Malam sudah tiba, sedangkan andy belum juga pulang, jisung juga sudah tidak terlalu khawatir karena mark sudah memberi tahu dia bahwa andy ada di cafe nya...
" Apa anak mu belum pulang juga jie ?" Tanya jeno
Jisung hanya menggeleng sambil menyiapkan makan malam nya... " entah lah jen, aku juga sudah menghubungi nya, lagi pula dia ada bersama kak'mark dan haechan jadi sebentar lagi pasti dia pulang... " Jawab jisung
Jeno hanya menghela nafas dia bingung harus bagaimana... " Jie, bisa kah kamu itu... " Ucap jeno tapi di potong oleh jisung
" Cukup jen, andy anak ku, jadi biarkan aku yang mengatur dia, kamu tidak ada hak untuk ikut campur... " Jawab jisung sedikit emosi...
Jeno langsung diam, ini pertama kali jisung bicara seperti itu, dan itu membuat jeno tidak bisa menjawab, jujur selama ini mereka memang sering debat, itu karena jeno yang selalu memanjakan andy sementara jisung selalu tegas kepada andy...
Jisung yang sadar akan ucapan nya itu langsung bingung, bahkan jisung melihat jelas wajah jeno yang seperti sedih...
Saat jisung kan meminta ma'af, jeno langsung memotong ucapan jisung... " Aku lupa ada janji dengan teman ku yang akan membuka toko juga, jadi aku harus pergi dulu, kamu dan andy makan malam lah, lalu tidur tidak perlu menunggu aku, aku permisi ya jie... " Ucap jeno lalu pergi
Jisung menatap kepergian jeno, dia merasa bersalah harus nya dia lebih tenang, karena mau bagaimana pun jeno sudah bersikap layak nya suami dan kaka bagi dia dan andy...
Jeno sangat menyayangi andy, wajar jika jeno selalu memanjakan andy, padahal jeno juga tidak pernah berharap apa - apa dari jisung...
" Ma'afkan aku jen, hiks hiks, harus nya aku bisa lebih tenang hiks hiks, ma'afkan aku... " Isak jisung di meja makan...
Tidak lama andy, mark dan haechan masuk ke rumah, kebetulan malam ini mark dan haechan tutup awal cafe nya, dan seperti yang di bilang tadi, mark dan haechan sudah menikah tapi mreka tetap tinggal bersama jisung. Jeno dan andy, sementara anak panti lain nya ada di rumah satu nya dengan seorang pengurus panti...
" Loh, jie kamu kenapa... " Kaget haechan
Sementara andy dia hanya diam, dia masih sedikit marah, jujur dia juga ingin memeluk bunna nya, tapi dia masih sebal karena bunna nya selalu memarahi nya jika dia bahas untuk kuliah di kota...
" Jie. Kamu kenapa, apa ada yang menyakiti kamu, jeno mana... " Tanya mark yang tak kalah panik
" Andy, kamu mandi dulu ya nak, abis itu kita makan malam... Kamu juga kak mark, haechan... " Jawab jisung sambil mengusap air mata...
Andy dan mark langsung ke atas, sementara haechan dia menemani jisung untuk menyiapkan makan malam...
Tidak lama mark turun dan andy, mreka pun makan malam bersama tanpa jeno, haechan sudah di ceritakan oleh jisung saat menyiapkan makan malam...
Awal nya andy terus bertanya kemana pergi nya jeno, tapi haechan dan mark langsung menjelaskan bahwa jeno ke rumah teman nya, andy juga hanya diam saja setelah mendapat jawaban dari tante dan om nya...
Setelah selesai makan malam, andy langsung ke kamar nya, sementara haechan, mark dan jisung mreka tengah duduk di ruang tengah sambil menunggu jeno pulang...
Jisung juga sudah menceritakan semua nya kepada mark, jadi mark juga sudah menasehati jisung agar dia tidak melakukan hal seperti itu kepada jeno...
Sementara di tempat lain
Jeno tengah duduk di warung kopi, dia hanya diam, dan terus seperti itu dari semenjak datang, sudah hampir 2 jam jeno diam di warung itu...
Bahkan sang pemilik warung pun bingung, tidak biasa nya jeno diam seperti itu, setelah di rasa tenang jeno pun pulang...
Saat sudah sampai di rumah, jeno kaget karena mark, haechan dan jisung masih duduk di ruang tengah menunggu dia...
" Loh. Kak'mark, kalian kenapa belum tidur, ini sudah malam loh... " Tanya jeno
" Jeno... Hiks hiks... Ma'afkan aku jen... Hiks hiks... " Ucap jisung yang langsung menghampiri jeno...
" Kita semua udah tahu jen, dan jisung sudah menyesali nya... " Ucap haechan
" Aku harus nya ga seperti itu hiks hiks, ma'afkan aku jen, ma'afkan aku... " Isak jisung
" Sudah lah jie, lupakan lagipula benar apa kata kamu, aku tidak berhak mengatur andy ataupun kamu, karena aku bukan siapa - siapa... " Jawab jeno
Jisung menggeleng karena mendengar jawaban jeno... " Ga jen, kamu berhak, kamu adalah papah nya andy, jadi kamu berhak untuk memberi yang terbaik untuk andy, hiks hiks, ma'afkan aku jen... " Jisung menjawab dengan terus terisak...
" Sudah lah, jisung lain kali kamu lebih tenang lagi, dan kamu jeno, ma'afkan jisung ya, kamu berhak atas apa yang ada pada andy, karena kamu lah yang paling berperan dalam kehidupan andy, sudah sekarang sudah malam. Kakak mau besok semua nya sudah baik - baik saja, buat kamu jie, ingat kamu harus lebih tenang dan jangan egois... Sudah sekarang semua nya istirahat, jen sekali lagi ma'afin jisung ya... " Ucap mark
Semua pun hanya mengangguk dan pergi untuk beristirahat, jeno dan jisung juga sudah kembali baikan...
" Apa papah jeno sedih karena selalu bela aku ya, jika karena keinginan aku untuk kuliah di kota, buat bunna sama papah jeno selalu bertengkar, aku akan kuliah disini saja, dan tidak akan meminta bunna untuk mengizinkan aku kuliah lagi di sana, ma'afkan andy papah jeno, ma'afkan andy bunna... " Batin andy saat melihat dan mendengar semua percakapan bunna nya bersama mark, haechan dan jeno...
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang dia
Jugendliteratur( revisi ) cerita sebelum nya aku ga nemu feel nya, jadi aku rombak semua nya... semoga suka semua...
