Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.
_____
Matteo tersenyum lebar menatap tembok kokoh yang menjulang tinggi dihadapannya. Tidak, bukan temboknya melainkan dahan pohon yang menjuntai.
Celio meneguk ludahnya menatap arah pandang Matteo. "Lo gak serius kan Mat?"
Davi menatap Celio dengan bingung. "Serius apa Cep?"
Jay menggenggam lengan Matteo. "Lo jangan aneh-aneh Mat."
"Kalian pengen ketangkep bu Herni, apa ikut sama gue?" Matteo menatap satu persatu temannya.
Matteo mengambil ancang-ancang untuk naik ke dahan pohon.
"Woi Mat yang bener aja lo! Itu tinggi banget gila." Davi menatap tembok tersebut dengan bergidik.
"Lo kalau mau dihukum sama bu Herni gak usah ikut gue." Matteo berusaha meraih dahan pohon untuk membantunya menaiki tembok sekolah.
Celio berdecak. "Mat, kalau lo udah diatas bantuin gue naik ya!" Celio mendongak menatap Matteo yang sebentar lagi tiba diatas tembok.
Davi menatap Celio. "Lo seriusan mau naik itu? Lihat dong Cep dahannya kayak mau patah." Davi menunjuk dahan pohon yang digunakan oleh Matteo.
"Santai aja kali Din, gue gak seberat itu sampai dahannya patah." Celio menggulung lengan bajunya.
"Lo ngapain gulung-gulung kayak gitu." Jay menatap Celio dengan heran.
"Persiapan Jay biar gak kotor, bajunya warna putih nanti mama gue ngomel-ngomel." Celio menggulung bajunya sampai atas.
"Buruan Cep naik!" Matteo sudah sampai diatas, Matteo duduk ditembok sambil memerhatikan ketiga temannya dan keadaan sekitar.
Celio berusaha naik menggunakan dahan yang tadi digunakan oleh Matteo.
"Hati-hati Cep!" Davi berteriak dengan pelan supaya tidak terdengar oleh bu Herni.
Celio akhirnya sampai diatas tembok, seperti Matteo. "Gila capek banget." Celio mengusap keringatnya.
"Buruan Din!" Celio menatap Davi yang sedang berusaha naik.
"Sabar Cep, ternyata gak semudah yang gue lihat." Davi terus berusaha naik dengan sekuat tenaga.
"Jay! Lo mau ikut gak?" Matteo bertanya ketika Davi sudah berhasil naik.
Jay menatap Matteo lalu mengambil posisi untuk naik. "Tungguin gue."
Davi melongo. "Jay beneran bolos?" Davi menatap Jay dengan raut wajah bingung.
Matteo kembali mengamati sekitar. Terlihat bu Herni yang sedang berjalan mendekat.
Matteo memelototkan matanya melihat bu Herni semakin mendekat. "Jay buruan ada bu Herni!"
Jay mempercepat gerakannya, setelah sampai diatas, mereka bergegas turun dengan cara melompat.
Brakk.
Dugg.
Mereka jatuh di samping jalan dengan keadaan saling menindih satu sama lain.
"Woi minggir, badan gue sakit!" Matteo mengambil napas dalam-dalam, Celio dan Davi menindih tubuhnya.
"Bangun gak?! Badan gue rasanya remuk." Celio menahan tubuhnya dengan menopang tangannya pada tanah.
Davi bangun dari posisinya yang menindih Celio. Davi mengusap bajunya.
Jay terjatuh disamping Matteo, Jay segera bangkit dengan memeriksa tubuhnya dan seragamnya, pasalnya tadi dia mendengar suara robekan baju.
KAMU SEDANG MEMBACA
MATTEO [ON GOING]
Fiksi Remaja⚠️SLOW UPDATE "Kenapa dimata lo seakan-akan gue gak bisa apa-apa!" "Gue juga pengen bisa jadi lebih baik dari lo! Tapi gue selalu dipandang sebelah mata." "Lo pikir dengan semua yang lo lakuin bisa bikin gue lebih baik? Lo salah! Gue justru dibandi...
![MATTEO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/328051095-64-k788397.jpg)