Saat andy pergi ke luar bersama sion, jeno mendapat telpon dari jisung, yang bertanya apa sion ada disitu bersama andy, tapi dari suara jisung, jeno merasa ada yg tidak baik, karena jisung menangis, jeno terus memaksa agar jisung bercerita, jadi lah jisung menceritakan semua apa yang andy rasa...
Setelah mendapat penjelasan dari jisung jeno bergegas keluar, dan akan menghampiri andy, tapi sebelum mendekat jeno mendengar jelas bahwa apa yang jisung ceritakan itu benar, dan tidak lama andy terjatuh begitu saja, dan berteriak tidak mau di bantu sion, jeno yang meliht itu langsung berlari dan menggendong andy...
Jeno berlari membawa andy ke dalam toko nya berharap andy sadar, tapi andy masih belum sadar juga, jeno meminta tolong kepada sion untuk menghubungi jaemin dah jisung, sementara dia langsung membawa andy ke klinik...
Jeno terus menangis memeluk andy, dia sungguh sangat takut, dia tidak mau percaya apa yang andy alami, tapi jeno melihat sendiri bagaimana andy terjatuh...
Setelah di klinik, jeno menunggu andy di luar, tidak lama jaemin, jisung dan sion pun datang, jeno terus menatap jisung, jaemin secara bergantian dengan air mata yang terus mengalir, jisung yang melihat itu langsung menghampiri jeno, dan mengusap air mata nya...
" Andy, hiks hiks, andy anak ku sedang sakit, kenapa aku malah tidak tahu jie, papah macam apa aku ini, hiks hiks, harus nya aku lebih menjaga nya, aku benar - benar tidak bisa melihat andy sakit jie, hiks hiks... " Jeno terus meracau di pelukan jisung, sementara jaemin dia hanya memandang jeno, jaemin tahu bagaimana terluka nya jeno, bagaimana pun, jeno sudah seperti kakak bagi jisung begitu pun sebalik nya, di tambah andy sangat berarti bagi jeno, karena jeno yang membantu jisung membesarkan andy...
" Tenang lah kak, kita harus do'akan agar andy baik - baik saja... " Ucap jisung menenangkan jeno walau air mata nya pun sama jatuh juga...
" Tenang bagaiamana jie, lihat andy yang terjatuh begitu saja di depan mata, aku gak bisa buat tenang, hiks hiks, aku tahu pasti selama ini andy kesulitan, hanya saja dia trus berusaha menutupi agar kita semua tidak kepikiran, hiks hiks... " Jawab jeno
Jisung terus menenangkan jeno walau diri nya pun sama, menangis terus menerus...
Setelah beberapa jam akhir nya andy sadar, dan tidak perlu waktu lama, setelah andy di bolehkan untuk pulang, mreka langsung membawa andy ke rumah sakit besar di kota, begitu juga jisung dan yang lain nya yang ikut ke kota...
Sepanjang perjalanan andy hanya diam, di dalam mobil itu ada jaemin, jisung, andy dan sion, sementara di mobil lain ada mark, haechan, dan jeno...
Andy terus diam memandang ke luar kaca mobil, bahkan tidak menjawab pertanyaan jisung dan jaemin...
Setelah sampai, andy langsung naik ke kamar nya, di sana mereka semua hanya bisa diam, memilih untuk istirahat agar besok bisa mulai pengobatan andy...
Di dalam kamar andy :
Andy lagi - lagi terjatuh saat dia ingin bangun dari tempat tidur nya untuk minum, bahkan gelas itu pun pecah sampai terdengar ke bawah... Semua yang mendengar itu langsung naik, tapi tidak masuk karena mendengar isakan andy yang begitu pilu...
Setelah itu mreka smua masuk, membantu andy bangun kembali dan membersihkan gelas itu... Wajah andy sudah memerah karena air mata juga, jisung terus menenangkan andy, setelah sedikit tenang jisung memilih untuk tidur bersama andy, sementara yang lain turun, andy juga sudah tertidur karena pengaruh obat...
Di rumah sakit :
Disini lah sekarang andy, di ruangan rawat inap, andy juga sudah tidak bisa lagi berkata dia hanya ingin diam...
Smua yang datang pun merasa sesak, karena andy benar - benar tidak mau bicara... Setelah beberapa waktu, Kini di dalam ruangan hanya ada jeno dan andy...
" Ndy, apa andy masih mau diamin papah, papah tahu papah bukan orang tua kandung andy, papah juga ga berhak buat minta andy buat bicara sama papah, hanya saja, papah merasa kangen dengan ocehan anak manja papah, papah tahu papah ga berhak, ma'afin papah ya... " Ucap jeno pelan, sementra andy melirik ke arah jeno sedikit, karena melihat expresi jeno yang di bikin sedih...
Jeno terus menunduk, sementara andy langsung memegang lengan jeno... " Pah, jangan pura - pura sedih, harus nya papah sedih beneran, papah juga berhak ko nanya semua nya ke andy, papah kan papah nya andy walau papah nakal... " Jawab andy tapi jeno terus menunduk...
Melihat jeno yang terus menunduk membuat andy bingung kenapa sama papah nya, sampai andy teriak jeno mengangkat kepala nya dan tertawa...
" Papah ngerjain andy lagi, papah pura - pura tidur, papah ini benar - benar ya, kenapa si selalu nakal, andy tidak mau bicara sama papah, buar bunna ya g jewer telinga papah... " Andy terus mengomel dan membuang muka nya seolah marah kepada jeno, tapi tidak lama jeno langsung memeluk andy dan berhenti tertawa...
Jeno mengerjai andy dengan pura - pura tidur, dan itu berhasil membuat andy malah menjadi andy yang crewet dan marah - marah lagi, karena semenjak jeno tertawa andy terus mengomel... Sampai jeno memeluk andy dan dia pun terdiam... " Teruslah merengek seperti anak kecil saat bersama papah, terus lah menangis karena bunna mu yang tidak mengizinkan apapun yang kamu mau, terus lah menangis saat kamu capek... Papah tidak akan pernah marah, papah akan slalu membela anak kesayangan papah... " Ucap jeno sambil memeluk andy...
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang dia
Novela Juvenil( revisi ) cerita sebelum nya aku ga nemu feel nya, jadi aku rombak semua nya... semoga suka semua...
