Part 30

44.1K 2.4K 259
                                        

Happy reading🐸

Kini matahari mulai menampakkan dirinya, dan tidur Sena pun terusik kala merasakan bobot berat yang berada di atas tubuhnya.

Sena mengerjap pelan, sebelum kini matanya terbuka. Melihat apa yang ada di perutnya, ternyata itu adalah sebuah tangan kekar yang tak lain adalah milik Nevan.

Wanita itu lantas menoleh ke samping dimana seorang pria tampan yang masih asik dengan tidurnya, Sena pun sontak dengan hati-hati memindahkan tangan Nevan yang ada di perutnya agar tidak membuat pria itu terusik.

Pergerakkan Sena yang hati-hati pun tak membuahkan hasil karena tangan Nevan malah semakin memeluk erat dirinya.

"Seperti ini dulu sebentar," suara serak Nevan, mampu membuat Sena sedikit terkejut karena tepat berada di telinganya.

Merasa jika pria itu kini sudah terbangun, lantas Sena mencoba melepaskan tangan Nevan kembali, "lepas Hazra... aku mau mandi," ujarnya sedikit kesal.

Nevan pun terpaksa membuka matanya, "mau mandi bersama?" sahutnya dengan berharap.

"Tidak, jangan macam-macam kamu ya, lepasin! Kamu juga harus ke kantor bukan."

Mendengar itu Nevan dengan berat hati melepaskan wanita itu, Sena yang melihatnya langsung senang dan dengan cepat ia menyibak selimut kemudian mencoba bangkit dari kasur.

"Akhh," rintihnya kala merasakan sedikit sakit pada bagian bawahnya.

Merasa tubuhnya langsung dingin pun sontak Sena menatap tubuhnya, matanya membulat penuh "Aaaaa....," teriaknya kencang, lantas menarik selimut dengan cepat untuk menutupi tubuhnya yang telanjang.

Sedangkan Nevan yang sedari tadi memperhatikan tubuh sang istri pun kini dibuat terkejut kembali saat mendengar teriakan istrinya lagi.

"Hazra cepat pakai bajumu!!" pekik Sena keras kala malah melihat tubuh telanjang Nevan.

Nevan yang tersadar dirinya telanjang pun kini malah tersenyum, ia mendekati istrinya, "kenapa tutup mata hmm, kan semalam kamu sudah melihatnya semua, bahkan merasakannya juga," kata Nevan menggoda Sena.

"Akh apa-apaan kamu!" pekik Sena kala tubuhnya tiba-tiba di angkat Nevan, membuat wanita itu terpaksa mengalungkan kedua tangannya di leher pria itu.

"Mau membantumu, bukankah yang dibawah masih sakit?"

Mendengar itu pipi Sena memerah malu, sial.

"Jangan macam-macam kamu, aku mau mandi sendiri!!" kata Sena pada Nevan yang kini menurunkannya di kamar mandi.

Nevan tersenyum geli melihat wajah takut Sena yang kini terlihat menggemaskan. "Memangnya kamu berpikir seperti apa hmm, mau mandi bersamaku?"

Membuang mukanya kesamping, Sena mendengus kesal, "Ngaco, sana pergi. Aku mau mandi!" ketus Sena.

Nevan menurut, pria itu pun keluar dari kamar mandi dan memakai pakaiannya kembali, ia akan mandi dikamarnya sendiri. Nevan tidak mau Sena semakin benci padanya, cukup tadi malam ia sudah berhasil menabur benih di rahim milik istrinya.

Ia berharap agar ada janin yang tubuh, sehingga Sena tidak bisa pergi darinya. Anggap saja dirinya menabur benih di rahim Sena hanya karena untuk manahan wanita itu agar selalu berada di sisinya.

Katakan Nevan egois, namun ia tak peduli.

Sena dari awal adalah miliknya dan sampai kapanpun akan menjadi miliknya. Nevan akan melakukan segala cara agar wanita itu tidak bisa pergi darinya.

*********

Seorang pria kini terlihat mengelap keringat di dahinya dengan kasar, pria itu lantas bangun tertatih menunju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

SENANDUNGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang