Happy reading💗
Markisa pasrah kala dirinya kini benar terombang-ambing, saat ini ia dibawa paksa oleh sekumpulan orang dalam keadaan yang telanjang.
Tubuhnya yang kini sudah terluka di berbagai bagian dan kemaluan yang sudah sangat lecet pun membuat dia seperti mati rasa. Sudah tidak ada tenaga lagi untuk dirinya melawan.
Yang Markisa paham adalah orang yang membawanya ini bukan orang suruhan Nevan, karena para penjaga disini dihabisin oleh sekumpulan orang yang membawanya. Di hati Markisa berharap jika ia sekarang ditolong, mungkinkah ini semua suruhan bibinya?
Di dalam mobil semua orang yang membawanya itu menatap jijik pada tubuhnya, bahkan terang-terangan banyak yang menutup hidungnya.
"Bos nyuruh bawa pelacur ini kemana?" tanya orang yang menyetir mobil.
"Markas kita."
Dengan menekan gasnya lebih cepat, kini mereka pun telah sampai hanya dalam waktu lima belas menit, di sebuah bangunan yang tua.
"Ck, mual bangsat. Ini orang baunya nyengat banget!" decak salah satu orang, yang menarik tangan Markisa. Hal itu diangguki yang lainnya. "Gue juga ogah kalau disuruh pakai ni pelacur, walaupun gratis." sahutnya menusuk.
Rasanya Markisa ingin menangis mendengar segala perkataan merendahkan dari orang-orang ini, tapi untuk sekedar menangis saja dirinya tidak bisa lantaran tenaganya benar-benar habis.
Kenapa nasibnya menjadi seperti ini, bahkan ia masih tidak percaya jika Nevan yang katanya pernah mencintainya itu, tega melakukan hal seperti ini padanya.
Jika ia tau nasibnya akan semalang ini, Markisa tidak akan menuruti permintaan bibinya itu. Ia tidak akan mau di ajak kerja sama dengan bibinya.
Ia benar-benar bodoh, karena tidak berpikir dulu sebelum mengambil keputusan.
Markisa juga sadar walaupun nanti rencananya berhasil, pasti kedua orang tua Nevan tidak akan merestuinya.
Brukkkk
Tubuh Markisa didorong dengan kasar, menghadap pada seorang pria yang kini sedang membelakanginya.
"Ini bos, kita sudah berhasil membawanya." ujar salah satu seorang pria yang tadi membawa Markisa.
Yang di panggil bos itu pun membalikkan badannya, dengan raut terkejut orang tersebut lantas menggeram marah.
"Brengsek, tutupi tubuhnya yang menjijikkan itu!" perintahnya marah, karena melihat tubuh bugil Markisa. Dengan cepat beberapa anak buahnya lantas langsung menutupi tubuh Markisa dengan kain.
Dirinya benar-benar jijik saat melihat tubuh wanita itu yang terdapat banyak luka bahkan sampai bernanah di bagian kemaluannya.
Markisa mendongak lantaran mengenali suara orang tersebut.
"Cavuer?" katanya pelan, ia benar-benar tak menyangka yang di hadapannya ini adalah orang yang dulunya juga sempat Markisa incar, agar suka padanya.
"Hayy Markisa?" sapa Cavuer dengan tersenyum miring.
Ada setitik harapan di hati Markisa saat mengetahui orang yang membawanya ini Cavuer, mungkinkah pria itu sudah mencintainya sehingga ia mau menolong dirinya.
Markisa benar-benar bernafas lega.
"Cavuer kamu yang menolong aku? Terimakasih hiks, aku tidak tau jika kau tidak menolongku."
"Nevan benar-benar jahat, padahal kita sudah pernah menjadi sepasang kekasih!" adu Markisa pelan, dengan terisak saat mengingat sikap buruk Nevan padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SENANDUNG
RandomSenandung Rengganis adalah sosok karakter figuran dalam novel yang sangat menyedihkan, ia digambarkan dengan wajah yang buruk rupa serta sifatnya yang lemah mudah ditindas. Sosok tersebut juga selalu menjadi rasa pelampiasan amarah karakter protagon...
