Kini semua nya sedang duduk di ruang tamu, termasuk renjun... Jadi yang datang tadi adalah renjun, andy juga sudah pergi ke sekolah...
" Jie, apa kabar kamu... " Ucap renjun
" Aku baik kak, bagaimana dengan kak' renjun, oh iya ma'af, aku mendengar bahwa kak' renjun pisah ya dengan suami nya... " Jawab jisung dan bertanya
" Iya, aku kira aku bisa menikah dengan orang lain dan melupakan orang yang begitu jahat, yang pergi begitu saja, tapi nyata nya tidak bisa, mungkin karena orang itu terlalu jahat sampai dia bisa tenang sementara aku tersiksa karena memikir kan dia... " Jawab renjun sambil menatap sinis ke arah jeno
Melihat sikap renjun yang terus menatap sinis ke arah jeno, jisung, mark dan haechan mengerti dan langsung pamit untuk ke belakang...
Sementara jeno hanya diam saja, dia sungguh tidak tahu harus berexpresi seperti apa...
" Kenapa hanya diam saja, bukan kah harus nya kau mengucapkan sesuatu jeno... " Ucap renjun yang dari tadi hanya diam saja begitu juga jeno...
" Apa yang harus aku ucapkan, apa kita sedekat itu pak renjun... " Jawab jeno dingin
" Kau ini pergi begitu saja bersama jisung, apa kau tahu aku... A aku... Sudah lah lupakan, aku kesini hanya ingin bertemu jisung, dan meminta izin untuk andy agar di perbolehkan untuk kuliah di kota, dan jaemin akan membiayai semua nya... " Teriak renjun dan itu membuat jisung yang di belakang langsung datang, tidak hanya jisung jeno pun kaget...
" Apa maksud dari kak'renjun, apa jaemin tahu jika andy adalah anak nya... " Teriak jisung yang langsung menghampiri renjun
" Jie, semua juga akan melihat betapa mirip nya andy dengan kamu dan jaemin, jadi tolong biarkan andy menggapai cita - cita nya di kota dengan berkuliah, jika kamu mau, kamu bisa ikut jie, bukan kah kamu juga merindukan orang tua jaemin, jujur ayah dan ibu jaemin sangat merindukan kamu jie... " Jawab renjun
Sementara jisung terdiam, jeno pergi meninggalkan semua nya, mark dan haechan menenangkan jisung, dan meminta agar renjun untuk membiarkan jisung memikirkan semua nya...
Setelah menenangkan jisung, renjun pun pamit untuk pergi, karena hari ini dia juga harus menghadiri test di sekolah andy.
Di tempat test kini semua siswa sudah bersiap untuk melakukan ujian test magang dan beasiswa kuliah...
Jaemin sedang duduk di dalam ruangan, dia sedang mengerjakan sesuatu dan tidak ada orang lain...
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuat kegiatan jaemin berhenti sejenak, Jaemin menyuruh masuk seseorang yang mengetuk pintu itu.
Saat pintu terbuka, nampak andy yang masuk melihat ke arah sekeliling dan hanya melihat jaemin...
" Kamu, andy kan, masuk lah... " Ucap jaemin
" Permisi tuan, ma'af apa saya boleh meminta waktu nya... " Tanya andy
" Tentu saja boleh, silahkan duduk... " Jawab jaemin senang
" Sebelum nya saya minta ma'af, saya sudah tahu semua, saya juga sudah mendengar dari pembicaraan bunna dengan papah jeno, papah mark dan mamah haechan, saya tahu kalau tuan adalah ayah saya... Dan saya kesini bukan untuk apa - apa, saya ingin ikut test beasiswa ini sungguh - sungguh, jadi tolong nilai saya karena kemampuan saya, bukan karena saya anak tuan, dan saya tidak ingin orang tahu tentang ini, ma'af saya tidak terbiasa mendapat perlakuan baik untuk apa yang saya inginkan, karena bunna selalu mengajarkan saya untuk berusaha jika menginginkan sesuatu... " Jelas andy, kenapa andy bisa berbicara seperti itu, itu semua karena andy tidak sengaja mendengar ucapan jaemin dan renjun yang akan langsung meloloskan andy tanpa harus ikut test...
" Andy, kamu benar anak ku, apa ayah boleh memeluk kamu nak, sebentar saja... " Ucap jaemin
Andy tidak banyak bicara lagi dia terdiam, dan saat itu juga jaemin memeluk andy dengan erat, bahkan jaemin sudah meneteskan air mata...
" Kamu berhasil membesarkan andy dengan baik jisung, ma'afkan aku jie, ma'afkan ayah nak... Hiks hiks... " Ucap jaemin
" Ma'af tuan jika saya tidak sopan, ma'af juga jika saya masih bingung harus bagaimana, ini sapu tangan punya saya, pakai lah dan simpan... " Andy
Jaemin menerima sapu tangan itu dan mengelap air mata nya, andy pun permisi untuk keluar...
Saat andy menutup pintu, andy malah menangis, dia merasa sesak sekali... " Hiks hiks. Kenapa ini sesak sekali, ada apa ini, kenapa rasa nya aku ga bisa menahan rasa sakit, tapi kenapa ada rasa bahagia juga, tuhan aku harus bagaimana... Hiks hiks... " Isak andy lalu pergi ke toilet untuk mencuci wajah nya agar tidak terlihat habis menangis...
" Tidak seharus nya kamu mengalami ini semua andy... " Ucap seseorang yang ada tidak jauh dari andy...
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang dia
Teen Fiction( revisi ) cerita sebelum nya aku ga nemu feel nya, jadi aku rombak semua nya... semoga suka semua...
