11

144 10 2
                                        

Hari terus berganti bahkan kini sudah terhitung 2 tahun andy tinggal bersama ayah nya, sementara jisung dia masih di desa, entah lah padahal andy trus membujuk bunna nya agar mau tinggal disana bersama nya, tapi jisung selalu menolak nya...

" Jen, sedang apa kamu, kenapa melamun... " Ucap jisung yang melihat jeno tengah melamun di teras rumah

Semenjak andy tinggal bersama jaemin, jeno yang slalu ceria kini mendadak menjadi pendiam, bahkan tidak ada canda tawa jeno yang slalu memenuhi rumah ketika dengan andy dulu...

" Tidak jie, aku hanya sedang bersiap ke toko dulu, kalau gitu aku pergi dulu... " Jawab jeno lalu bersiap pergi ke toko...

Melihat jeno pergi begitu saja membuat jisung merasa kasihan, karena selama ini andy lah yang slalu menemani jeno, jisung juga sedikit memperhatikan jeno, jisung merasa akhir - akhir ini wajah jeno pucat, dia juga selalu murung setiap malam...

Setelah sampai di toko jeno langsung merapihkan smua barang nya, karena memang toko jeno selalu ramai pembeli... sampai dimana dia mendapat seorang custemer yang sangat dia rindukan...

" Permisi pak, apa kah saya boleh memakan ini secara gratis... " Ucap andy yang tiba - tiba datang dengan senyuman yang sangat jeno rindukan...

" Andy, anak nakal ini, sini nak papah sangat rindu kamu nak... " Jawab jeno dengan mata berkaca - kaca...

Andy langsung menghampiri jeno dan memeluk nya, andy sangat senang bisa bertemu dengan papah nya, bahkan jeno kini sudah menangis karena saking rindu nya kepada andy...

" Anak nakal, kenapa kamu tidak mengabari papah jika mau ke desa, hmm... " Tanya jeno masih memeluk andy

" Hehee, sengaja andy mau memberi kejutan untuk papah... " Jawab andy

" Hay jen... " Ucap seseorang yang baru masuk

" Ah, iya pak jaemin, pak renjun... " Jawab jeno

" Andy, ayo kita harus siap - siap... " Ajak jaemin...

Jeno yang mendengar itu hanya bingung siap - siap untuk apa, bukan kah andy baru datang, jeno berpikir jika andy akan pulang lagi...

" Ayah duluan saja, andy mau disini dulu sama papah jeno... " Jawab andy yang terus memegangi lengan jeno

" Memang nya mau kemana, jika andy sibuk pergi lah nak, papah nanti akan menunggu disini... " Jeno

Andy menggeleng, dia tetap mau bersama jeno, jaemin juga menjelaskan dia hanya akan menemui mark dan berencana untuk memberi bantuan untuk rumah panti mreka, dan juga rencana untuk membuka cafe atau apapun itu di kota...

Setelah menjelaskan jaemin dan renjun langsung pergi, sementara andy dia menemani jeno dan membantu jeno di toko yang mulai ramai pembeli...

Waktu sudah menunjukan pukul 12:00 jeno dan andy pun berniat untuk pulang dulu karena jisung akan marah jika mreka tidak makan siang di rumah...

Bruuaakkk... Suara benda jatuh, dan itu adalah barang yang di bawa andy... Jeno yang mendengar itu langsung menghampiri andy karena takut terjadi apa - apa... " Apa kamu baik - baik saja andy, apa ada yang terluka... " Tanya jeno memastikan, tapi andy malah terdiam menatap barang yang jatuh itu seolah dia takut...

" Andy, nak kamu kenapa... " Lanjut jeno, tapi andy malah menatap jeno dan memeluk jeno, entah apa yang andy rasakan tapi jeno terus menenangkan andy yang malah sedikit menangis... " Husst, udah tidak apa - apa nak, papah tidak marah. Yang penting andy tidak terluka, sudah jangan menangis... " Jeno terus menenangkan...

Sementara andy dia malah terbayang kembali kejadian beberapa waktu saat dirinya di kantor atau di rumah jaemin...

Saat itu andy tengah mengerjakan beberapa berkas yang harus di selesaikan, disini andy sudah mulai magang dan dia di tempat kan sebagai karyawan magang di bagian sekertaris, alhasil andy selalu membantu pekerjaan sekertaris ayah nya itu, tapi saat andy hendak minum karena haus, andy malah tidak sengaja menjatuhkan gelas nya, sampai sekertaris terkejut, tapi bukan nya menghindar andy malah terus menatap gelas yang jatuh itu...

Tidak hanya itu saat hendak makan di rumah nya, andy tiba - tiba tidak bisa menggunakan tangan nya untuk mengangkat sendok, alhasil andy pura - pura ingin di suapi oleh ayah nya...

Setelah di rasa tenang, jeno dan andy pun memutuskan untuk makan siang di rumah...

" Tuhan, semoga apa yang andy takutkan tidak terjadi, tolong andy tuhan, andy ingin merasakan bahagia dulu seperti anak yang lain... " Batin andy...

Setelah sampai di rumah, nampak disana ada jaemin, renjun yang sedang berbicara dengan mark, sementara jisung dan haechan mreka tengah menyiapkan makan siang...

" Mamah... Andy rindu mamah... " Teriak andy menghampiri haechan

" Jie, apa kamu mendengar suara... " Ledek haechan

" Ahh, mamah... " Rengek andy

Haechan tertawa dan langsung memeluk keponakan tersayang nya...
Setelah siap semua nya pun makan siang bersama... Jeno yang sangat senang karena toko nya ramai juga langsung makan dengan lahap di tambah ada andy jadi dia tidak murung lagi...

Tentang diaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang