Bab 5 Ayam Goreng

96 82 2
                                        

Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.

_____

Bel pulang sekolah berbunyi, Matteo yang sedang menopang dagunya karena terkantuk-kantuk, akhirnya matanya kembali terbuka dengan lebar, hilang sudah kantuknya mendengar suara bel.

"Akhirnya kelar juga, capek banget gue." Matteo merenggangkan tangannya ketika guru yang mengajar meninggalkan ruangan.

Celio yang sedang menggendong tasnya dibuat heran dengan tingkah Matteo. "Emang lo capek ngapain?"

Matteo menampilkan wajah yang seolah-olah sangat menderita. "Capek nahan ngantuk."

"Kan gue udah berkali-kali bilang, jangan ajak Matteo ngomong duluan." Davi menepuk-nepuk lengan Celio, kemudian pergi meninggalkan kelas.

"Tungguin gue woi!" Celio berlari mengejar Davi.

Matteo menatap Jay yang beridiri didepan pintu, Jay mengangkat satu alisnya ketika melihat Matteo menatapnya.

"Gue sama lo aja ya Jay pulangnya, gue lagi males banget nyetir motor." Matteo menampilkan raut wajah sedihnya.

Jay bersedekap dada. "Gak, gue pakai motor sport."

"Emangnya kenapa? Badan gue jg gak gemuk banget, masih muat Jay." Matteo menggerak-gerakkan tubuhnya.

"Lo kan bawa motor, ngapain nebeng gue." Jay kemudian meninggalkan Matteo.

Dengan muka masamnya Matteo berjalan mengikuti Jay dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

Matteo melihat Jingga, namun ketika ingin menyapa, Jingga lebih dahulu berjalan sejajar dengan Jay.

"Hai Jay, lo gak bareng Matteo?" Jingga tampak membawa buku didekapannya.

Matteo yang mendengar namanya disebut menajamkan pendengarannya.

"Dibelakang gue." Jay menunjuk kearah belakang.

Jingga sontak menengok, dan benar saja terdapat Matteo yang sedang menatapnya dengan serius, tentu saja dengan tas gendong yang berisi Mogy.

Matteo tersenyum lebar melihat Jingga, kemudian Matteo berjalan mendekat ke arah Jingga.

Jay mempercepat jalannya agar Matteo dan Jingga dapat berjalan sejajar. Jay juga tidak ingin menguping pembicaraan mereka, sehingga Jay memilih untuk segera pergi.

"Lo nyariin gue?" Matteo menatap Jingga dengan antusias.

Jingga mengangguk. "Nih, buku dari guru yang tadi ngajar di kelas lo, tadi lo kan gak ikut kelas, makanya lo disuruh belajar mandiri." Jingga menjulurkan buku yang tadi didekap.

Matteo bingung, namun tetap mengambil buku yang disodorkan Jingga. "Makasih ya, oh iya lo pulang sama siapa? Mau gue anter?"

Jingga tersenyum dan menggeleng. "Gak usah Mat, gue dijemput sama papa, kalau gitu gue duluan ya Mat soalnya papa udah didepan." Jingga melambaikan tangannya.

Matteo menatap Jingga yang semakin jauh. "Kapan ya gue bisa pulang bareng sama Jingga? Doain gue ya Mogy-chan."

~Meong.


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, akhirnya Matteo sampai di rumahnya. Matteo bergegas mengeluarkan Mogy, Mogy pun berlari ke dalam rumah.

MATTEO [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang