Jarreth bukan merupakan pribadi yang mudah merasa jealous.
Atau setidaknya itu yang Marie bayangkan, hingga hari di mana sebuah undangan birthday party dari mantan kekasihnya tiba. Bukan, bukan mantan kekasih Marie dari bangku kuliah yang menyelingkuhi gadis itu. Namun mantannya di bangku sekolah, kakak kelas sekaligus pacar pertama Marie.
Keduanya putus bukan dengan huru-hara, sang mantan yang bernama Daniel kala itu tengah mengikuti ujian nasional, keduanya sungguh-sungguh putus karena alasan akademis. Namun bahkan setelah ujian pun, rupanya mereka sudah nyaman duluan berteman saja. Benar-benar berteman karib.
Daniel bahkan ikut merutuk kepada mantan Marie yang menyelingkuhinya di bangku kuliah dulu kala. Lalu sejujurnya, Daniel juga sudah miliki pujaan hatinya sendiri. Bahkan hingga detik ini, pria itu memang belum resmi berpacaran dengan orang yang ia sukai, keduanya masih menjalani manis asam fase pedekate.
Undangan pesta ulang tahun itu datang di saat Marie sedang makan siang berdua dengan Jarreth. Keduanya memutuskan untuk makan di Sushi Tei, karena Marie sedang dalam suasana hati yang baik untuk menyantap sashimi.
Marie dan Jarreth sedang duduk berhadap-hadapan dengan Jarreth yang tengah mencocol salmon dengan kecap asin kala Marie condongkan tubuh dan ponselnya. Memberi unjuk undangan digital tadi ke arah kekasihnya itu.
"Daniel ulang tahun, acaranya weekend besok. Temenin aku dateng, ya?"
Jarreth alihkan atensinya ke arah layar ponsel Marie sebelum mengangguk kecil, "Daniel mantan kamu itu?"
Marie mengangguk, "Iya. Aku gak mau dateng kalau gak ada temennya. Jadi please temenin ya?"
Tak ayal, Jarreth hanya tersenyum geli. Pria itu mengangguk sebelum telapak tangannya raih pucuk kepala Marie dan mengelusnya sayang. Entah berapa kali Marie meminta, sepertinya gadis itu selalu lupa kalau Jarreth tidak akan sanggup menolak apa yang ia minta.
Jarreth hanya mengangguk sebelum memasukkan salmon ke dalam mulutnya. Jawaban tadi buat mata Marie berbinar, gadis itu nampak begitu antusias saat berkata, "Nanti habis makan temenin aku cari kado, ya! Kamu gak lagi buru-buru kan?"
Yah, sebenarnya dalam 30 menit mendatang Jarreth miliki janji dengan temannya untuk bermain bulu tangkis sih. Namun, mereka bisa menunggu. Karena Marie akan selalu mendapatkan peringkat nomor satu sebagai orang yang akan didahulukan oleh Jarreth.
────୨ৎ────
Suara musik akustik terdengar samar dari arah taman belakang rumah, bercampur dengan riuh rendah percakapan tamu-tamu yang sudah lebih dulu datang. Lampu-lampu kecil berwarna hangat menggantung di sepanjang pagar dan pohon-pohon, menciptakan suasana santai tapi begitu meriah. Aroma daging barbecue panggang menyebar lewat angin malam.
Marie melangkah lebih dulu, memegang lengan Jarreth yang berjalan di sisinya. Ia mengenakan gaun berwarna baby pink lembut yang jatuh sampai lutut, sementara Jarreth hadir dengan kaos polo hitam sederhana dan celana hitam bahan. Penampilannya tidak berlebihan, tapi cukup untuk memberi kesan rapi dan dewasa.
"Sayang," Marie menoleh ke arah Jarreth, suaranya pelan sembari sedikit meremas lengan Jarreth, "Itu yang namanya Daniel."
Jarreth mengikuti arah pandangnya. Seorang pria sedang berdiri di dekat meja minuman, mengenakan kemeja abu-abu dan celana jeans gelap. Rambutnya sedikit acak, tapi penampilannya santai. Daniel nampak tengah tertawa kecil sambil berbincang dengan dua tamu lain.
"Come on," ajak Marie sambil menarik lengan Jarreth sedikit. Mereka berjalan mendekat lalu begitu melihat Marie, Daniel langsung tersenyum dan menghampiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
1 TO 9
FanfictionKalian pernah mendengar istilah Kuzure? Di Jepang, angka 9 terkadang dianggap sebagai angka sial. Sebab memiliki bunyi yang mirip dengan kata untuk 'penderitaan'. Marie percaya kalau hal tadi hanya takhayul semata sampai durian busuk menimpa dengan...
