tandai typo!!!
______________
21+🤮🤢
Happy reading🐸
-senandung-
Nevan berjalan menuruni tangga menunju ruang bawah tanah dengan wajah yang emosi. Saat ini dirinya sudah sampai di tempat khusus baginya jika akan menghukum para penghianat di perusahaannya.
Sesampainya di tujuan, mata pria itu langsung menatap tajam seorang wanita yang sudah diikat tak berdaya di kursi.
Markisa yang melihat kedatangan pria itupun sontak berbinar, "Nevan, kamu datang kesini untuk membebaskanku kan?" ujarnya senang.
"Kau menghayal?" Nevan berujar dengan mengintimidasi. "Atas apa yang sudah kau lakukan pada istriku, sekarang kau berharap akanku lepaskan heh?" lanjut pria itu terkekeh.
"Aku tidak melakukan apapun terhadap wanita itu Nevan, percaya padaku!!" pekik Markisa, ia tidak terima difitnah seperti ini. Jelas-jelas wanita itu yang berusaha mencelakainya.
"Don't scream, damn it!!" sentak Nevan pada wanita itu. Berani sekali dia meneriakinya.
"TAPI MEMANG AKU TIDAK MELAKUKAN ITU SIALAN, DIA SENDIRI YANG MEMBUAT REKAYASA INI!!"
Mata Nevan mengelap, ia langsung mencekik wanita itu, "Argh, le-lepas..." rintih Markisa, kesakitan.
"Jadi maksud kau istriku yang merencanakan hal itu sendiri hah, kau pikir aku bodoh yang akan percaya perkataanmu. Bahkan dia sekarang masih tak sadarkan diri akibat perbuatan mu itu, dia syok brengsek!!"
"Le-lepas hiks!!" sumpah ini menyakitkan.
Brak
Nevan melepaskan cekikannya itu, kemudian menendang wanita itu.
"Bukankah aku sudah memberimu uang satu milyar sebagai balas budimu waktu itu, dan agar kau tidak menganggu kehidupanku lagi hah!"
"Lantas berani sekali kau mengusik istriku yang tidak tau apa-apa tentang hal di antara kita." desis Nevan, ia sungguh emosi kala mengingat mata teduh istrinya tadi yang meringkuk ketakutan akibat perbuatan wanita ini.
Markisa terisak, ia menangisi nasibnya yang malang ini. Dirinya sungguh tak menyangka jika wanita itu dengan mudahnya menghancurkan dirinya dalam semalam. Ia kira Sena adalah wanita yang bodoh dan mudah ditindas, namun dugaannya salah karena wanita itu ternyata licik melebihi dirinya.
Sena kejam.
Bayangan tadi saat wanita itu yang memaksa dirinya agar menelan belatung bahkan mampu membuatnya Markisa merinding, perutnya bergejolak kembali mengingat hal itu.
Huek
Huek
Alis Nevan mengernyit heran melihat wanita itu yang kini malah mutah.
Sesaat Nevan kemudian berdecih sinis, "Murahan!" sarkasnya, karena menganggap jika Markisa tengah hamil.
Nevan bersyukur karena tidak terlalu terperosok dengan wanita ini. Dia belum sampai mencintai Markisa sehingga kini dengan mudahnya Nevan menyakiti wanita didepannya ini.
Namun rasa tertariknya dulu dan mengingat bahwa dirinya sempat berciuman dengan wanita itu seketika membuat Nevan jijik.
"Leo suruh mereka kesini!!" perintah Nevan pada Leo yang berada di luar ruangan ini.
Leo dengan patuh membawa beberapa pria yang keadaannya sudah babak belur ke tempat Nevan.
Para pria tadi yang sempat berniat untuk melecehkan istrinya, atas perintah wanita murahan ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
SENANDUNG
RandomSenandung Rengganis adalah sosok karakter figuran dalam novel yang sangat menyedihkan, ia digambarkan dengan wajah yang buruk rupa serta sifatnya yang lemah mudah ditindas. Sosok tersebut juga selalu menjadi rasa pelampiasan amarah karakter protagon...
