12

155 11 4
                                        

Terhitung sudah beberapa kali andy mengalami tangan yang tiba - tiba lemas, bahkan andy sudah di tahap cemas dengan apa yang dia rasa, andy berencana akan konsultasi dengan dokter mencari tahu apa yang dia alami, tapi andy akan lakukan itu secara diam - diam, dia tidak ingin jisung atau yang lain khawatir tentang keadaan nya...

Di rumah jisung :

Kini smua sudah selesai makan siang, semua tengah bersantai di ruang tengah menikmati beberapa cemilan yang di buat jisung dan haechan...

" Kak' mark andy mana... " Tanya jisung

" Mungkin sedang bersama jeno, oh iya jaemin rencana kalian berapa hari di sini... " Jawab mark dan langsung bertanya kepada jaemin

" Mungkin sehari atau dua hari kak' soalnya andy hanya mengizin kan nya segitu, tidak bisa lebih... " Jawab jaemin

Mendengar itu mark sedikit terkejut, tumben andy berkata seperti itu... " Bukan andy papah mark, tapi bunna, bunna bilang ga boleh lama - lama, dua hari cukup... " Teriak andy dari luar...

Jisung yang mendengar itu merasa tidak enak, dia pun memilih pergi ke dapur... tapi renjun dan yang lain malah menahan senyum karena tingkah jisung...

" Kak'mark aku ingini menanyakan sesuatu, tentang andy apa bisa... " Tanya jaemin di sela - sela obrolan mreka

" Tentu, ada apa, apa yang ingin kamu tanya jaem... " Jawab mark

" Jaemin pernah melihat andy menangis, tapi saat jaemin ingin menghampiri, tiba - tiba telpon jaemin berbunyi, lalu saat kembali andy audha tidak ada, tapi saat jaemin masuk, jaemin tidak sengaja melihat banyak pecahan kaca di kamar andy, apa andy ada sakit atau terluka, karena saat jaemin tanya dia tidak mau menjawab... " Tanya jaemin serius yang di dengarkan oleh semua nya...

Mark yang mendengar itu tentu menggeleng, karena sepengetahuan mark andy adalah anak yang selalu ceria sama seperti jisung... " Kakak tidak tahu jaemin, karena seperti yang kita tahu andy adalah sosok yang selalu ceria... Apa kamu sudah memastikan nya... " Jawba mark

" Jaemin sudah bertanya tapi jawaban andy selalu bilang bahwa dia baik - baik saja... " Jawab jaemin...

" Andy datang... Semua nya ayo, kata nya mau bermain di taman... " Ucap andy yang datang dari kamar nya...

" Memang nya jadi... " Celetuk haechan

" Ahh, mamah echan... " Rengek andy

" Lihat lah, anak kuliah tapi masih sama seperti anak tk, apa kamu ini masih sekolah tk hah... " Ucap haechan lagi yang sedang di peluk andy...

" Andy kan masih anak - anak, dia aja masih suka ngompol... " Jeno kini yang berbicara

Mendengar itu andy melotot dan ngambek, smentara yang lain malah tertawa...

Di taman kini semua sedang bersantai anak - anak panti juga jaemin ajak, terlihat semua nya sangat senang, mereka membeli makanan, bermain seperti tidak ada beban...

" Dimana jeno, apa kamu melihat nya jie... " Tanya mark

Jisung yang tidak sadar jika jeno tidak ada dia langsung melihat ke arah kanan dan kiri untuk melihat nya tapi tidak ada... " Tapi renjun juga tidak ada... " Jaemin tiba - tiba bicara...

Sontak semua juga sudah paham, kemana lagi mreka jika tidak ada di situ pasti sedang bersama...

Tidak jauh dari taman jeno kini sedang bicara dengan renjun, sebenar nya awal nya jeno hanya sendiri, tapi renjun datang menghampiri jeno..." kenapa hanya diam saja, bukan kah dari tadi kamu marah - marah terus pak'renjun... " Ucap jeno

" Berhenti panggil saya dengan sebutan itu, jeno kamu itu sebenar nya mau nya apa si, bisa ga si jangan siksa saya... " Jawab renjun dengan nada emosi.

Sementara jeno dia hanya mengangkat alis nya sebelah tanda tidak mengerti, apa maksud dari mantan bos nya ini.

Renjun terus mengoceh sampai dimana renjun menerima telpon, terlihat dari nada bicara nya, renjun seperti nya sangat kesal...

Setelah menutup telpon, renjun malah duduk lemas dan menangis, dengan mati - matian dia menahan emosi nya... Jeno yang melihat itu langsung menenangkan renjun...

Sebenar nya renjun dan jaemin terus memaksa agar jeno mau kembali ke perusahaan nya. Tapi jeno selalu menolak karena memang toko nya sudah sangat bagus bahkan sudah banyak pelanggan dan bisa di bilank penghasilan nya juga lumayan... Karena memang selalu ramai pembeli di toko nya...

" Kakak... Kakak... Tolong... " Teriak seorang anak yang berlari ke arah jisung...

" Ada apa nak, kenapa sayang... " Jawab jisung panik

" Itu, kak'andy, kak andy jatuh kak... " Adu anak itu, tanpa menunggu lama jisung dan jaemin langsung berlari...

" Andi, kenapa ko bisa kak'andy nya jatuh... " Tanya haechan lembut

" Andy tidak tahu kakak, tadi kak'andy sedang bermain dengan kita, lalu tiba - tiba kak'andy terjatuh begitu saja... " Jelas anak itu...

Jisung dan jaemin terkejut karena andy yang tengah berbaring dan kepala nya di sandarkan di pangkuan salah satu anak yang bermain dengan nya tadi... " Andy... " Teriak jisung

" Andy kamu kenapa nak, kenapa kamu bisa terjatuh, apa ada yang sakit... " Panik jisung

Sementara andy hanya tersenyum dengan mata yang sudah berkaca - kaca... " Andy sayang kamu kenapa ayo bangun... " Ucap jaemin
Tapi andy lagi - lagi hanya tersenyum melihat ke arah ayah nya, tapi beda nya kali ini andy sudah menangis bahkan tangan nya pun lemas dan terhempas begitu saja saat jisung tidak sengaja mengangkat kepala andy ke pangkuan nya...

Tentang diaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang