Pagi hari semua sudah bangun, jisung dan haechan sudah menyiapkan sarapan, sementara mark dan jeno mereka sedang mandi, sementara andy dia masih belum bangun...
" Andy... Ayo bangun nak, sarapan, hari ini kan kamu ada test, ayo turun nak... " Ucap jeno mengetuk pintu kamar andy
Tapi tidak ada jawaban dari andy, jeno pun langsung turun untuk mengecek apa andy sudah ada di meja makan atau belum...
" Loh, jie andy mana, aku kira sudah turun, apa dia masih di kamar... " Tanya jeno pada jisung
" Belum, mungkin dia sedang mandi... Sudah ayo sarapan dulu... " Jawab jisung
" Pagi semua... " Ucap andy yang tiba - tiba turun dan langsung duduk di meja makan...
" Pagi anak papah yang paling ganteng... " Jawab mark
" Pagi andy... " Jawab jisung
" Loh, kamu ko ga siap - siap, bukan nya hari ini kamu ada test untuk kuliah di universitas dan magang di kota... " Tanya haechan
" Hmm, ga jadi... Andy mau selai coklat boleh ga pah... " Jawab andy singkat lalu meminta selai coklat kepada jeno
" Andy... " Tanya jisung yang melihat andy seperti sedang menahan sedih...
" Kenapa semua natap andy, andy tahu andy cakep, tapi biasa aja lah... " Ucap andy
Tidak ada yang bicara lagi, mereka semua hanya menatap andy yang makan dengan cepat, dan menahan air mata yang akan jatuh...
" Andy sudah selesai, andy mau ke taman sebentar ya semua nya, papah mark sama mamah echan nanti andy ke cafe ya... Papay... " Ucap andy lalu pergi begitu saja,
Sangat jelas jika andy menyeka air mata yang jatuh saat dia membelakangi mereka, jujur jisung sangat sakit melihat andy yang seperti itu...
"Andy... " Gumam jisung
" Sudah biarkan dulu, lagipula ini kan yang kamu mau... Biarkan andy sendiri dulu... Sudah kamu lanjutkan sarapan nya... " Ucap mark
Jeno hanya diam, dia sangat ingin melihat andy bahagia, dia tidak perduli andy anak nya atau bukan...
Di tempat lain :
Pagi ini seorang pria dewasa tengah bersiap akan mengunjungi beberapa sekolah yang akan mendapatkan kesempatan untuk magang dan kuliah dengan beasiswa dari perusahaan nya...
Orang tersebut adalah jaemin, pengusaha terbesar di kota yang terus berusaha mencari anak nya dan juga mantan sekertaris nya yaitu jisung...
Jaemin sengaja membuat beasiswa ini untuk menebus rasa bersalah nya kepada anak nya, dia berharap salah satu dari penerima beasiswa itu adalah anak nya, dan kalo pun tidak ada, paling tidak jaemin bisa tahu di setiap desa tentang anak dan orang tua nya, mungkin ada anak nya atau jisung di sana...
" Bukan kah sudah gua bilang jaemin untuk urusan ke sekolah biar gua aja bersama yang lain buat turun langsung ke sekolah ini... " Ucap renjun
" Aku ingin turun langsung renjun, lagipula aku sudah penat di kantor, aku ingin menghirup udara di pedesaan... " Jawab jaemin
Renjun hanya memutar bola mata dengan malas nya, dia sudah malas debat dengan jaemin, tidak lama mreka pun pergi ke desa dimana jaemin akan mengadakan test untuk calon penerima beasiswa dan magang... perjalanan mereka pun cukup lama, setelah sampai jaemin dan renjun langsung di sambut oleh kepala sekolah, dan semua keperluan untuk acara pun sudah siap...
Jaemin dan renjun sedang berkeliling sekolah dengan kepala sekolah, jaemin dan renjun merasa tenang dengan suasana sekolah di desa ini, sampai dimana jaemin berhenti ketika melihat seorang anak remaja yang sedang membantu seseorang yang terjatuh,
Jaemin terdiam dia seperti teringat saat dia bertemu dengan jisung dulu saat dia terluka dan di bantu oleh jisung, jaemin terus memandangi anak itu, sampai dia tertinggal oleh renjun... " Jaem, knapa berhenti, ayo... " Teriak renjun, jaemin pun langsung tersadar dan pergi mengejar renjun...
Skip :
Kini waktu sudah mulai siang, sekitar pukul 10:00, jeno kini sedang membuka toko nya, di bantu oleh andy...
" Pah, kemarin andy kan sudah kirim daftar barang yang habis, apa papah tidak mengecek nya... " Tanya andy
" Astaga andy, papah lupa... Mana catatan nya papah cek dulu... " Jawab jeno
" Lihat bagaimana papah ini jika tanpa andy, harus nya papah itu menikah dengan bunna jadi andy bisa marahin papah puas kalo papah salah, hahaa... " Lanjut andy
" Jadi kamu ingin papah bersama bunna mu hanya untuk memarahi papah hah... " Jawab jeno
" Haha, tentu tidak dong, andy sayang papah sama bunna, andy hanya bercanda papah, sudah sana belanja dulu, sebentar lagi kan anak sekolah datang, nanti mreka belanja barang nya tidak ada bagaimana... " Lanjut andy yang sudah mulai mengomel
" Baik tuan andy, aduh marah - marah aja si bos papah ini... " Jawab jeno sedikit meledek
" Hihii... " Jawab andy
" Yasudah, papah pergi dulu ya... " Ucap jeno lalu pergi belanja
" Hati - hati pah... " Jawab andy... Lalu melanjutkan bersih - bersih toko...
Tringgg ( suara pintu terbuka )
" Papah kenapa kembali lagi, apa ada yang terting... gal... " Teriak andy yang melihat ke arah pintu tapi dia kaget saat dia melihat siapa yang datang...
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang dia
Ficțiune adolescenți( revisi ) cerita sebelum nya aku ga nemu feel nya, jadi aku rombak semua nya... semoga suka semua...
