Bab 4 Hompimpa

104 86 1
                                        

Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.

___

Bel istirahat berbunyi, tidak terasa Matteo dan Violet telah menyelesaikan pekerjaannya.

Matteo membaringkan tubuhnya di lapangan, dia tidak peduli jika seragamnya kotor, yang penting punggungnya bisa terselamatkan dari rasa pegal.

Violet mengusap keringatnya dengan punggung tangan, kemudian mengibaskan bajunya secara berulang untuk mengurangi rasa panasnya, karena cuaca hari ini sangat terik.

Siswa maupun siswi berhamburan keluar kelas termasuk Jay, Davi dan Celio. Mereka berjalan bersama menghampiri Matteo.

Setelah cukup dekat Davi sudah tidak bisa menahan gelak tawanya, seketika tawanya meledak. "HAHAHAHA sejak kapan lo mau panas-panasan sambil ngambil daun."

Matteo masih dalam posisinya, matanya terpejam. "Bacot lo."

"Ini gue bawa minum, lo yakin gak mau?" Davi dengan sengaja meremas kantong plastik agar Matteo yakin jika dirinya membawa sesuatu.

Matteo seketika langsung duduk dan menjulurkan tangannya. "Mana coba."

"Bayar dulu." Davi menaik turunkan alisnya.

Matteo merebut botol minum dari tangan Davi. "Mulut lo gue bayar!"

Celio dan Jay hanya memerhatikan mereka berdua sambil duduk dibawah pohon ditemani dengan Mogy.

Violet juga masih dengan posisi yang sama. Davi kemudian memberikan Violet sebotol minuman yang memang sengaja dia beli untuk Matteo dan Violet.

Matteo meneguk habis minuman tadi, saat menaruh botol minuman, Matteo tidak sengaja melihat Jingga disebrang lapangan.

Matteo merapikan baju dan rambutnya, dia juga mengendus badannya. Setelah dirasa sempurna, Matteo melambaikan tangannya kearah Jingga.

"JINGGA!" Matteo berteriak dengan kencang.

"Biasa aja kali Mat, sakit telinga gue." Davi mengusap telingannya.

Matteo tentu saja tidak menghiraukan Davi, fokusnya hanya kepada Jingga seorang.

Celio terkekeh, "Mulai nih adegan bucinnya."

Setelah mendengar seruan dari Matteo, Jingga beralih berjalan kearah Matteo dengan senyuman.

Matteo memegangi dadanya. "Jantung gue." Gumam Matteo.

"Hai Mat." Jingga melambaikan tangannya.

Matteo tersenyum lebar. "Hai Jingga."

Jingga mengedarkan pandangannya menatap satu persatu orang yang ada disitu.

"Loh Vio, kmu disini juga?" Jingga mendekati Violet.

Violet mengangguk, "Gue dihukum bareng sama dia." Violet menunjuk Matteo.

Matteo menggerakkan tangannya mempraktikan apa yang dia ucapkan tanpa bersuara. "Jangan ngomong macem-macem lo."

Violet berpura-pura tidak melihat Matteo. Jingga duduk disamping Violet.

"Lo laper gak Jay." Celio menatap Jay sambil mengusap-usap perutnya.

Jay mengangguk. "Laper."

"Ke kantin yuk." Celio bangkit dari duduknya dengan semangat.

Davi yang mendengar ajakan Celio langsung bergegas bangkit dan membersihkan celananya. "Gue ikut dong Cep."

"Gue juga ikut!" Matteo bangkit dan membopong Mogy.

Celio menatap satu persatu temannya. "Yaudah kita ke kantin bareng-bareng ngapain bilang ikut-ikut segala sih, biasanya juga langsung ngekor."

MATTEO [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang