Part 27

47.9K 2.2K 226
                                        

Happy Reading💗

BRAKK

Cavuer menggebrak kasar meja kerjanya, nafasnya memburu kala mengingat pertemuannya tadi bersama Nevan, semua tentang perkataan Nevan tadi terus berputar di benaknya.

"Sial."

Ceklek

Pintu ruangan kerjanya terbuka, menampakkan seorang pria yang usianya dua tahun lebih tua dari Cavuer, dia adalah asistennya sekaligus sekertaris Cavuer. Gilga.

"Tuan, apa yang terjadi?" cemas Gilga lantaran kini berkas-berkas di meja Cavuer berantakan, begitupun tadi ia sempat mendengar suara gebrakan meja.

Cavuer menatap sekilas pada Gilga, "Batalkan semua janji pertemuan hari ini!"  titah Cavuer tanpa menatap wajah asistennya itu.

Mendengar itu Gilga melotot kaget. "Tapi Tuan, sudah beberapa hari ini anda menundanya. Kenapa sekarang harus juga di batalkan," sahut Gilga, hati-hati.

Memejamkan matanya untuk menetralkan emosinya, Cavuer lantas menghela nafas pelan. Yang dibilang asistennya itu benar, dan jika ia membatalkannya lagi yang ada akan berdampak buruk bagi perusahaannya, dan itu jelas akan membuat dirinya di tegur oleh Ayahnya lagi.

"Hmm, sekarang jadwal pertama saya apa?" tanya Cavuer.

Gilga tersenyum akan hal itu, "satu jam lagi ada pertemuan di Sextor Cafe, dan yang lainnya nanti akan dilakukan di perusahaan anda sendiri!" jelas Gilga, cepat.

Cavuer mengangguk, "Jangan lupa siapkan seperti biasa dua wanita untuk aku nanti setelah selesai jam kerja!" titahnya, membuat Gilga terdiam kembali.

"Tuan anda--,"

"Kerjakan saja sesuai perintahku!" potong Cavuer, menatap tajam asistennya itu. Ia tidak suka jika ada yang membantah titahnya, apalagi itu bawahannya sendiri.

"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu karena harus menyiapkan segala bahan untuk pertemuan nanti." ujar Gilga sopan, yang tak di sahuti oleh Cavuer.

Lantas Gilga pun memilih untuk segera keluar dari ruangan tuannya itu.

Semoga suatu saat nanti nona Clarissa kembali-batin Gilga penuh harap.

Setelah melihat asistennya itu yang sudah keluar, lantas Cavuer mengambil ponselnya.

"Kalian keluarkan lah wanita itu bagaimana pun caranya!" ucap Cavuer di teleponnya. Setelah ia mematikan panggilannya sepihak.

Pria itu tersenyum miring, "Kita lihat siapa yang akan menang. Aku atau kau."

****************

Nevan berlari memasuki mansionnya dengan tergesa-gesa. Tadi ia dikantornya mendapat telfon dari bodyguard di rumahannya yang mengatakan jika terjadi sesuatu dengan Sena.

Padahal bodyguard tadi belum selesai mengatakannya, namun Nevan mendengar nama Sena di sebut langsung menutup telfonnya. Dan memutuskan untuk segera pulang.

"Apa yang terjadi hah, dimana istriku." bentaknya pada beberapa pelayan yang di lihatnya.

"Itu tuan nyonya berada di kamar pelayan, tadi---," sang pelayan tak sempat melanjutkan perkataannya, kala Nevan yang sudah berlari pergi.

"Melihat tuan yang seperti itu, aku menjadi yakin jika sebenarnya tuan sangat mencintai istrinya." ucap salah satu pelayan, yang di angguki lainnya.

"Benar, bahkan saat kemarin nyonya pingsan saja tuan begitu frustasi dan terlihat sekali jika dia sangat khawatir." timpal lainnya juga.

SENANDUNGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang