8

133 10 4
                                        

Test untuk beasiswa dan magang di perusahaan jaemin sudah selesai dua hari yang lalu, dan para siswa yang lolos pun sudah di info kan, bahkan andy menjadi siswa yang lolos di urutan pertama, bukan karena jaemin ayah nya, tapi jelas karena andy yang pintar...

" Hay, jagoan papah kenapa diam dan melamun disini... " Tegur jeno

" Papah, buat andy terkejut saja... " Jawab andy

" Ma'af... Coba kesini papah ingin memangku anak ganteng papah yang sudah dewasa ini... " Jeno

" Pah, andy sudah berat, nanti papah ga kuat... " Andy

" Kamu meremehkan papah kamu yang hebat ini... Hmm... " Jeno mengkelitiki andy

" Hahaa, iya ampun pah, hahaa, bunna papah jahil nih... " Adu andy

" Huh, aduan...
Kemari lah nak, papah ingin bicara... " Jeno serius

Andy duduk di pangkuan jeno, sementara jisung dia tengah menyiapkan makan malam, sementara mark dan haechan mreka sebentar lagi pulang...

" Apa kamu sudah memikirkan semua dengan baik nak... Apa kamu benar - benar yakin akan menolak semua nya... " Tanya jeno

Yap andy memang lulus tapi andy menolak untuk pergi ke kota, entah apa alasan nya, yang pasti andy tiba - tiba menolak untuk pergi, beruntung untuk keberangkatan nya masih 1 minggu lagi. Tapi andy tetap tidak ingin pergi...

" Pah, sudah lah, disini kan banyak tempat kuliah yang bagus, hanya keluar desa sedikit kan bisa... " Jawab andy

" Papah pulang... " Mark datang dan itu membuat andy langsung berdiri tapi jeno menahan nya... Sementara andy malah kesal dengan tingkah papah nya ini...

" Tumben banget di pangku, kenapa apa dia sedang sedih jen... " Tanya mark

" Tidak kak' mark aku hanya sedang bertanya kepada anak ini, yang selalu saja ngeyel... " Jawab jeno

Mark hanya menggeleng kan kepala nya, lalu berlalu untuk bersih - bersih dan lanjut makan malam...

" Bunnaaaaaa... Papah selalu ganggu andy... " Teriak andy

" Jeno... Kau ini selalu saja ganggu andy... " Jisung menghampiri setelah selesai masak, dan menunggu mark dan haechan turun untuk makan malam...

" Jie, aku ini tidak mengganggu anak ini, anak ini saja yang selalu membuat aku ingin mengusilin nya... " Jawab jeno sambil mengeklitiki andy

Setelah mreka semua bercanda, andy pun pergi ke meja makan untuk makan malam, karena mark dan haechan sudah turun...

" Wah... Masakan nya enak sekali, bunna emang yang terbaik... " Ucap andy

" Kau ini bisa saja menggoda bunna mu... " Jawab haechan

" Tentu saja, andy kan sayang bunna, jadi andy tidak mungkin memuji orang lain selain bunna sama mamah haechan... " Jawab andy

" Benar kah, apa mamah juga ada di dalam list orang yang kamu sayangi... " Haechan

" Sudah - sudah, andy bagaimana kamu sudah siap untuk beasiswa kamu... " Tanya mark, tapi andy malah diam seolah tidak mau menjawab

" Andy, papah mark nanya ko kamu malah diam... " Jisung, tapi andy lagi - lagi diam bahkan dia sedikit mulai malas untuk makan...

Andy masih diam, sampai dia menyimpan sendok dan garpu nya bahkan dia hendak pergi, tapi di tahan oleh haechan...

" Hmm, sudah - sudah, tidak perlu di bahas lagi, andy ayo makan atau mamah marah... " Haechan menahan andy dan bicara sedikit tegas

Tidak ada pembahasan setelah haechan menyuruh andy untuk kembali duduk dan makan, tapi sedetik kemudian andy bicara... " Sebenar nya apa yang kalian semua inginkan, kenapa di awal kalian sangat menentang andy untuk ikut, lalu saat andy mulai merelakan, kalian memaksa andy untuk ikut, sebenar nya ada apa... " Ucap andy sedikit bergetar menahan tangis

" Andy, bukan gitu nak, tap... " Jisung menenangkan andy tapi andy malah bangun dan teriak...

" Tapi apa bun, sebenar nya apa yang kalian sembunyikan, bunna juga, bunna melarang andy tapi bunna juga yang meminta andy untuk ikut, papah jeno, papah mark, mamah echan juga semua sama, kenapa kalian semua jahat sama andy... " Teriak andy

" Andy tenang sayang, bukan gitu maksud papah... " Mark mencoba menenangkan

" Terus apa pah, apa karena pemilik perusahaan itu adalah ayah andy... " Andy

Deg... Semua menatap andy, mreka semua terkejut saat tahu bahwa andy sudah tahu siapa ayah nya...

" Apa, knapa smua diam, kaget karena andy tahu semua... andy benci kalian smua, andy benci bunna... " Lanjut andy yang kini sudah menangis bahkan akan berlari ke kamar nya tapi jeno membentak nya...

"Andy... (Bentak jeno ) Sejak kapan kamu mulai berani meninggikan suara kamu seperti itu, sejak kapan kamu mulai berani membentak hah, apa papah pernah ajarin itu sama kamu... " Teriak jeno

Mendengar bentakan dari papah nya,  andy sudah duduk kembali dan menangis, begitu juga jisung, jujur andy sekarang takut, karena papah nya begitu marah, andy hanya bisa menangis, sementara jeno dia pergi keluar, jisung sedang menangis lalu memeluk andy, di susul haechan... " Ma'af kan bunna andy, ma'af kan bunna hiks hiks... " Isak jisung

" Hiks hiks, andy benci semua, hiks hiks, bunna jahat, bunna padahal tahu andy selalu ingin hiks hiks seperti teman - teman andy, hiks hiks, andy ingin juga punya sosok ayah seperti teman hiks teman andy... " Jawab andy tidak kalah sedih

" Udah andy, udah ya, kamu juga udah ya jie, mungkin memang saat nya andy mengerti semua jie... " Ucap haechan menenangkan andy dan jisung...

Andy dan jisung menatap ke arah haechan berbarengan...
Sementara Mark yang mengerti emosi jeno langsung keluar mengejar jeno untuk menenangkan...

Tentang diaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang