran jeno, dia begitu terlihat seperti kesal, setiap mark dan haechan bertanya kenapa dia tidak mau bersama jisung, jeno selalu berkata dia tidak menyukai jisung lebih dari seorang kaka ke adik nya, tapi melihat sikap jeno yang seperti kesal ini mark selalu berpikir bahwa jeno memang menyukai jisung...

" Jen, kenapa kamu seemosi itu kepada andy, apa sebenar nya yang kamu pikirkan... " Tanya mark pelan

Jeno menatap mark sekilas, laki - laki yang sudah berusia matang itu hanya menatap mark lalu kembali menunduk...

" Kak, jeno tidak berniat membentak andy, jeno bukan nya marah sama andy, hanya saja jeno merasa sakit ka, jujur jeno memang sering bertanya kepada andy apa dia siap untuk ke kota, kuliah, dan magang, tapi di saat itu juga jeno sedih ka, hiks hiks, jeno sakit kak, jika harus melepaskan andy, andy memang bukan anak jeno, tapi kakak tahu sendiri seperti apa sayang nya jeno kepada andy,
Kak, jeno bukan jisung yang mempunyai hak untuk melarang andy kemana pun, tapi jeno juga ga bisa jika harus kehilangan andy, jeno mau andy sukses tapi jeno juga ga bisa jika jauh dari andy ka... Hiks hiks...." Ucap jeno panjang di iringi suara tangisan

Mark menghampiri jeno, dia menepuk pundak jeno agar jeno lebih tenang...

" Kakak mengerti, karena memang dari semua nya, kamu lah jen yang paling menyayangi andy setelah jisung, andy juga sama dia juga sangat menyayangi kamu, memang kita yang salah karena sudah menutupi semua nya dari andy, tapi jika andy saja sudah tahu untuk apa kita tahan lagi, jika memang andy ingin pergi, biar kan dia pergi, jika andy ingin tetap disini, kita juga harus tetap dukung... " Ucap mark

" Papah... " Andy memanggil jeno sambil terisak di ikuti jisung dan haechan di belakang mereka...

Andy lari memeluk jeno, jika siapa saja yang melihat pasti akan mengira mereka adalah ayah dan anak, tapi nyata nya jeno hanya kakak angkat jisung...

" Ma'af kan papah ya nak, papah janji tidak akan memaksa kamu untuk pergi... " Ucap jeno

" Enggak pah, andy yang harus nya minta ma'af, andy sudah kasar sama bunna, andy juga sudah nakal, ma'afin andy pah... Hik hiks... " Jawab andy...

Esok hari :

Renjun keluar untuk lari pagi, tapi saat dia membuka pintu betapa terkejut nya renjun melihat andy sedang duduk di bangku depan rumah nya, renjun dan jaemin memang masih di desa dan rencana mereka akan pulang siang nanti...

" Andy, kamu sedang apa disini, kenapa tidak mengetuk pintu nak... " Tanya renjun menghampiri andy

" Hehee, ma'af tuan, soalnya saya juga terlalu pagi bertamu nya... Oh iya, apa tuan jaemin nya ada... " Jawab jisung lalu bertanya kepada renjun.

" Ada, ayo masuk, apa kamu sendiri ke sini... " Ajak renjun

" Tidak, andy kesini dengan seseorang... Itu... Di sana... " Andy menunjuk jeno yang sedang berdiri di dekat pohon...

Renjun yang melihat jeno langsung mengajak andy ke dalam dan memanggil jaemin, sementara itu renjun langsung keluar kembali untuk menghampiri jeno...

Setelah masuk andy duduk di sofa sementara renjun dia memanggil jaemin, saat sampai di ruang tamu jaemin terkejut karena melihat andy anak nya yang ada di rumah nya...

Jaemin langsung memeluk andy, jaemin sangat senang, dia senang paling tidak dia bisa bersama anak nya sebelum dia kembali ke kota...

" Andy, ayah senang sekali kamu mau bertemu sama ayah nak, oh iya apa kamu sudah sarapan, ayah buat kan sarapan ya, hmm tapi sarapan apa ya, ayah tidak pandai membuat masakan enak, minum susu aja ya, atau mau ayah pesan kan makanan, andy mau apa nak... " Ucap jaemin yang terus berbicara, dan itu membuat andy terkekeh...

" Tenang lah tuan, andy sudah sarapan, andy kesini hanya ingin bicara dengan anda... " Jawab andy yang terus tersenyum...

Melihat andy yang tersenyum sungguh membuat jaemin sangat bahagia... Dalam hati jaemin sangat berharap bisa bersama jisung dan anak nya, tapi melihat kenyataan jisung yang terus menghindar membuat jaemin tidak bisa berharap banyak...

" Andy, bisa kah kamu memanggil saya dengan sebutan ayah... " Jaemin berbicara dengan pelan dan menatap andy penuh harap...

" A ayah... " Jawab andy

Mendengar itu jaemin sangat senang dia kembali memeluk anak nya, dia benar - benar bersyukur sekian lama mencari anak nya akhir nya bertemu juga...

" Andy, ada keperluan apa andy pagi - pagi bertemu ayah, apa ada sesuatu, atau andy mau ikut dengan ayah ke kota... " Tanya jaemin sambil membawa minum untuk andy...

" Andy masih bingung, jujur andy ingin ke kota, andy ingin magang di kantor ayah, tapi andy tidak bisa meninggal kan bunna, ayah kan tahu bunna itu cengeng, nanti jika andy pergi ke kota bunna pasti sedih... " Jawab andy polos

Jaemin hanya terkekeh mendengar jawaban anak nya... " Kenapa tidak membawa bunna juga sekalian ke kota... " Ucap jaemin membuat andy terdiam...

Tentang diaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang